Penjelasan Hadits Muslim No. 2085 tentang Larangan menyeret pakaian karena sombong

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang bahaya kesombongan, yang diwujudkan dengan menyeret pakaian (biasanya bagian bawah kain/sarung) hingga melebihi mata kaki. Ini bukan sekadar masalah model pakaian, tetapi masalah hati. Allah tidak akan memandang dengan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang melakukan perbuatan ini karena sombong. Hukuman ini khusus bagi yang melakukannya karena kesombongan, bukan karena kebiasaan atau tanpa maksud sombong.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan, dengan perbaikan harakat agar sesuai kaidah):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، وَزَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، كُلُّهُمْ يُخْبِرُهُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ"

Terjemahan: "Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya karena kesombongan." (HR. Muslim, no. 2085)

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. An-Nisa' [4]: 36

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Terjemahan: "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Ini adalah potongan dari QS. Luqman [31]: 18, mohon koreksi—saya akan perbaiki)

Koreksi: Ayat yang tepat adalah QS. Luqman [31]: 18:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Terjemahan: "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."

Rujukan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud "tidak melihat" adalah tidak melihat dengan pandangan rahmat, bukan berarti Allah tidak mengetahui atau tidak melihat secara mutlak. Allah Maha Melihat segalanya, tetapi ini adalah ancaman bahwa orang tersebut tidak akan mendapat rahmat dan kasih sayang Allah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari saat menjelaskan hadits-hadits tentang isbal (menjulurkan pakaian) menegaskan bahwa ancaman ini terkait dengan kesombongan. Jika seseorang menjulurkan pakaiannya tanpa kesombongan, maka ia tidak terkena ancaman ini, meskipun tetap lebih utama untuk tidak melakukannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Allah tidak melihat"

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksudnya adalah Allah tidak melihatnya dengan pandangan rahmat dan kasih sayang pada hari kiamat. Ini adalah bentuk ancaman yang sangat keras. Bukan berarti Allah tidak mengetahuinya—karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu—tetapi ini adalah bahasa ancaman yang bermakna "tidak mendapat rahmat."

2. Syarat terkena ancaman: karena kesombongan

Dalam riwayat lain (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar), Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." Para ulama sepakat bahwa ancaman ini khusus bagi yang melakukannya karena sombong.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa jika seseorang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki tanpa maksud sombong, maka ia tidak terkena ancaman ini, tetapi perbuatannya tetap menyelisihi sunnah. Yang lebih utama adalah menjaga pakaian tidak melebihi mata kaki bagi laki-laki, karena itu lebih bersih dan lebih selamat.

3. Bentuk kesombongan yang dimaksud

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah seseorang yang memanjangkan pakaiannya lalu menyeretnya di tanah dengan sikap angkuh dan membanggakan diri. Ini adalah perbuatan yang diharamkan dan termasuk dosa besar karena diancam dengan tidak dilihat oleh Allah.

4. Hikmah larangan ini

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kesombongan adalah penyakit hati yang merusak keimanan. Orang yang sombong tidak akan bisa menerima kebenaran dan tidak mau merendahkan diri di hadapan Allah. Oleh karena itu, Islam menutup semua jalan yang bisa mengantarkan kepada kesombongan, termasuk dalam hal berpakaian.

5. Pakaian yang dimaksud

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa ini berlaku umum untuk semua pakaian, tetapi yang paling sering disebut dalam hadits-hadits adalah kain sarung atau celana yang panjangnya melebihi mata kaki. Untuk wanita, mereka justru diperbolehkan memanjangkan pakaiannya karena itu lebih menutup aurat, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Ummu Salamah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu pernah melihat seorang laki-laki yang menjulurkan kainnya melewati mata kaki. Maka Abu Hurairah segera menginjak kain tersebut. Laki-laki itu berkata, "Mengapa engkau lakukan ini?" Abu Hurairah menjawab, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.'" (HR. Bukhari secara mu'allaq)

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat serius dalam menjaga diri dan orang lain dari perbuatan yang diancam oleh Nabi ﷺ. Mereka tidak ragu untuk menegur dan bahkan bertindak tegas dalam kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga pakaian agar tidak melebihi mata kaki bagi laki-laki, karena itu lebih selamat dan lebih bersih.
  2. Periksa hati—pastikan kita tidak memakai pakaian dengan maksud pamer, sombong, atau membanggakan diri.
  3. Jauhi segala bentuk kesombongan, karena ia adalah penghalang masuk surga. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi." (HR. Muslim)
  4. Jika terjatuh dalam perbuatan ini tanpa sadar, segera bertaubat dan perbaiki cara berpakaian.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan teman tentang adab berpakaian ini dengan cara yang lembut dan bijaksana.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?