Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa menyebut nama Allah (bismillah) ketika masuk rumah dan ketika makan menjadi penghalang bagi setan untuk ikut masuk dan ikut menikmati makanan kita. Sebaliknya, lalai dari menyebut nama Allah membuka pintu bagi setan untuk bersama kita di rumah dan di meja makan. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dzikir terhadap perlindungan diri dan keluarga.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Minuman, Bab Adab Makan dan Minum (no. 2018), dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Terjemahan: "Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, setan berkata: 'Kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam.' Namun jika ia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata: 'Kalian mendapat tempat bermalam.' Dan jika ia tidak menyebut nama Allah saat makan, setan berkata: 'Kalian mendapat tempat bermalam dan makan malam.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
QS. Al-Mu'minun [23]: 97-98
"Dan katakanlah, 'Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu wahai Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.'"
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran menyebut nama Allah saat masuk rumah dan saat makan, serta bahwa dzikir menjadi sebab terhalangnya setan dari ikut serta dalam urusan rumah dan makanan seseorang.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Dzikir saat masuk rumah. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa disunnahkan menyebut nama Allah ketika masuk rumah, dan ini mencakup ucapan "Bismillah" serta salam kepada penghuni rumah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. An-Nur [24]: 61 yang memerintahkan memberi salam kepada diri sendiri dan keluarga.
Kedua: Dzikir saat makan. Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "menyebut nama Allah" di sini maksudnya adalah mengucapkan "Bismillah" sebelum makan. Ini merupakan adab yang diajarkan Nabi ﷺ sebagaimana dalam hadits Umar bin Abi Salamah: "Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu" (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga: Makna "setan berkata". Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa setan benar-benar berusaha masuk ke dalam rumah dan ikut menikmati makanan manusia. Dzikir menjadi penghalang yang menghalangi setan dari tujuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa setan memiliki pengaruh nyata, bukan sekadar simbolisme.
Keempat: Kaitan antara rumah dan makanan. Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa rumah dan makanan adalah dua tempat utama yang menjadi target setan. Jika keduanya tidak dilindungi dengan dzikir, maka setan akan masuk dan merusak keberkahan rumah dan makanan tersebut.
Kelima: Perbedaan pendapat ulama. Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa hadits ini bersifat hakiki, artinya setan benar-benar berkata dan benar-benar masuk. Sedangkan sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah kinayah (kiasan) tentang pengaruh setan yang nyata. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat pertama, karena hadits ini menggunakan lafaz yang jelas tentang ucapan setan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah, seorang ulama besar tabi'ut tabi'in, sangat memperhatikan adab ini. Beliau selalu memulai setiap urusan dengan menyebut nama Allah, termasuk ketika masuk rumah dan ketika makan. Beliau pernah berkata bahwa dzikir adalah benteng seorang mukmin dari gangguan setan. Suatu ketika, beliau menginap di rumah seseorang, dan ketika masuk beliau mengucapkan bismillah, lalu ketika makan beliau juga mengucapkan bismillah. Tuan rumah merasa heran dan bertanya mengapa beliau selalu mengucapkan bismillah. Beliau menjawab bahwa ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang menjaga rumah dan makanan dari gangguan setan. Kisah ini menunjukkan bagaimana salafus shalih mengamalkan hadits ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan mengucapkan "Bismillah" ketika masuk rumah, disertai salam kepada keluarga.
- Ucapkan "Bismillah" sebelum makan dan minum, serta gunakan tangan kanan.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak agar menjadi kebiasaan.
- Ingatlah bahwa dzikir adalah perlindungan nyata dari gangguan setan.
- Jika lupa mengucapkan bismillah di awal makan, ucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" ketika ingat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.