Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1923 tentang Sekelompok umat selalu menang di atas kebenaran hingga kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa akan selalu ada sekelompok umat Islam yang istiqamah membela kebenaran dan mereka senantiasa mendapatkan pertolongan Allah hingga Hari Kiamat. Ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak akan pernah punah, dan umat ini tidak akan pernah bersepakat di atas kesesatan. Para ulama berbeda pendapat tentang siapa kelompok yang dimaksud, namun intinya adalah mereka adalah para penuntut ilmu, pejuang, atau ahli hadits yang istiqamah di atas sunnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat Shahih Muslim no. 1923):

حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَحَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ، قَالاَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ "

Terjemahan: Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang terus berjuang di atas kebenaran dan tetap menang hingga Hari Kiamat.'" (HR. Muslim no. 1923)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya dari jalur Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu dengan lafaz: "Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang menang di atas kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menentang mereka hingga datangnya Hari Kiamat." (HR. Bukhari no. 3641)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. At-Taubah [9]: 40

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ

"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."

Ayat ini menunjukkan jaminan pertolongan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang berjuang di atas kebenaran, sebagaimana Allah menolong Nabi ﷺ dan Abu Bakr di gua Tsur.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Thaifah" (sekelompok)

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang siapa "thaifah" (sekelompok) yang dimaksud dalam hadits ini. Beliau menyebutkan beberapa pendapat:

  • Imam al-Bukhari dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa mereka adalah ahli hadits (para penuntut dan penghafal hadits), karena mereka adalah orang-orang yang paling menjaga sunnah Nabi ﷺ.
  • Sebagian ulama berpendapat mereka adalah para mujahid (pejuang di jalan Allah).
  • Sebagian lain berpendapat mereka adalah ahli ilmu dan amal secara umum.

Imam an-Nawawi menguatkan bahwa pendapat yang paling tepat adalah mereka adalah gabungan dari berbagai kelompok — para ulama, ahli hadits, para pejuang, dan orang-orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar — yang senantiasa istiqamah di atas kebenaran.

2. Makna "Yuqatiluna 'alal haqq" (berjuang di atas kebenaran)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa "berjuang di atas kebenaran" mencakup perjuangan dengan pedang, dengan ilmu, dengan hujjah, dan dengan lisan. Yang terpenting adalah mereka berjuang di atas kebenaran — bukan di atas hawa nafsu, fanatisme golongan, atau kepentingan duniawi.

3. Makna "Zhahirina" (tetap menang)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa kemenangan yang dimaksud bisa berupa kemenangan yang nyata di dunia, atau kemenangan berupa keistiqamahan dan keteguhan hati meskipun secara lahiriah mereka tertindas. Yang penting, mereka tidak akan pernah kalah secara hakiki karena Allah senantiasa menolong mereka.

4. Hikmah dari hadits ini

  • Kebenaran tidak akan pernah punah — meskipun banyak yang menentang, akan selalu ada yang membela.
  • Umat ini tidak akan bersepakat di atas kesesatan — sebagaimana hadits lain yang diriwayatkan dari Ibnu Umar.
  • Motivasi untuk istiqamah — kita harus berusaha menjadi bagian dari kelompok yang disebut dalam hadits ini.
  • Jangan berputus asa — meskipun kebatilan tampak dominan, kemenangan akhir adalah milik kebenaran.

5. Perhatian para ulama terhadap hadits ini

Imam al-Bukhari rahimahullah menempatkan hadits ini dalam Shahih-nya pada beberapa tempat, menunjukkan perhatian besar beliau terhadap hadits ini. Imam Ahmad bin Hanbal juga sering menyebut hadits ini sebagai dalil bahwa ahli hadits adalah kelompok yang dimaksud. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah juga menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa para ahli hadits adalah kelompok yang selamat dan yang dimaksud dalam hadits.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya tentang hadits ini, "Siapakah kelompok yang dimaksud?" Beliau menjawab, "Jika bukan ahli hadits, aku tidak tahu siapa mereka."

Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan para penuntut ilmu dan penghafal hadits di sisi para ulama. Mereka adalah orang-orang yang menjaga sunnah Nabi ﷺ dari kepunahan, dan Allah menjadikan mereka sebagai hujjah bagi umat ini.

Kisah lain: Imam al-Bukhari rahimahullah pernah diuji dengan fitnah bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Beliau tetap teguh di atas pendirian Ahlus Sunnah bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah yang tidak diciptakan. Meskipun beliau diusir dan difitnah, beliau tetap istiqamah. Inilah contoh nyata "thaifah" yang berjuang di atas kebenaran dan tetap menang — kemenangan ilmiahnya diakui hingga hari ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kebenaran akan selalu ada — jangan pernah berputus asa meskipun kebatilan tampak dominan.
  2. Berusahalah menjadi bagian dari kelompok yang disebut dalam hadits — dengan menuntut ilmu, mengamalkannya, dan berdakwah di atasnya.
  3. Jangan mudah terprovokasi oleh perbedaan — fokus pada persatuan di atas kebenaran, bukan perpecahan di atas hawa nafsu.
  4. Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk terus istiqamah dalam ketaatan, meskipun banyak yang menentang.
  5. Pelajari dan amalkan sunnah Nabi ﷺ — karena para ulama menafsirkan kelompok ini sebagai orang-orang yang berpegang teguh pada sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.