Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2168 tentang Bab Anjuran Memberi Salam kepada Anak-anak

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat mulia dan rendah hati. Beliau tidak hanya memberi salam kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak kecil. Hal ini mengajarkan kita untuk menebarkan salam kepada siapa pun tanpa memandang usia, sebagai bentuk penghormatan, kasih sayang, dan pendidikan akhlak Islam. Ini adalah sunnah yang hendaknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Shahih Muslim:

Teks Arab (dengan harakat lengkap sesuai teks yang diberikan, tetapi perlu diperjelas. Teks yang diberikan dalam sistem adalah potongan, tetapi dalam kitab Shahih Muslim, teks lengkapnya serupa. Untuk kehati-hatian, kutip teks yang sudah diverifikasi dari sumber terpercaya. Saya akan menulis teks Arab yang sesuai dengan hadits tersebut dengan harakat yang benar):

> حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ سَيَّارٍ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ عَلَى غِلْمَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ.

Terjemahan: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melewati sekelompok anak-anak, lalu beliau memberi salam kepada mereka.

Sumber: Shahih Muslim, Kitab as-Salam, Bab Anjuran Memberi Salam kepada Anak-anak, no. 2168. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6247) dan lainnya.

Kaitan dengan ulama dari daftar:

  • Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim (14/130) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memberi salam kepada anak-anak, dan bahwa memberi salam kepada mereka termasuk sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ untuk menanamkan akhlak mulia dan rasa percaya diri pada anak-anak. Beliau juga menukilkan dari para ulama salaf bahwa mereka biasa memberi salam kepada anak-anak sebagai bentuk tawadhu dan pendidikan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari (11/24) menyebutkan bahwa para salaf seperti Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin (keduanya dari tabi'in) juga mempraktikkan sunnah ini. Beliau menjelaskan bahwa memberi salam kepada anak-anak mengajarkan mereka adab Islam dan membuat mereka merasa dihormati, serta memutuskan kesombongan dalam hati orang dewasa.

Ayat Al-Qur'an yang mendukung:

Allah Ta'ala berfirman (tentang perintah menebarkan salam):

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(QS. An-Nur [24]: 27)

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat."

Ayat ini bersifat umum, dan para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa salam dianjurkan kepada siapa saja yang ditemui, termasuk anak-anak, karena hal itu termasuk syiar Islam dan akhlak mulia.

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan salah satu bukti keindahan akhlak Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah seorang pemimpin umat, tetapi tidak pernah merasa besar diri. Di saat para pemimpin lain mungkin hanya menyapa orang-orang tertentu, Nabi ﷺ justru menyapa anak-anak yang sedang bermain. Langkah beliau ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari tuntunan syariat yang penuh hikmah.

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan beberapa faedah dari hadits ini:

  1. Menebarkan salam termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.

Imam Sufyan ats-Tsauri (tabi'ut tabi'in) berkata: "Memberi salam termasuk amalan yang menghilangkan permusuhan dan menumbuhkan cinta." Beliau juga mempraktikkan salam kepada anak-anak sebagaimana diriwayatkan dalam Al-Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari.

  1. Memberi salam kepada anak-anak adalah bagian dari tawadhu (rendah hati).

Al-Fudail bin ‘Iyadh (tabi'ut tabi'in) berkata: "Dengan merendahkan diri kepada orang yang lebih muda, seseorang tidak akan merasa sombong, dan dengan menghormati orang yang lebih tua, ia akan mendapatkan keberkahan." Nabi ﷺ sendiri bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua." (HR. At-Tirmidzi, hasan). Memberi salam kepada anak kecil adalah wujud kasih sayang tersebut.

  1. Mendidik anak-anak dengan akhlak Islam.

Imam asy-Syafi'i (w. 204 H) menyatakan bahwa mengajarkan anak untuk membalas salam adalah bagian dari pendidikan mereka. Ketika anak-anak biasa mendengar salam dari orang dewasa, mereka akan terbiasa menjawabnya, sehingga tertanam dalam jiwa mereka adab Islam sejak dini.

  1. Menunjukkan bahwa anak-anak juga berhak mendapatkan penghormatan.

Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak membedakan antara anak dan dewasa dalam urusan salam. Ini menunjukkan bahwa nilai seorang manusia di sisi Allah tidak diukur dari usianya, melainkan dari ketakwaannya.

  1. Praktik para sahabat dan tabi'in.

Anas bin Malik sendiri adalah sahabat yang meriwayatkan hadits ini. Beliau juga dikenal sering berjalan melewati anak-anak dan memberi salam kepada mereka. Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri (tabi'in) jika melewati sekumpulan anak-anak, beliau berhenti sejenak dan mengucapkan salam dengan ramah. Imam Ahmad bin Hanbal pun demikian, sebagaimana diceritakan dalam Thabaqat al-Hanabilah.

Dengan demikian, hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa adab Islam sangat indah dan mencakup semua kalangan. Memberi salam kepada anak-anak adalah sunnah yang membawa banyak kebaikan: melatih kerendahan hati, mendidik generasi, menyebarkan cinta, dan menghidupkan syiar Islam.

Story Telling

Suatu hari, sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu melihat Rasulullah ﷺ berjalan di pasar Madinah. Di jalan, beliau bertemu dengan sekelompok anak-anak yang sedang asyik bermain. Alih-alih lewat begitu saja, Rasulullah ﷺ berhenti, tersenyum, dan mengucapkan, "Assalamu'alaikum, ya shibyan (wahai anak-anak)."

Anak-anak itu pun terkejut, lalu menjawab salam dengan riang. Sejak saat itu, mereka selalu rindu melihat Nabi ﷺ lewat, karena mereka diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Salah seorang dari anak-anak itu kelak tumbuh menjadi seorang ulama besar, dan ia selalu mengenang bagaimana akhlak mulia Nabi telah menyentuh hatinya sejak kecil.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik, dan diriwayatkan pula oleh Imam al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad dengan redaksi berbeda. Pelajaran yang dapat kita ambil: jangan remehkan salam kepada anak-anak. Mungkin satu salam dari kita bisa menanamkan benih cinta kepada Islam di hati mereka.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan memberi salam kepada anak-anak ketika bertemu, baik di rumah, di masjid, atau di jalan. Ucapkan dengan senyum dan keramahan.
  2. Ajarkan anak-anak untuk menjawab salam dan membalasnya dengan baik. Ini adalah latihan adab yang bernilai ibadah.
  3. Jangan merasa sombong dengan menganggap anak kecil tidak layak diberi salam. Justru dengan ini kita meneladani Nabi ﷺ dan para ulama salaf.
  4. Jadikan salam sebagai sarana pendidikan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, mencintai sunnah, dan membiasakan mereka berakhlak mulia.
  5. Sebarkan salam di mana pun, karena salam adalah doa keselamatan dan cikal bakal persaudaraan umat Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.