Penjelasan Hadits Muslim No. 2032 tentang Sunnah menjilati jari setelah makan

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab mulia setelah makan: Nabi ﷺ menjilati tiga jari beliau setelah selesai makan. Ini menunjukkan anjuran menghabiskan makanan, tidak menyisakan remah, dan tidak mengusap tangan sebelum menjilatinya. Sikap ini adalah bentuk syukur atas rezeki dan menjauhi pemborosan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Minuman, Bab Disunnahkan Menjilati Jari dan Piring serta Makan Remah yang Jatuh Setelah Mengusap Apa yang Mengenainya dari Kotoran dan Makruh Mengusap Tangan Sebelum Menjilatnya (no. 2032). Perawi sahabat: Ka'b bin Malik رضي الله عنه.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَلْعَقُ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ مِنَ الطَّعَامِ

Terjemahan: "Aku melihat Nabi ﷺ menjilati tiga jarinya dari makanan."

Hadits pendukung dari Shahih Muslim juga menyebutkan perintah menjilati jari dan piring serta memakan remah yang jatuh, sebagaimana dalam riwayat Jabir bin Abdillah رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ memerintahkan menjilati jari dan piring, dan beliau bersabda: "Kalian tidak tahu di bagian makanan manakah terdapat keberkahan."

Ayat yang relevan tentang larangan berlebihan dan syukur:

QS. Al-A'raf [7]: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Dan makanlah serta minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Penjelasan Rinci

Hadits ini secara tegas menunjukkan bahwa menjilati jari setelah makan adalah sunnah yang dilakukan Nabi ﷺ. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa bab ini berisi anjuran menjilati jari dan piring, serta memakan remah yang jatuh, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan menghindari pemborosan. Beliau juga menyebutkan makruhnya mengusap tangan sebelum menjilatinya, karena itu menghilangkan keberkahan dan menyia-nyiakan sisa makanan yang menempel.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa) menegaskan bahwa perintah menjilati jari dan piring adalah bentuk tawadhu, syukur, dan menjauhi sikap sombong serta boros. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami perintah ini sebagai sunnah, bukan wajib.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa menjilati jari dilakukan dengan tiga jari yang biasa digunakan makan (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah), dan ini dilakukan sebelum mengusap tangan dengan tisu atau mencucinya. Beliau menekankan bahwa ini adalah adab yang penuh hikmah: menghargai nikmat Allah, membersihkan sisa makanan, dan meneladani Nabi ﷺ.

Adapun perbedaan riwayat: sebagian perawi menyebut "tiga jari", sebagian tidak menyebutkannya. Ini tidak mengurangi keabsahan hadits, karena riwayat yang menyebutkan "tiga" adalah tambahan yang diterima (ziyadah tsiqah). Imam Muslim sendiri meriwayatkan keduanya dalam bab yang sama, menunjukkan bahwa keduanya sahih dan saling melengkapi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ka'b bin Malik رضي الله عنه, seorang sahabat yang dikenal karena kejujurannya dalam peristiwa Perang Tabuk, memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ makan. Beliau melihat Nabi ﷺ menjilati tiga jarinya setelah makan. Ka'b bin Malik tidak hanya meniru, tetapi juga meriwayatkan kepada generasi berikutnya agar umat Islam meneladani adab ini. Para salaf seperti Sufyan ats-Tsauri dan Abdullah bin al-Mubarak dikenal sangat menjaga sunnah-sunnah kecil seperti ini, karena mereka memahami bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti Nabi ﷺ hingga dalam hal makan dan minum.

Kesimpulan Praktis

  1. Jilatlah jari setelah makan – gunakan tiga jari yang biasa dipakai makan, sebelum mengusap atau mencucinya.
  2. Jangan buru-buru mengusap tangan – biarkan sisa makanan di jari dan piring dihabiskan terlebih dahulu.
  3. Makanlah remah yang jatuh – selama masih bersih, ambil dan makanlah, karena di situ ada keberkahan.
  4. Jauhi pemborosan – menghabiskan makanan adalah bentuk syukur dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  5. Ajarkan adab ini kepada keluarga – agar sunnah tetap hidup dan keberkahan makanan terjaga.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?