Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah bimbingan Nabi ﷺ yang sangat indah tentang adab dan perlindungan diri. Beliau melarang kita membiarkan hewan ternak dan anak-anak keluar rumah pada waktu antara terbenamnya matahari hingga hilangnya "fahmah al-'isya'" (kegelapan pertama malam). Ini adalah langkah preventif agar keluarga dan harta kita selamat dari gangguan setan yang berkeliaran pada waktu tersebut. Ini bukan larangan mutlak, melainkan arahan kasih sayang untuk menjaga keselamatan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Asyribah (Minuman), Bab Perintah Menutup Bejana dan Menyebut Nama Allah, no. 2013, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman tentang musuh manusia, yaitu setan:
QS. Al-A'raf [7]: 27
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman."
Hadits lain yang menguatkan:
Dalam riwayat lain dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
"إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ..."
"Apabila malam telah tiba, atau kalian memasuki waktu sore, maka tahanlah anak-anak kalian (masuk ke rumah), karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Apabila telah berlalu sesaat dari malam, maka lepaskanlah mereka..." (HR. Al-Bukhari no. 3280 dan Muslim no. 2012)
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "fahmah al-'isya'" adalah gelapnya malam yang pekat di awal waktu isya. Beliau juga menyebutkan bahwa hikmah larangan ini adalah karena setan-setan berkeliaran pada waktu tersebut, dan dikhawatirkan mereka mengganggu anak-anak atau hewan ternak.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
- Makna "Fawasyi" (فَوَاشِي)
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "fawasyi" adalah hewan ternak yang dilepas untuk mencari makan, seperti unta, sapi, kambing, dan sejenisnya. Maksudnya adalah jangan biarkan hewan-hewan ini berkeliaran bebas di waktu tersebut.
- Makna "Fahmah al-'Isya'" (فَحْمَةُ الْعِشَاءِ)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah kegelapan yang sangat pekat di awal malam. Ini adalah waktu singkat setelah matahari terbenam hingga hilangnya mega merah di ufuk barat. Setelah waktu ini berlalu, kekhawatiran tersebut berkurang.
- Hikmah Larangan: Aktivitas Setan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa setan memiliki waktu-waktu tertentu di mana aktivitasnya lebih kuat. Salah satunya adalah saat matahari terbenam, karena ini adalah peralihan dari siang ke malam, dan setan memanfaatkan momen ini untuk menyebar dan mengganggu. Ini adalah perkara ghaib yang kita imani, bukan sekadar mitos.
- Bukan Larangan Mutlak, Tapi Bimbingan
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini adalah bimbingan Nabi ﷺ yang bersifat preventif (tindakan pencegahan). Tidak ada dosa jika seseorang keluar pada waktu tersebut karena suatu keperluan, tetapi yang terbaik adalah menghindarinya jika tidak ada kebutuhan mendesak. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.
- Perintah Menutup Bejana
Meskipun hadits yang disebutkan di atas adalah tentang hewan dan anak-anak, dalam bab yang sama Imam Muslim meriwayatkan hadits-hadits tentang perintah menutup bejana, mematikan lampu, dan menutup pintu saat malam tiba. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat lengkap dalam menjaga keselamatan lahir dan batin.
Pandangan ulama tentang hikmah di balik larangan ini:
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa syariat Islam sangat memperhatikan waktu-waktu di mana gangguan setan lebih dominan. Beliau menyebutkan bahwa waktu antara maghrib dan isya adalah waktu yang dianjurkan untuk beristirahat di rumah, menutup pintu, dan menyebut nama Allah, karena pada waktu itu setan-setan berkeliaran.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ"
"Apabila malam telah tiba, atau kalian memasuki waktu sore, maka tahanlah anak-anak kalian, karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Apabila telah berlalu sesaat dari malam, maka lepaskanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah, karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Ikatlah tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah, walaupun hanya dengan meletakkan sesuatu di atasnya. Dan padamkanlah lampu-lampu kalian." (HR. Al-Bukhari no. 5623 dan Muslim no. 2012)
Dalam riwayat lain, Jabir berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang tertutup, tidak membuka ikatan tempat air, tidak membuka tutup bejana, dan tidak membuka kain penutup wadah. Dan sesungguhnya tikus dapat membakar rumah kalian." (HR. Muslim no. 2013)
Hikmah dari kisah ini:
Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk selalu waspada dan mengambil langkah perlindungan, baik dari gangguan makhluk ghaib (setan) maupun makhluk nyata (tikus dan hewan lainnya). Ini menunjukkan kesempurnaan syariat yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
Kesimpulan Praktis
- Jaga anak-anak dan hewan ternak agar tidak keluar rumah pada waktu antara maghrib dan hilangnya fahmah al-'isya' (kegelapan pertama malam).
- Tutup pintu rumah dan sebut nama Allah saat menutupnya.
- Tutup bejana, wadah makanan dan minuman, serta ikat tempat air, sambil menyebut nama Allah.
- Padamkan lampu saat hendak tidur, karena api bisa menjadi sumber bahaya.
- Amalkan doa-doa perlindungan di waktu sore dan malam, seperti membaca Ayat Kursi, Al-Mu'awwidzat (Al-Falaq dan An-Nas), dan doa masuk waktu petang.
- Yakinlah bahwa semua ini adalah bimbingan Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang, bukan sekadar tradisi atau mitos.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.