Penjelasan Hadits Muslim No. 2150 tentang Anjuran menyusui bayi dan kelembutan Nabi pada anak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa lembut dan indahnya akhlak Nabi ﷺ, bahkan kepada anak kecil. Nabi ﷺ bercanda dan menyapa seorang anak bernama Abu 'Umair dengan gurauan tentang burung pipitnya yang telah mati, sebagai bentuk kasih sayang dan kelembutan. Ini menjadi dalil bahwa bermain dan bercanda dengan anak kecil, serta menyapa mereka dengan penuh kelembutan, adalah bagian dari sunnah dan adab Islam yang mulia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Adab, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang relevan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا

"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling baik akhlaknya."

Kemudian:

يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ

"Wahai Abu 'Umair, apa yang dilakukan burung pipit itu?"

Adapun ayat Al-Qur'an yang menjadi landasan umum tentang kelembutan dan akhlak mulia:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya' [21]: 107

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Juga firman Allah:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

QS. Al-Qalam [68]: 4

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

Pertama: Akhlak Nabi ﷺ yang paling mulia.

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — yang menjadi pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun — bersaksi bahwa Nabi ﷺ adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kesaksian Anas ini sangat kuat karena ia mendampingi Nabi ﷺ dalam waktu lama dan menyaksikan langsung perilaku beliau dalam berbagai keadaan.

Kedua: Bercanda dan bermain dengan anak kecil adalah sunnah.

Nabi ﷺ menyapa Abu 'Umair — anak kecil yang masih balita — dengan gurauan lembut tentang burung pipit (nughair) yang biasa ia mainkan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya bercanda dengan anak kecil untuk menyenangkan hati mereka, dan bahwa hal itu termasuk adab yang baik.

Ketiga: Kelembutan kepada anak-anak adalah bagian dari tarbiyah.

Imam an-Nawawi juga menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran tentang kasih sayang kepada anak-anak, menyapa mereka dengan ramah, dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan dunia anak mereka. Ini membangun kedekatan emosional dan menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Keempat: Bolehnya memanggil anak dengan kunyah (gelar Abu Fulan).

Nabi ﷺ memanggil anak tersebut dengan "Abu 'Umair" — sebuah kunyah — meskipun ia masih kecil. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa ini menunjukkan bolehnya memberikan kunyah kepada anak kecil sebagai bentuk penghormatan dan kelembutan.

Kelima: Perhatian Nabi ﷺ terhadap keadaan sahabat dan keluarganya.

Nabi ﷺ mengetahui bahwa Abu 'Umair memiliki burung pipit, dan beliau menanyakan tentang burung itu ketika melihat anak tersebut. Ini menunjukkan perhatian beliau terhadap detail kehidupan para sahabat, termasuk anak-anak mereka.

Story Telling

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bercerita bahwa ia memiliki seorang saudara kecil bernama Abu 'Umair. Anak itu memiliki seekor burung pipit yang biasa ia mainkan. Suatu hari, burung pipit itu mati, dan anak kecil itu bersedih.

Ketika Rasulullah ﷺ datang berkunjung dan melihat Abu 'Umair yang sedang murung, beliau tidak membiarkan anak itu larut dalam kesedihannya. Dengan penuh kelembutan, Nabi ﷺ bertanya: "Wahai Abu 'Umair, apa yang dilakukan burung pipit itu?" — seolah-olah beliau ikut bermain dan menghibur anak kecil tersebut.

Anas bin Malik yang menyaksikan kejadian itu selama bertahun-tahun kemudian mengenangnya sebagai bukti nyata bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling mulia akhlaknya. Beliau tidak merasa terlalu besar untuk berbicara dengan anak kecil, tidak merasa terlalu sibuk untuk menghibur hati yang sedih, dan tidak merasa terlalu tinggi untuk bercanda dengan penuh kasih sayang.

Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dan menjadi salah satu dalil tentang keutamaan berlemah lembut kepada anak-anak serta menghibur mereka.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani akhlak Nabi ﷺ — kelembutan kepada semua orang, termasuk anak kecil, adalah bagian dari sunnah.
  2. Bercanda dengan anak adalah sunnah — selama tidak mengandung dusta atau hal yang terlarang.
  3. Sapalah anak-anak dengan ramah — tanyakan hal-hal yang mereka sukai untuk membahagiakan mereka.
  4. Perhatikan keadaan keluarga dan sahabat — termasuk anak-anak mereka, karena itu bagian dari kepedulian sosial dalam Islam.
  5. Jangan meremehkan hal kecil — menghibur anak yang sedih dengan gurauan sederhana bisa menjadi amal yang dicatat oleh Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?