Penjelasan Hadits Muslim No. 2144 tentang Sunnah tahnik bayi dengan kurma oleh orang saleh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang Nabi ﷺ yang melakukan tahnik (melunakkan kurma lalu memasukkannya ke mulut bayi) untuk bayi yang baru lahir. Ini adalah sunnah yang mulia, sekaligus menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap anak-anak kaumnya. Selain itu, hadits ini juga mengajarkan kita untuk membawa bayi kepada orang saleh agar didoakan dan diberi keberkahan, serta memberikan nama yang baik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Disunnahkannya Menyusui Bayi Saat Kelahiran dan Membawanya kepada Orang Saleh untuk Dihisapkan" (no. 2144). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, yang menjadi dasar semangat beliau dalam memperhatikan urusan mereka, termasuk anak-anak:

QS. At-Taubah [9]: 128

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, serta ulama besar setelahnya, sangat memperhatikan hadits ini. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya tahnik bagi bayi yang baru lahir. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahasnya secara panjang lebar, menyebutkan bahwa para ulama sepakat akan keutamaannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Disunnahkannya Tahnik (Mengunyahkan Kurma untuk Bayi):
  • Imam An-Nawawi berkata: "Para ulama sepakat bahwa tahnik dengan kurma adalah sunnah bagi bayi yang baru lahir. Jika tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis lainnya, seperti madu. Ini dilakukan dengan cara mengunyah kurma hingga lembut, lalu memasukkannya ke mulut bayi dan menggosokkannya ke langit-langit mulutnya." Ini adalah bentuk kasih sayang dan doa keberkahan untuk bayi tersebut.
  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menambahkan bahwa hikmah dari tahnik adalah untuk melatih bayi menerima makanan, menguatkan tubuhnya, dan sebagai doa keberkahan. Beliau juga menukil perkataan Imam Al-Bukhari yang menyebutkan bahwa para sahabat melakukan hal ini kepada anak-anak mereka.
  1. Membawa Bayi kepada Orang Saleh:
  • Tindakan Anas bin Malik yang membawa bayi saudaranya kepada Nabi ﷺ adalah contoh nyata dari adab meminta keberkahan dan doa dari orang saleh. Ini dilakukan bukan dengan keyakinan bahwa orang saleh bisa memberi manfaat atau mudharat, tetapi karena doa mereka lebih mustajab dan mereka adalah teladan yang baik.
  • Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa tindakan ini adalah untuk mencari keberkahan dari doa dan sentuhan Nabi ﷺ, yang merupakan kekhususan bagi beliau. Adapun untuk selain Nabi ﷺ, maka kita meminta doa kepada mereka karena keutamaan mereka, bukan karena mereka memiliki kekuatan gaib.
  1. Memberikan Nama yang Baik:
  • Nabi ﷺ menamai bayi tersebut dengan nama "Abdullah". Ini menunjukkan bahwa memberikan nama yang baik adalah hak anak yang harus ditunaikan orang tua. Nama "Abdullah" dan "Abdurrahman" adalah nama-nama yang paling dicintai oleh Allah ﷻ, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
  • Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menjelaskan secara panjang lebar tentang adab-adab kelahiran anak, termasuk di dalamnya adalah tahnik, akikah, dan memberikan nama yang baik.
  1. Sifat Lembut dan Rendah Hati Nabi ﷺ:
  • Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak segan melakukan pekerjaan sederhana seperti mengolesi unta, meskipun beliau adalah pemimpin umat. Ini adalah pelajaran tentang tawadhu' (rendah hati) dan tidak merasa gengsi untuk bekerja. Beliau juga sangat lembut dan perhatian kepada bayi yang baru lahir, bahkan meluangkan waktu untuk melakukan tahnik secara langsung.

Story Telling

Dari kisah ini, kita bisa membayangkan suasana di Madinah. Anas bin Malik, seorang pemuda yang melayani Nabi ﷺ, datang dengan gembira membawa kabar kelahiran putra dari saudaranya, Abu Thalhah dan Ummu Sulaim. Ia membawa bayi mungil itu ke hadapan Rasulullah ﷺ yang sedang sibuk bekerja.

Rasulullah ﷺ tidak menyuruhnya menunggu atau memanggil orang lain. Beliau langsung menyambut bayi itu dengan penuh kehangatan. Beliau bertanya tentang kurma, lalu mengunyahnya hingga lembut, dan menyuapkannya ke mulut bayi mungil itu. Bayi itu pun menikmatinya, dan Rasulullah ﷺ tersenyum, mendoakan kebaikan untuknya dan keluarganya.

Peristiwa sederhana ini menunjukkan betapa agungnya akhlak Nabi ﷺ. Beliau tidak pernah merasa terlalu sibuk atau terlalu tinggi untuk memperhatikan hal-hal kecil yang berarti bagi umatnya. Beliau memberikan teladan tentang bagaimana kita harus menyambut kelahiran anak dengan penuh sukacita, mendoakan mereka, dan memberikan nama yang baik.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Menghidupkan sunnah tahnik: Jika ada bayi yang baru lahir di keluarga atau lingkungan kita, usahakan untuk melakukan tahnik dengan kurma atau makanan manis lainnya, dan mendoakan keberkahan untuknya.
  2. Membawa bayi kepada orang saleh: Tidak mengapa membawa bayi kepada seorang alim atau ustadz yang dikenal baik agamanya untuk didoakan, selama hal itu tidak disertai keyakinan yang berlebihan.
  3. Memberikan nama yang baik: Segera berikan nama yang baik dan memiliki makna yang mulia untuk bayi yang baru lahir.
  4. Meneladani sifat tawadhu' Nabi ﷺ: Jangan merasa gengsi untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat, sekecil apa pun itu, dan jadilah pribadi yang lembut dan perhatian kepada orang lain, terutama anak-anak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?