Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ biasa didatangkan bayi-bayi kecil, lalu beliau mendoakan keberkahan untuk mereka dan melakukan tahnik, yaitu mengunyah kurma lalu mengoleskan sedikit sarinya ke langit-langit mulut bayi. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak, pentingnya doa dan keberkahan dari orang saleh, serta sunnah tahnik yang dilakukan saat bayi baru lahir.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Adab, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Redaksi haditsnya:
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ
Terjemahan: "Dari Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ biasa didatangkan anak-anak kecil, lalu beliau mendoakan keberkahan untuk mereka dan melakukan tahnik kepada mereka."
Hadits ini juga memiliki penguat dalam Shahihain dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ melakukan tahnik kepada bayi dengan kurma. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa "yubarriku 'alaihim" berarti mendoakan keberkahan, dan "yuhannikuhum" berarti mengunyah kurma lalu mengoleskan sarinya ke mulut bayi.
Adapun ayat yang relevan secara umum tentang doa dan keberkahan, Allah berfirman:
وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
QS. Al-Ahqaf [46]: 15
Terjemahan: "Dan dia berkata: 'Wahai Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan berikanlah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.'"
Ayat ini menunjukkan pentingnya mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi anak keturunan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak. Nabi ﷺ tidak menjauh dari bayi-bayi kecil, bahkan beliau menerima mereka, mendoakan, dan menyentuh mulut mereka. Ini menunjukkan akhlak Nabi ﷺ yang lembut. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya membawa bayi kepada orang-orang saleh agar mereka mendoakan keberkahan dan melakukan tahnik.
Kedua: Makna "yubarriku 'alaihim". Para ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa maknanya adalah mendoakan keberkahan, bukan sekadar mengusap. Doa orang saleh sangat bermanfaat, terutama untuk anak yang baru lahir.
Ketiga: Makna "yuhannikuhum" (tahnik). Tahnik adalah mengunyah kurma hingga lembut, lalu mengoleskan sedikit sarinya ke langit-langit mulut bayi. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmahnya antara lain: melatih bayi menerima makanan, mengambil keberkahan dari kurma, dan meneladani Nabi ﷺ. Sebagian ulama menyebutkan bahwa tahnik dilakukan pada hari kelahiran atau setelahnya, dan disunnahkan dilakukan oleh orang saleh.
Keempat: Perbedaan pendapat. Para ulama dari daftar yang disebutkan, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, tidak memperselisihkan sunnahnya tahnik. Yang mungkin diperselisihkan adalah apakah tahnik hanya dengan kurma atau boleh dengan yang manis lainnya. Namun yang paling utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan kurma, sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Kelima: Kaitan dengan bab. Judul bab dalam Shahih Muslim menyebutkan "disunnahkannya menyusui bayi saat kelahirannya dan membawanya kepada orang saleh untuk diberkati." Ini menunjukkan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi dua hal: pentingnya pemberian ASI dan pentingnya membawa bayi kepada orang saleh untuk didoakan dan ditahnik.
Story Telling
Diriwayatkan dalam Shahihain bahwa ketika Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu masih kecil, Nabi ﷺ pernah datang ke rumahnya, lalu beliau meminta minum. Anas kecil memberikan minuman, dan Nabi ﷺ meminumnya. Kemudian Nabi ﷺ memberikan sisa minuman itu kepada Anas. Ini menunjukkan kedekatan Nabi ﷺ dengan anak-anak dan keberkahan yang beliau berikan. Dalam hadits Aisyah ini, kita melihat bahwa Nabi ﷺ secara rutin menerima bayi-bayi, mendoakan mereka, dan melakukan tahnik. Para sahabat pun membawa anak-anak mereka kepada Nabi ﷺ untuk mendapatkan keberkahan. Hikmahnya: hendaknya kita juga membawa anak-anak kita kepada orang-orang saleh untuk didoakan, dan meneladani Nabi ﷺ dalam kasih sayang kepada anak.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan membawa bayi yang baru lahir kepada orang saleh untuk didoakan dan ditahnik.
- Tahnik dilakukan dengan kurma yang dikunyah lalu dioleskan sarinya ke langit-langit mulut bayi.
- Doa orang saleh untuk anak sangat bermanfaat dan dianjurkan.
- Hendaknya kita meneladani kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak.
- Jika tidak menemukan kurma, sebagian ulama membolehkan dengan yang manis lainnya, namun yang utama adalah kurma.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.