Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1925 tentang Sekelompok umat Islam selalu menang dalam kebenaran

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung, yang memberitakan bahwa akan selalu ada sekelompok umat Islam yang tegak di atas kebenaran, tidak akan terkalahkan oleh siapa pun yang menentang mereka, hingga hari kiamat tiba. Kelompok inilah yang disebut ath-Thaifah al-Manshurah (golongan yang ditolong) atau al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat). Mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi ﷺ sesuai pemahaman para sahabat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

> وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran [3]: 104)

Ayat ini menunjukkan bahwa akan selalu ada kelompok yang menjalankan tugas dakwah dan amar ma'ruf nahi munkar, yang merupakan ciri dari golongan yang disebut dalam hadits.

Hadits:

Hadits yang Anda sebutkan (HR. Muslim no. 1925) adalah salah satu riwayat. Dalam riwayat lain yang lebih masyhur, dari Mughirah bin Syu'bah, Nabi ﷺ bersabda:

> لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ

"Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menang di atas kebenaran, hingga datang perintah Allah (hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan menang." (HR. Al-Bukhari no. 3641, Muslim no. 1920)

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (13/66) menjelaskan bahwa para ulama sepakat bahwa ath-Thaifah al-Manshurah ini adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Beliau juga menyebutkan bahwa mereka adalah para ulama yang berpegang teguh pada kebenaran, baik dalam ilmu maupun amal. Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Ahmad bin Hanbal bahwa beliau berkata, "Jika mereka bukan para ahli hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka."

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan kabar gembira sekaligus motivasi bagi umat Islam. Makna "selalu ada" (لَا تَزَالُ) menunjukkan bahwa kelompok ini tidak akan pernah punah hingga akhir zaman. Kata "الْغَرْبِ" (al-gharbi) dalam riwayat Sa'd bin Abi Waqqas ditafsirkan oleh para ulama sebagai "golongan yang kuat dan menang" atau "golongan yang terpilih", bukan semata-mata arah barat secara geografis. Imam an-Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa maknanya adalah mereka yang selalu menang dan unggul.

Siapa mereka?

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in seperti Al-Hasan al-Bashri, Muhammad bin Sirin, dan Sa'id bin al-Musayyib, serta ulama setelahnya seperti Imam Ahmad, Al-Bukhari, dan Ibn Hajar al-Asqalani, sepakat bahwa kelompok ini adalah Ahlul Hadits (para ahli hadits) dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam memurnikan ajaran Islam. Mereka adalah para ulama yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, menjauhi bid'ah, dan mengamalkan ilmu.

Mengapa mereka tidak terkalahkan?

Karena mereka berpegang pada kebenaran yang bersumber dari wahyu. Allah sendiri yang menjamin kemenangan mereka, meskipun secara jumlah mungkin sedikit. Kemenangan di sini bukan selalu berarti kekuasaan politik, tetapi bisa berupa kejayaan hujjah (argumentasi), keteguhan iman, dan keberkahan ilmu. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa kemenangan mereka bisa dalam bentuk ilmu dan hujjah, meskipun secara fisik mereka tertindas.

Pelajaran penting:

Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak putus asa melihat kondisi umat yang lemah. Kebenaran akan tetap ada dan dijaga oleh Allah melalui para pewaris nabi. Kita wajib berusaha menjadi bagian dari golongan ini dengan cara belajar ilmu yang benar, mengamalkannya, dan berdakwah sesuai kemampuan.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah, seorang ulama besar tabi'ut tabi'in, bahwa beliau ditanya tentang ath-Thaifah al-Manshurah. Beliau menjawab, "Menurutku, mereka adalah para ahli hadits." (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ta'liq). Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan para ulama yang menjaga sunnah. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ilmu agama yang benar adalah senjata utama untuk tetap tegak di atas kebenaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kebenaran Islam akan terus ada hingga akhir zaman, meskipun tantangan besar.
  2. Bergabunglah dengan kelompok yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
  3. Pelajari ilmu dari ulama yang terpercaya, terutama hadits dan aqidah, agar kita termasuk dalam golongan yang ditolong.
  4. Jangan takut dengan celaan orang-orang yang menentang kebenaran. Tetaplah istiqamah.
  5. Doakan diri sendiri dan kaum muslimin agar diberi keteguhan di atas kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.