Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2019 tentang Larangan makan menggunakan tangan kiri

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah larangan tegas dari Nabi ﷺ untuk makan dengan tangan kiri. Hal ini karena tangan kiri adalah "tangan setan" yang digunakan olehnya, dan seorang mukmin diperintahkan untuk meniru adab yang baik serta menjauhi perilaku yang menyerupai setan. Larangan ini menunjukkan bahwa makan dengan tangan kanan adalah bagian dari petunjuk dan adab mulia dalam Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "لاَ تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ"

Terjemahan: "Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kiri." (HR. Muslim, Kitab al-Asyribah, Bab Adab Makan dan Minum, no. 2019)

Hadits Pendukung:

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

"إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ"

Terjemahan: "Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim, no. 2020)

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (13/191) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan haramnya makan dan minum dengan tangan kiri tanpa udzur (halangan). Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa makan dengan tangan kiri hukumnya haram bagi yang mampu menggunakan tangan kanan, kecuali jika ada udzur seperti sakit atau terluka.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Hukum Makan dengan Tangan Kiri

Imam an-Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa larangan dalam hadits ini menunjukkan keharaman, bukan sekadar makruh. Beliau berkata: "Hukumnya haram menggunakan tangan kiri untuk makan dan minum tanpa udzur, berdasarkan hadits-hadits shahih yang melarang hal tersebut." Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan Syafi'iyyah, Hanabilah, dan lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga menegaskan bahwa makan dengan tangan kiri termasuk perbuatan yang dilarang karena menyerupai setan, dan seorang mukmin diperintahkan untuk menyelisihi setan dalam segala hal.

2. Hikmah Larangan Ini

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hikmah larangan ini adalah:

  • Menghormati tangan kanan yang diciptakan Allah untuk hal-hal yang mulia
  • Menjauhkan diri dari meniru perbuatan setan
  • Melatih jiwa untuk selalu mengikuti petunjuk Nabi ﷺ dalam perkara sekecil apapun

3. Pengecualian Karena Udzur

Para ulama sepakat bahwa larangan ini berlaku bagi orang yang mampu menggunakan tangan kanan. Jika seseorang memiliki udzur seperti sakit, cacat, atau terluka pada tangan kanannya, maka ia boleh makan dengan tangan kiri. Ini berdasarkan kaidah syar'i: "Apabila ada udzur, maka yang terlarang menjadi dibolehkan."

4. Adab Makan Secara Umum

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa adab makan dalam Islam mencakup:

  • Membaca basmalah sebelum makan
  • Makan dengan tangan kanan
  • Makan dari sisi terdekat (tidak mengambil dari tengah piring)
  • Tidak mencela makanan
  • Mengambil makanan yang jatuh dan membersihkannya

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah melihat seorang laki-laki makan dengan tangan kirinya. Maka 'Umar berkata kepadanya: "Makanlah dengan tangan kananmu!" Orang itu menjawab: "Aku tidak mampu." 'Umar berkata: "Apa yang menghalangimu? Tidak ada yang menghalangimu kecuali kesombongan!" Maka orang itu pun makan dengan tangan kanannya. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Asyribah)

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan adab-adab yang diajarkan Nabi ﷺ, bahkan dalam perkara yang dianggap sepele oleh sebagian orang. Mereka tidak membiarkan kemungkaran kecil terjadi, karena semua itu adalah bagian dari agama.

Kesimpulan Praktis

  1. Makan dan minumlah dengan tangan kanan sebagai bentuk pengamalan sunnah Nabi ﷺ.
  2. Hindari makan dengan tangan kiri karena itu perbuatan setan dan dilarang dalam Islam.
  3. Jika memiliki udzur seperti sakit atau cacat pada tangan kanan, maka diperbolehkan menggunakan tangan kiri.
  4. Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak sejak dini, karena ini bagian dari pendidikan akhlak Islam.
  5. Jadikan setiap aktivitas sehari-hari sebagai ibadah dengan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi