Penjelasan Hadits Muslim No. 2029 tentang Adab memberi minum dimulai dari sebelah kanan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam memberi minum atau makanan: hendaknya dimulai dari orang yang berada di sebelah kanan, kemudian ke kanan lagi, dan seterusnya. Ini adalah bentuk penghormatan dan pengamalan sunnah Nabi ﷺ, meskipun yang di sebelah kiri memiliki kedudukan lebih tinggi. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ memberikan susu kepada seorang Arab Badui di sebelah kanannya, dan mengabaikan Abu Bakar yang berada di sebelah kirinya, demi mengajarkan bahwa hak orang di sebelah kanan lebih didahulukan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sertakan, dengan perbaikan harakat sesuai kaidah):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ، فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الأَعْرَابِيَّ وَقَالَ: "الأَيْمَنَ فَالأَيْمَنَ".

Makna: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah diberi susu yang telah dicampur air. Di sebelah kanan beliau ada seorang Arab Badui, dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar. Beliau minum, kemudian memberikan (sisa susu itu) kepada orang Arab Badui tersebut sambil bersabda: "(Berikanlah) kepada yang di sebelah kanan, kemudian kepada yang di sebelah kanan (lagi)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 2451, 2571, 5619) dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Rujukan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim (13/186) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya memulai dari arah kanan ketika memberikan minuman, makanan, dan sejenisnya. Beliau juga menukil kesepakatan ulama tentang keutamaan orang yang di sebelah kanan untuk didahulukan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Disunnahkan memulai dari kanan. Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa orang yang berada di sebelah kanan lebih berhak didahulukan daripada orang yang berada di sebelah kiri, meskipun orang yang di sebelah kiri lebih utama dan lebih tinggi kedudukannya." Ini karena Nabi ﷺ lebih mendahulukan Arab Badui yang tidak dikenal itu daripada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang merupakan orang paling mulia setelah para nabi.
  2. Sikap tawadhu' dan tidak memandang rendah orang lain. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga mengajarkan agar kita tidak merendahkan seseorang karena status sosialnya. Arab Badui yang sederhana tetap dihormati haknya oleh Nabi ﷺ.
  3. Adab dalam majelis. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (10/111) menjelaskan bahwa jika seseorang sedang minum atau makan bersama orang lain, maka hendaknya ia memberikan giliran kepada yang di sebelah kanan terlebih dahulu, kemudian ke kanan lagi, dan seterusnya. Ini berlaku selama tidak ada keperluan khusus yang mengharuskan berbeda.
  4. Hikmah di balik mendahulukan kanan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah ﷻ dan Rasul-Nya mencintai hal-hal yang baik dan mulia, dan memulai dari kanan adalah bagian dari kemuliaan dan keutamaan dalam Islam.

Story Telling

Ada kisah menarik yang berkaitan dengan adab ini. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang adab makan. Beliau bersabda: "Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian yang dekat denganmu." (HR. al-Bukhari no. 5376 dari Umar bin Abi Salamah).

Kisah ini menunjukkan bahwa sejak kecil para sahabat diajarkan adab yang mulia ini. Umar bin Abi Salamah—yang saat itu masih anak-anak—berada di bawah asuhan Nabi ﷺ, dan beliau langsung menegurnya dengan lembut ketika tangannya bergerak ke sana ke mari saat makan. Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ dalam mendidik umatnya tentang adab, termasuk adab mendahulukan kanan.

Kesimpulan Praktis

  1. Dahulukan orang yang berada di sebelah kanan ketika memberikan minuman, makanan, atau sesuatu yang lain.
  2. Jangan merendahkan orang lain karena status sosialnya; semua orang berhak diperlakukan dengan baik.
  3. Ajarkan adab ini kepada anak-anak sejak dini, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat kecil.
  4. Jika kita menjadi tuan rumah atau yang membagikan, perhatikan urutan kanan ke kiri dengan tertib.
  5. Niatkan dalam hati bahwa kita melakukan ini karena mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan menghormati hak sesama muslim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?