Penjelasan Hadits Muslim No. 213 tentang Siksaan paling ringan penghuni neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa siksaan paling ringan yang dialami penghuni neraka pada hari kiamat pun sangat dahsyat: dua bara api diletakkan di bawah telapak kakinya, lalu otaknya mendidih karena panasnya. Ini menunjukkan betapa beratnya azab neraka, sehingga seorang mukmin wajib takut dan berusaha menjauhinya dengan iman dan amal saleh. Hadits ini juga menegaskan bahwa azab neraka itu nyata dan bersifat fisik, bukan sekadar kiasan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab Paling Ringan Siksaan Penghuni Neraka (no. 213), dari sahabat Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِي أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ

Terjemahan: "Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang diletakkan di bawah telapak kedua kakinya dua bara api, sehingga otaknya mendidih karenanya."

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan dahsyatnya azab neraka:

QS. Al-Hajj [22]: 19-20

هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ ٢٠ يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ

Terjemahan: "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar tentang Tuhan mereka. Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka, dan dituangkan air panas yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancurkan segala isi perut dan kulit mereka."

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan dahsyatnya azab neraka yang menembus tubuh manusia, sebagaimana hadits Nu'man bin Basyir ini menunjukkan azab yang mencapai otak.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk hadits yang menggambarkan betapa mengerikannya azab neraka. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa azab yang paling ringan pun tidak tertahankan oleh manusia. Beliau menjelaskan bahwa "akhmas" (أَخْمَص) adalah bagian tengah telapak kaki yang cekung, dan diletakkannya bara api di sana menyebabkan otak mendidih — ini adalah gambaran azab yang sangat berat meskipun disebut "paling ringan".

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa penyebutan "paling ringan" menunjukkan bahwa selain orang ini, penghuni neraka lainnya mengalami azab yang jauh lebih berat. Ini menunjukkan bahwa azab neraka bertingkat-tingkat sesuai dengan kadar kekufuran dan kemaksiatan seseorang.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan azab neraka bersifat fisik dan nyata, bukan hanya simbolik. Beliau juga menjelaskan bahwa panasnya bara api yang hanya dua butir itu mampu membuat otak mendidih, maka bagaimana dengan api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS. Al-Baqarah [2]: 24)?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung peringatan keras agar manusia menjauhi sebab-sebab masuk neraka, yaitu kekufuran dan kemaksiatan. Beliau juga menjelaskan bahwa seorang mukmin yang masih memiliki dosa mungkin saja masuk neraka sementara, namun azabnya tidak kekal.

Para ulama sepakat bahwa hadits ini shahih dan tidak ada perbedaan pendapat dalam menerimanya. Perbedaan hanya pada rincian: apakah orang ini adalah orang kafir yang kekal di neraka, atau orang mukmin yang berdosa? Jumhur ulama menjelaskan bahwa konteks hadits menunjukkan orang kafir, karena disebutkan dalam Kitab Iman dan bab tentang penghuni neraka yang kekal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu menyampaikan hadits ini dalam khotbahnya di hadapan manusia. Beliau adalah salah satu sahabat yang dikenal kejujurannya dan kedekatannya dengan Nabi ﷺ. Ketika beliau menyampaikan hadits ini, beliau menegaskan bahwa beliau mendengarnya langsung dari Rasulullah ﷺ.

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa para sahabat ketika mendengar hadits-hadits tentang azab neraka, mereka menangis dan bergetar hatinya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat memiliki rasa takut yang besar kepada Allah, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling taat. Ini menjadi pelajaran bagi kita agar tidak meremehkan dosa dan selalu bertaubat.

Kesimpulan Praktis

  1. Azab neraka itu nyata dan sangat pedih, bahkan yang paling ringan pun tidak tertahankan.
  2. Seorang mukmin wajib takut kepada azab neraka dan berusaha menjauhinya dengan iman yang benar dan amal saleh.
  3. Hadits ini memotivasi kita untuk bertaubat, memperbanyak istighfar, dan menjauhi dosa besar maupun kecil.
  4. Kita harus mengajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang dahsyatnya azab neraka agar mereka tumbuh dengan rasa takut kepada Allah.
  5. Jangan pernah meremehkan dosa, karena dosa kecil jika dilakukan terus-menerus bisa menjadi besar di sisi Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?