Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2114 tentang Lonceng adalah alat musik setan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan larangan menggunakan lonceng (atau benda yang mengeluarkan bunyi gemerincing seperti lonceng) karena termasuk alat musik setan. Para ulama menjelaskan bahwa lonceng yang dimaksud adalah yang dipasang pada hewan atau pakaian, karena bunyinya dapat mengundang setan dan mengingatkan pada kemusyrikan. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk lonceng, terutama dalam perjalanan.

Rujukan Ulama & Dalil

Al-Qur'an:

QS. Al-A'raf [7]: 200

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Muslim no. 2114 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "الْجَرَسُ مَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ" (Lonceng adalah alat musik setan).

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (14/96) menjelaskan bahwa lonceng yang dimaksud adalah yang dipasang pada leher hewan atau pakaian. Beliau mengatakan: "Makna hadits ini adalah bahwa lonceng itu termasuk alat musik setan, karena bunyinya yang gemerincing dan mengundang setan. Oleh karena itu, dilarang memakainya."
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (10/446) menambahkan bahwa lonceng juga dilarang karena menyerupai kebiasaan orang-orang musyrik yang memasang lonceng pada hewan atau pakaian mereka sebagai jimat atau untuk mengusir setan, padahal justru sebaliknya.
  • Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Adabul Mufrad (no. 1233) dari Abu Hurairah bahwa malaikat tidak akan menemani rombongan yang membawa lonceng.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam bab larangan membawa lonceng dalam perjalanan. Para ulama dari kalangan salaf, seperti Al-Hasan al-Bashri dan Mujahid, menafsirkan bahwa lonceng adalah alat yang digunakan setan untuk mengganggu manusia. Bunyinya yang gemerincing dapat mengalihkan perhatian dari dzikir kepada Allah dan mengundang bisikan setan.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad (2/339) meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Malaikat tidak akan menemani rombongan yang membawa lonceng." Ini menunjukkan bahwa lonceng adalah sesuatu yang dibenci oleh malaikat dan disukai setan.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin (4/345) menjelaskan bahwa larangan ini mencakup semua jenis lonceng, baik yang dipasang pada hewan, pakaian, atau benda lainnya. Beliau juga menegaskan bahwa lonceng termasuk dalam kategori "mazamir" (alat musik) yang dilarang dalam Islam.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Malik membolehkan lonceng kecil pada hewan untuk keperluan penanda, namun pendapat yang lebih kuat adalah larangan mutlak berdasarkan keumuman hadits ini. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan (1/234) menegaskan bahwa lonceng adalah simbol setan dan harus dijauhi.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki yang membawa lonceng pada untanya. Beliau bersabda: "Singkirkanlah lonceng itu, karena ia adalah alat musik setan." (HR. Abu Dawud no. 2551). Kisah ini menunjukkan betapa tegasnya larangan ini, bahkan dalam urusan kecil sekalipun. Hikmahnya adalah bahwa seorang muslim harus selalu waspada terhadap hal-hal yang dapat mengundang setan, meskipun terlihat sepele.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan membawa lonceng dalam perjalanan atau memasangnya pada hewan, pakaian, atau kendaraan.
  2. Gantilah lonceng dengan benda lain yang tidak mengeluarkan bunyi gemerincing, seperti bel kecil yang tidak bernada atau tanda lain yang tidak dilarang.
  3. Jika terpaksa membawa lonceng, segera lepaskan atau ganti dengan yang lain.
  4. Perbanyak dzikir dan doa dalam perjalanan agar dilindungi dari gangguan setan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.