Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah peringatan dan bimbingan dari Nabi ﷺ agar kita waspada terhadap bahaya api, terutama saat akan tidur. Api adalah musuh yang bisa membakar dan menghancurkan. Maka, sebelum tidur, kita diperintahkan untuk memadamkan sumber api yang masih menyala, seperti lampu, kompor, atau tungku, demi keselamatan diri, keluarga, dan harta benda.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Asyribah (Minuman), Bab Perintah Menutup Bejana dan Mengikat Tempayan serta Menyebut Nama Allah di Atasnya dan Memadamkan Lampu dan Api Saat Tidur serta Menjaga Anak-anak dan Hewan Setelah Maghrib, nomor hadits 2016.
Teks Hadits (Arab berharakat):
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الأَشْعَثِيُّ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَأَبُو عَامِرٍ الأَشْعَرِيُّ وَأَبُو كُرَيْبٍ - وَاللَّفْظُ لأَبِي عَامِرٍ - قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ احْتَرَقَ بَيْتٌ عَلَى أَهْلِهِ بِالْمَدِينَةِ مِنَ اللَّيْلِ فَلَمَّا حُدِّثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِشَأْنِهِمْ قَالَ " إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ "
Terjemahan: Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Sebuah rumah terbakar di Madinah pada malam hari atas penghuninya. Ketika peristiwa mereka dilaporkan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, 'Sesungguhnya api ini adalah musuh kalian. Maka apabila kalian tidur, padamkanlah api itu.'"
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
QS. Al-Baqarah [2]: 195
Artinya: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."
Ayat ini menunjukkan perintah untuk menjaga keselamatan diri dan tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan jiwa, termasuk membiarkan api menyala tanpa pengawasan.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung perintah untuk mengambil langkah-langkah pencegahan (saddu adz-dzari'ah) terhadap segala bentuk bahaya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil dianjurkannya memadamkan api dan lampu saat hendak tidur, karena hal itu termasuk menjaga diri dari kebinasaan. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Nabi ﷺ memerintahkan untuk menutup bejana, mengikat tempat air, dan memadamkan lampu, sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan dan bahaya lainnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Api adalah Musuh yang Nyata: Nabi ﷺ menyebut api sebagai "musuh" karena sifatnya yang merusak dan membahayakan. Ini adalah peringatan agar kita tidak meremehkan bahaya api. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa api adalah musuh karena ia bisa membakar tubuh, harta, dan rumah. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan tidak lengah terhadapnya.
- Perintah Memadamkan Api Saat Tidur: Perintah ini bersifat nadb (anjuran) dan irsyad (bimbingan) untuk keselamatan, bukan kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan. Namun, meninggalkannya berarti membuka pintu bahaya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah perintah ini adalah untuk menghindari kebakaran yang sering terjadi di malam hari saat penghuni rumah sedang tidur dan tidak mampu menyelamatkan diri.
- Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati: Hadits ini mengajarkan prinsip saddu adz-dzari'ah, yaitu menutup segala jalan yang dapat mengantarkan pada kerusakan. Ini adalah prinsip penting dalam Islam. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan banyak membahas tentang pentingnya pencegahan dan menghindari sebab-sebab kebinasaan. Membiarkan api menyala tanpa pengawasan adalah salah satu sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan.
- Menjaga Jiwa dan Harta: Islam sangat menjaga jiwa dan harta. Memadamkan api adalah salah satu bentuk penjagaan tersebut. Ini sejalan dengan kaidah fiqih yang disebutkan oleh para ulama, "Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat" (dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih).
- Adab-Adab Lain Sebelum Tidur: Dalam riwayat lain yang shahih, Rasulullah ﷺ juga memerintahkan untuk menutup pintu, menutup bejana, mengikat tempat air, dan memadamkan lampu sebelum tidur. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup tertib, aman, dan bersih. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda, "Tutuplah pintu, sebutlah nama Allah, karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Ikatlah tempat air kalian, sebutlah nama Allah, tutuplah bejana kalian, sebutlah nama Allah, walaupun kalian hanya meletakkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian." (HR. Bukhari dan Muslim).
Story Telling
Kisah ini mengingatkan kita pada peristiwa yang melatarbelakangi hadits ini. Sebuah rumah di Madinah terbakar pada malam hari. Penduduknya mungkin sedang terlelap, dan api dengan cepat melahap rumah tersebut. Ketika kabar ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau tidak hanya bersedih, tetapi langsung memberikan solusi dan bimbingan yang sangat praktis. Beliau tidak menyalahkan korban, tetapi mengajarkan umatnya untuk mengambil pelajaran dan mencegah kejadian serupa. Ini adalah contoh bagaimana Nabi ﷺ sangat perhatian terhadap keselamatan dan kemaslahatan umatnya dalam segala aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang tampak sepele seperti memadamkan lampu sebelum tidur.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:
- Biasakan memadamkan api (kompor, lilin, obat nyamuk bakar, dll.) dan mematikan alat-alat elektronik yang berpotensi menimbulkan kebakaran sebelum tidur.
- Tutup rapat tabung gas dan pastikan tidak ada kebocoran.
- Ajarkan anak-anak tentang bahaya api dan cara menghindarinya.
- Jadikan hadits ini sebagai pengingat bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan, bahkan hal-hal kecil sekalipun, demi kebaikan dan keselamatan kita.
- Jangan meremehkan bahaya kecil, karena bencana besar sering kali berawal dari kelalaian kecil.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.