Penjelasan Hadits Muslim No. 1921 tentang Sekelompok umat selalu menang hingga datang perintah Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa akan selalu ada sekelompok umat Islam yang senantiasa berada di atas kebenaran dan mendapatkan pertolongan Allah. Mereka tidak akan dirugikan oleh orang-orang yang menyelisihi atau memusuhi mereka. Keadaan ini berlangsung terus hingga datangnya "perintah Allah", yaitu hari kiamat atau hembusan angin yang mencabut nyawa setiap orang beriman. Ini menunjukkan bahwa kebenaran Islam tidak akan pernah punah, dan selalu ada pembawa panji kebenaran hingga akhir zaman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Kepemimpinan, Bab: Sabda Nabi ﷺ: "Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang tetap di atas kebenaran..." (HR. Muslim, no. 1921). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari jalur Al-Mughirah bin Syu'bah dengan lafaz yang semakna.

Dalam riwayat lain yang juga shahih, disebutkan sifat kelompok tersebut. Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, Nabi ﷺ bersabda:

> "لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ"

>

> "Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan perintah Allah. Tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan atau menyelisihi mereka, hingga datang perintah Allah sementara mereka tetap unggul atas manusia." (HR. Al-Bukhari, no. 3641 dan Muslim, no. 1037)

Al-Qur'an juga menegaskan jaminan Allah bagi orang-orang beriman, sebagaimana firman-Nya:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun." (QS. An-Nur [24]: 55)

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat tentang siapakah "sekelompok umat" (thā'ifah) yang dimaksud dalam hadits ini. Namun, semua pendapat tersebut kembali pada satu hakikat: mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Mu'awiyah bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Mereka adalah Ahlus Syam" (penduduk Syam). Namun, Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama lain menjelaskan bahwa ini hanyalah informasi pada masa itu, bukan pembatasan. Yang terpenting adalah sifat mereka, bukan tempatnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa kelompok yang dimaksud adalah Ahlul Hadits (para ulama yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah) dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam keyakinan, perkataan, dan perbuatan. Mereka adalah para pembela sunnah dari berbagai generasi.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di ketika menafsirkan ayat tentang jaminan pertolongan Allah, menjelaskan bahwa kemenangan ini tidak akan terwujud kecuali dengan terpenuhinya syarat yang disebutkan dalam ayat, yaitu beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Ini menunjukkan bahwa kemenangan yang dijanjikan berkaitan erat dengan kemurnian tauhid dan keikhlasan.

Adapun makna "hingga datang kepada mereka perintah Allah" — para ulama menafsirkannya dengan dua makna:

  1. Hari Kiamat, karena pada saat itu seluruh manusia akan mati dan hisab dimulai.
  2. Hembusan angin yang baik di akhir zaman, yang mencabut nyawa setiap orang yang di hatinya ada kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Nawwas bin Sam'an.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ, karena umat ini senantiasa memiliki kelompok yang menegakkan kebenaran sejak masa beliau hingga hari kiamat. Beliau juga menegaskan bahwa kelompok ini tidak akan terkalahkan oleh musuh-musuh mereka, dan ini adalah kabar gembira yang agung.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil perkataan Imam Al-Bukhari bahwa kelompok ini adalah Ahlul Ilmi (para ulama). Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat kelompok ini tidak terkhusus pada satu negeri, tetapi tersebar di berbagai tempat, dan yang terpenting adalah eksistensi mereka sebagai penjaga syariat.

Story Telling

Dahulu, ketika terjadi fitnah besar di kalangan umat Islam — terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, perang Jamal, dan perang Shiffin — banyak sahabat yang bingung dan bimbang. Di tengah kekacauan itu, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma justru menjauh dari hiruk-pikuk politik dan memilih fokus pada ibadah serta menjaga sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Suatu hari, ada yang bertanya kepadanya, "Wahai Ibnu Umar, mengapa engkau tidak ikut berperang bersama salah satu kubu?" Beliau menjawab dengan tenang, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jadilah engkau di belakangku, dan janganlah engkau memecah belah kaum muslimin.'" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Umar tidak memilih kubu yang bertikai, tetapi ia memilih menjadi bagian dari kelompok yang menjaga ilmu dan sunnah. Ia dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, sangat hati-hati dalam berfatwa, dan teguh di atas manhaj para sahabat. Inilah salah satu bentuk nyata dari "kelompok yang selalu menang" — bukan dengan pedang, tetapi dengan menjaga ilmu dan amal.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang siapa kelompok yang dimaksud dalam hadits ini. Beliau menjawab, "Jika mereka bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka lagi." Maksudnya, para ulama yang menjaga sunnah dan membela kemurnian ajaran Islam dari berbagai penyimpangan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kebenaran tidak akan punah. Selalu ada orang-orang yang Allah jaga untuk menegakkan agama ini hingga akhir zaman.
  2. Jadilah bagian dari kelompok tersebut dengan cara menuntut ilmu syar'i, mengamalkannya, dan berdakwah kepadanya sesuai kemampuan.
  3. Jangan bersedih atau putus asa ketika melihat banyaknya kebatilan dan orang-orang yang menyelisihi kebenaran. Ini justru sudah dikabarkan oleh Nabi ﷺ, dan kita diperintahkan untuk tetap istiqamah.
  4. Perbaiki tauhid dan keikhlasan, karena itulah syarat utama datangnya pertolongan Allah sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nur: 55.
  5. Bergabunglah dengan Ahlus Sunnah — orang-orang yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat — karena mereka adalah pewaris kelompok yang disebut dalam hadits ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?