Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2022 tentang Adab makan: baca basmalah, pakai tangan kanan, ambil yang terdekat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan mencakup adab-adab penting dalam makan. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada seorang anak kecil tiga hal sekaligus: membaca basmalah sebelum makan, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan yang ada di dekat kita, bukan yang jauh di hadapan orang lain. Ini adalah pelajaran tentang dzikir, adab, dan akhlak mulia yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Minuman, Bab Adab Makan dan Minum, no. 2022, dari sahabat Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (Arab berharakat):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ، سَمِعَهُ مِنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ: كُنْتُ فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي: "يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ".

Terjemahan: Dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata: "Aku berada di bawah asuhan (perawatan) Rasulullah ﷺ, dan tanganku berkeliaran di dalam piring (mengambil makanan dari segala arah). Maka beliau ﷺ bersabda kepadaku: 'Wahai anak muda, sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu.'"

Dalil Pendukung:

  • QS. Al-A'raf [7]: 31 tentang larangan berlebih-lebihan dalam makan dan minum, yang menunjukkan bahwa Islam mengatur adab konsumsi.
  • Teks Arab: يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
  • Terjemahan: "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
  • Hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan jika minum, maka hendaknya ia minum dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim, no. 2020)

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini adalah landasan utama dalam pembahasan adab makan. Para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan secara rinci hukum dan hikmah dari ketiga perintah ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat komprehensif dalam mengajarkan adab. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga pelajaran utama:

  1. Perintah Membaca Basmalah (Menyebut Nama Allah):
  • Hukumnya adalah sunnah menurut jumhur (mayoritas) ulama, dan sebagian ulama mewajibkannya. Yang terkuat adalah pendapat bahwa membaca basmalah itu wajib, sebagaimana pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ibnu Hazm. Namun, bagi yang lupa, ia dianjurkan membaca "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya) ketika ia ingat, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
  • Hikmahnya adalah agar makanan yang kita makan menjadi berkah dan terhindar dari gangguan setan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa setan "bersekutu" dengan orang yang tidak menyebut nama Allah saat makan, sehingga makanan tersebut tidak membawa kebaikan.
  1. Perintah Makan dengan Tangan Kanan:
  • Ini adalah perintah yang menunjukkan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Bahkan, mayoritas ulama berpendapat bahwa makan dengan tangan kiri tanpa udzur (halangan) adalah perbuatan yang tercela dan haram, karena menyerupai setan.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil ijma' (kesepakatan) ulama tentang haramnya makan dengan tangan kiri bagi yang mampu menggunakan tangan kanan, kecuali jika ada udzur syar'i seperti sakit atau terluka.
  • Ini adalah bentuk penghormatan terhadap nikmat Allah dan pengagungan terhadap sunnah Nabi ﷺ.
  1. Perintah Makan dari Arah yang Terdekat:
  • Maksudnya adalah jangan mengambil makanan yang berada di hadapan orang lain, tetapi ambillah dari bagian piring yang paling dekat dengan kita.
  • Namun, para ulama mengecualikan buah-buahan dan makanan yang sejenisnya yang diletakkan di tengah, karena mengambilnya dari tengah adalah hal yang biasa dan tidak dianggap kurang adab.
  • Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa adab ini mengajarkan kita untuk tidak rakus dan tidak merebut hak orang lain. Ini adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Islam, yaitu menghormati hak orang lain dan tidak menampakkan sifat serakah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar menjelaskan bahwa hadits ini adalah bukti kesempurnaan ajaran Islam yang mengatur bahkan hal-hal kecil dalam kehidupan manusia, mulai dari niat (basmalah), cara (tangan kanan), hingga etika sosial (makan dari yang terdekat). Semua ini bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang berdzikir, beradab, dan tidak merugikan orang lain.

Story Telling

Umar bin Abi Salamah adalah anak dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ. Ia tumbuh dan besar di bawah pengawasan langsung Rasulullah ﷺ. Suatu hari, saat sedang makan bersama, tangannya yang masih kecil bergerak kesana-kemari di dalam piring untuk mengambil makanan yang ia sukai, bahkan dari tempat yang jauh darinya.

Melihat hal itu, Rasulullah ﷺ tidak langsung memarahinya dengan keras. Beliau ﷺ memanggilnya dengan panggilan yang lembut, "Yaa ghulaam" (Wahai anak muda), kemudian memberikan bimbingan yang sangat berharga. Beliau mengajarinya tiga hal sekaligus: memulai dengan nama Allah, menggunakan tangan kanan, dan tidak mengambil makanan yang bukan di hadapannya.

Perhatikanlah kelembutan Nabi ﷺ dalam mendidik anak kecil. Beliau tidak membentak, tidak mencela, tetapi memberikan arahan yang jelas dan mudah dipahami. Inilah metode pendidikan terbaik yang dicontohkan oleh baginda Nabi ﷺ, yang kemudian diikuti oleh para sahabat dan ulama setelahnya. Imam Sufyan bin 'Uyainah (salah satu perawi hadits ini) sering kali menyebutkan hadits-hadits adab seperti ini untuk mengajarkan akhlak kepada murid-muridnya, karena akhlak adalah bagian dari iman.

Kesimpulan Praktis

Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Selalu membaca basmalah sebelum makan dan minum. Jika lupa di awal, ucapkanlah "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" ketika teringat.
  2. Makan dan minumlah dengan tangan kanan. Jangan sekali-kali menggunakan tangan kiri tanpa udzur, karena itu meniru perbuatan setan.
  3. Ambillah makanan dari bagian yang terdekat dengan kita, sebagai bentuk adab dan menghormati hak orang lain yang duduk bersama kita.
  4. Ajarkan adab ini kepada anak-anak kita dengan cara yang lembut, sebagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada Umar bin Abi Salamah.
  5. Jadikan setiap aktivitas makan sebagai ibadah dengan menghadirkan niat untuk menguatkan badan agar bisa taat kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi