Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2128 tentang Peringatan keras bagi wanita berpakaian tapi telanjang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang dua golongan yang termasuk ahli neraka: (1) para penguasa atau petugas yang zalim yang memukul manusia tanpa hak, dan (2) wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang karena pakaiannya tipis, ketat, atau tidak menutup aurat dengan sempurna, serta berjalan dengan gaya yang menggoda. Keduanya diancam tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ yang sebagian tandanya sudah kita saksikan di zaman ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dengan sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian dan Perhiasan, Bab "Wanita yang Berpakaian tetapi Telanjang", nomor 2128. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman tentang pakaian dan aurat wanita:

لْيُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ

"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." (QS. Al-Ahzab [33]: 59)

Ayat ini menunjukkan perintah menutup aurat dengan sempurna, yang menjadi dasar larangan berpakaian tetapi hakikatnya telanjang.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna-makna dalam hadits ini secara rinci:

1. "Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat"

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kabar ghaib dari Nabi ﷺ tentang hal-hal yang akan terjadi di kalangan umatnya di masa mendatang. Beliau ﷺ menyebutkan dua kelompok ini sebagai peringatan agar umatnya menjauhi perbuatan tersebut.

2. Golongan pertama: "Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa ini mencakup para penguasa zalim dan aparatnya yang memukul manusia tanpa hak. Al-Qadhi 'Iyadh (yang dinukil oleh Imam An-Nawawi) menyebutkan bahwa ini adalah para penguasa yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menambahkan bahwa ini juga mencakup setiap orang yang menyiksa orang lain dengan kekuasaan yang dimilikinya.

3. Golongan kedua: "Wanita yang berpakaian tetapi telanjang"

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa maknanya adalah mereka memakai pakaian tetapi tidak menutup auratnya dengan sempurna, atau pakaiannya tipis sehingga memperlihatkan warna kulit, atau ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuh. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menambahkan bahwa ini juga mencakup pakaian yang pendek atau transparan.

4. "Mumilatun ma'ilatun" (condong dan membuat condong)

Imam An-Nawawi menyebutkan dua pendapat ulama tentang makna ini:

  • Pertama: Mereka condong kepada perbuatan maksiat dan membuat orang lain condong kepada maksiat.
  • Kedua: Mereka berjalan dengan gaya yang menggoda dan membuat orang lain tergoda.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah wanita yang berjalan dengan lenggak-lenggok yang menggoda, atau yang memakai wewangian yang menyengat ketika keluar rumah.

5. "Kepala mereka seperti punuk unta"

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah rambut yang disanggul atau diikat ke atas sehingga menyerupai punuk unta. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menambahkan bahwa ini termasuk gaya rambut yang dibuat tinggi atau besar sehingga menyerupai punuk unta.

6. Ancaman: "Tidak masuk surga dan tidak mencium baunya"

Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah ancaman yang sangat keras. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa ini menunjukkan besarnya dosa mereka, meskipun secara tekstual hadits ini bisa berarti mereka tidak masuk surga sama sekali, atau bisa juga berarti mereka tidak masuk surga pada awalnya (karena harus disiksa dulu). Yang jelas, ini adalah peringatan yang sangat serius.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Maka Nabi ﷺ menyebutkan di antaranya: "Dan akan muncul wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang." (HR. Muslim)

Para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin sering menyebutkan bahwa di zaman kita ini, kita telah menyaksikan bagaimana fenomena ini semakin meluas. Wanita-wanita yang memakai pakaian tipis, ketat, atau tidak menutup kepala dengan sempurna, padahal mereka mengira telah berpakaian. Ini adalah bagian dari tanda-tanda yang diberitakan Nabi ﷺ, dan kita harus berlindung kepada Allah dari fitnah ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi para pemimpin dan yang punya kuasa: Jangan menggunakan kekuasaan untuk memukul atau menyakiti orang lain tanpa hak. Berlaku adillah sebagaimana diperintahkan syariat.
  2. Bagi wanita muslimah: Hendaknya menutup aurat dengan pakaian yang memenuhi syarat: menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, tidak tipis, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian lawan jenis atau pakaian khas orang kafir.
  3. Bagi kaum pria: Hendaknya menjaga pandangan dan membantu menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dengan cara yang bijaksana.
  4. Bagi semua: Jauhilah gaya hidup yang mengikuti tren pakaian yang bertentangan dengan syariat, meskipun dianggap modis oleh masyarakat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.