Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2104 tentang Larangan malaikat masuk rumah berisi anjing dan gambar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan dua pelajaran besar: pertama, malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar makhluk hidup; kedua, larangan memelihara anjing di dalam rumah (kecuali untuk kepentingan yang dibolehkan seperti berburu, menjaga ternak, atau menjaga tanaman) dan larangan membuat atau memiliki gambar makhluk hidup yang tidak dihormati. Hadits ini juga mengajarkan adab yang mulia dari Nabi ﷺ dan Aisyah radhiyallahu 'anha dalam menyikapi kejadian yang tidak terduga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian dan Perhiasan, Bab Larangan Menggambar Makhluk Hidup dan Larangan Memiliki Gambar yang Tidak Dihormati di Alas dan Sejenisnya, nomor 2104, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا

"Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya." (QS. An-Nur [24]: 27)

Ayat ini menunjukkan bahwa rumah memiliki kehormatan dan penghuninya memiliki hak, dan ini berkaitan dengan adab masuk rumah. Adapun hadits di atas menunjukkan bahwa malaikat pun memiliki ketentuan tersendiri dalam memasuki rumah.

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan memelihara anjing di dalam rumah dan larangan memiliki gambar makhluk hidup. Beliau juga menjelaskan bahwa para ulama membolehkan memelihara anjing untuk keperluan berburu, menjaga ternak, dan menjaga tanaman, berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa larangan malaikat masuk ke rumah yang ada gambar adalah karena gambar makhluk hidup termasuk perbuatan yang menyerupai ciptaan Allah, dan ini adalah dosa besar bagi yang membuatnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang perlu dipahami dengan baik:

1. Tentang Anjing di Dalam Rumah

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa memelihara anjing di dalam rumah tanpa kebutuhan yang dibenarkan syariat adalah terlarang. Hal ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memelihara anjing. Pendapat yang benar menurut jumhur ulama adalah boleh memelihara anjing untuk berburu, menjaga ternak, dan menjaga tanaman. Adapun selain itu, maka hukumnya haram berdasarkan hadits-hadits yang shahih."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti anjing itu najis secara mutlak, tetapi karena malaikat tidak masuk ke rumah yang ada anjing, dan ini adalah hikmah dari larangan tersebut.

2. Tentang Gambar Makhluk Hidup

Hadits ini juga menunjukkan bahwa malaikat tidak masuk ke rumah yang memiliki gambar makhluk hidup. Ini menunjukkan besarnya dosa membuat gambar makhluk hidup, karena hal itu menyerupai perbuatan menandingi ciptaan Allah.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan ini berlaku untuk gambar makhluk hidup yang memiliki ruh, baik berupa patung maupun lukisan, selama gambar tersebut tidak dihinakan (seperti gambar di alas duduk, bantal, atau karpet yang diinjak).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa hikmah larangan ini adalah untuk menutup pintu menuju kesyirikan, karena dahulu manusia mulai menyembah berhala setelah mereka membuat gambar orang-orang shalih dan mengagungkannya.

3. Tentang Adab dan Akhlak Nabi ﷺ

Dalam hadits ini, kita melihat bagaimana Nabi ﷺ bersikap tenang dan tidak terburu-buru menuduh. Beliau bertanya kepada Aisyah dengan lembut: "Wahai Aisyah, kapan anjing ini masuk ke sini?" Dan Aisyah menjawab dengan jujur: "Demi Allah, saya tidak tahu."

Ini menunjukkan adab yang indah dalam rumah tangga Nabi ﷺ, di mana suami istri saling menghormati dan tidak saling menuduh tanpa bukti.

4. Tentang Janji dan Ketepatan Waktu

Nabi ﷺ bersabda: "Tidak pernah Allah atau para rasul-Nya melanggar janji mereka." Ini menunjukkan bahwa Allah dan malaikat-Nya selalu menepati janji. Jika ada keterlambatan, pasti ada hikmah dan sebabnya.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dari sebagian ulama salaf tentang sikap mereka terhadap gambar. Diriwayatkan bahwa sebagian ulama dari kalangan tabi'in sangat berhati-hati dalam masalah gambar ini. Mereka tidak mau duduk di atas permadani yang ada gambar makhluk hidupnya, dan mereka tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar makhluk hidup.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang hukum menggambar, maka beliau menjawab dengan tegas bahwa hal itu terlarang, karena ini termasuk menandingi ciptaan Allah. Beliau juga sering mengingatkan bahwa orang yang paling berat siksaannya di hari kiamat adalah para pembuat gambar.

Kisah ini menunjukkan betapa seriusnya para ulama salaf dalam menjaga diri dari perbuatan yang dilarang ini, meskipun mereka hidup di zaman yang belum banyak gambar seperti zaman kita sekarang.

Kesimpulan Praktis

Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Tidak memelihara anjing di dalam rumah kecuali untuk kebutuhan yang dibolehkan syariat seperti berburu, menjaga ternak, atau menjaga tanaman.
  2. Menghindari membuat atau memiliki gambar makhluk hidup yang digantung di dinding atau dipajang, karena ini termasuk dosa besar dan menghalangi masuknya malaikat.
  3. Jika memiliki gambar makhluk hidup, maka sebaiknya dihilangkan atau dihinakan, seperti dipotong kepalanya atau dijadikan alas yang diinjak, sebagaimana dijelaskan para ulama.
  4. Menjaga kejujuran dalam rumah tangga, sebagaimana Aisyah radhiyallahu 'anha menjawab dengan jujur ketika ditanya Nabi ﷺ.
  5. Bersikap tenang dan tidak terburu-buru menuduh ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sebagaimana sikap Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.