Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 192 tentang Rendahnya kedudukan surga dan rahmat Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan kasih sayang Allah ﷻ yang begitu besar kepada hamba-Nya. Setelah seorang hamba dikeluarkan dari neraka karena iman dan syafaat, ia akan memohon kepada Allah agar tidak dikembalikan lagi ke neraka, dan Allah mengabulkan permohonannya. Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang beriman, meskipun berdosa besar, tidak akan kekal di neraka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Siapa yang Paling Rendah Kedudukannya di Surga", no. 192, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Lafadz lengkapnya:

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ، وَثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ أَرْبَعَةٌ فَيُعْرَضُونَ عَلَى اللَّهِ فَيَلْتَفِتُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: أَىْ رَبِّ إِذْ أَخْرَجْتَنِي مِنْهَا فَلاَ تُعِدْنِي فِيهَا، فَيُنْجِيهِ اللَّهُ مِنْهَا".

Artinya: "Akan keluar dari neraka empat orang dan akan dihadapkan kepada Allah. Salah satu dari mereka akan menoleh (kepada-Nya) dan berkata: 'Ya Tuhanku, ketika Engkau mengeluarkan aku dari neraka, jangan masukkan aku kembali ke dalamnya', dan Allah akan menyelamatkannya dari neraka."

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Maryam [19]: 71-72

وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا * ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Artinya: "Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut."

Ayat ini menjelaskan bahwa semua manusia akan melewati (al-wurud) neraka, namun orang-orang bertakwa akan diselamatkan. Ini sejalan dengan hadits di atas bahwa orang beriman yang berdosa akan dikeluarkan dari neraka setelah dibersihkan dosanya.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat di atas menunjukkan semua manusia akan melewati shirath (jembatan) di atas neraka, namun orang-orang mukmin akan diselamatkan oleh Allah. Beliau juga menukil pendapat para ulama salaf bahwa yang dimaksud "al-wurud" adalah melewati shirath, bukan masuk ke dalam neraka.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil bahwa orang-orang beriman yang berdosa besar akan dikeluarkan dari neraka setelah dibersihkan dosa-dosanya, dan tidak ada seorang pun yang beriman akan kekal di neraka.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah bagian dari hadits panjang tentang syafaat dan keluarnya orang-orang beriman dari neraka. Imam Muslim meriwayatkan hadits ini dalam beberapa riwayat yang saling melengkapi.

Makna Hadits:

  1. "Akan keluar dari neraka empat orang" – Ini adalah bagian dari hadits panjang yang menceritakan tentang orang-orang yang memiliki iman sebesar biji sawi atau sebesar zarrah (atom). Mereka akan dikeluarkan dari neraka setelah dosa-dosa mereka dibersihkan melalui siksa yang mereka terima.
  2. "Mereka dihadapkan kepada Allah" – Setelah dikeluarkan, mereka dihadapkan kepada Allah ﷻ dalam keadaan yang mulia. Ini menunjukkan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka setelah sebelumnya mereka merasakan siksa.
  3. "Salah satu dari mereka menoleh dan berkata: Ya Tuhanku, ketika Engkau mengeluarkan aku dari neraka, jangan masukkan aku kembali ke dalamnya" – Ini menunjukkan bahwa meskipun mereka telah merasakan siksa neraka, mereka masih memiliki rasa takut dan khawatir akan dikembalikan ke neraka. Mereka memohon dengan penuh harap dan rendah hati.
  4. "Allah akan menyelamatkannya dari neraka" – Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak akan mengembalikan orang yang telah dikeluarkan dari neraka ke dalamnya lagi.

Pandangan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (3/22-25) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka melakukan dosa besar, tidak akan kekal di neraka. Mereka akan dikeluarkan setelah dosa-dosa mereka dibersihkan, kemudian dimasukkan ke surga. Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berbeda dengan keyakinan Khawarij dan Mu'tazilah yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya rahmat Allah ﷻ. Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan sekecil apa pun. Orang yang memiliki iman sekecil biji sawi akan dikeluarkan dari neraka.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Allah ﷻ memiliki sifat rahmat yang luas. Meskipun seseorang telah berbuat dosa besar, jika ia meninggal dalam keadaan beriman, maka ia tidak akan kekal di neraka.

Hikmah dari Hadits:

  1. Besar kecilnya dosa tidak menghilangkan iman – Selama seseorang masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, meskipun ia berbuat dosa besar, ia tetap seorang mukmin dan tidak kekal di neraka.
  2. Siksa neraka adalah pembersih dosa – Bagi orang-orang beriman yang masuk neraka karena dosa-dosanya, siksa tersebut menjadi pembersih dosa mereka sehingga mereka keluar dalam keadaan bersih.
  3. Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya – Hadits ini menunjukkan bahwa rahmat Allah ﷻ sangat luas. Allah tidak ingin menyiksa hamba-Nya yang beriman, namun keadilan-Nya menuntut adanya pembersihan dosa.
  4. Motivasi untuk tidak berputus asa – Bagi orang yang merasa banyak berbuat dosa, hadits ini memberikan harapan bahwa selama ia masih beriman, ia tidak akan kekal di neraka. Namun ini bukan berarti kita boleh meremehkan dosa.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits panjang tentang syafaat:

"…Maka Allah ﷻ berfirman: 'Keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya terdapat iman seberat biji sawi.' Maka mereka dikeluarkan, lalu setelah itu Allah berfirman: 'Keluarkanlah orang yang di hatinya terdapat iman seberat zarrah (atom).' Maka mereka dikeluarkan…" (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian dalam kelanjutan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim ini, Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka mereka yang dikeluarkan itu dibawa ke sungai Al-Hayah (sungai kehidupan) di surga, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya benih di tepi aliran air. Tidakkah kalian melihatnya tumbuh kuning dan bengkok?"

Para sahabat menjawab: "Ya, wahai Rasulullah."

Beliau bersabda: "Maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya benih di tepi aliran air, dan mereka keluar dari neraka dalam keadaan putih bersih. Mereka memohon kepada Allah, maka Allah memberikan kepada mereka dunia dan segala isinya, namun mereka masih memohon tambahan. Hingga akhirnya Allah memberikan kepada mereka surga dan mereka pun masuk ke dalamnya."

Kisah ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah ﷻ. Orang yang memiliki iman sekecil zarrah saja tidak akan ditinggalkan di neraka. Bayangkan, jika iman sekecil zarrah saja bisa menyelamatkan seseorang dari kekekalan di neraka, maka betapa besar keutamaan iman yang sempurna dan amal shalih yang banyak.

Kesimpulan Praktis

  1. Pertahankan iman dalam hati – Iman adalah kunci keselamatan. Selama iman masih ada di hati, seseorang tidak akan kekal di neraka.
  2. Jangan meremehkan dosa – Meskipun orang beriman tidak kekal di neraka, namun siksa neraka sangatlah pedih. Jangan sampai kita meremehkan dosa sehingga harus merasakan siksa tersebut.
  3. Perbanyak amal shalih – Amal shalih adalah bekal yang akan menyelamatkan kita dari neraka dan memasukkan kita ke surga tanpa hisab.
  4. Jangan berputus asa dari rahmat Allah – Jika kita pernah berbuat dosa besar, jangan berputus asa. Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  5. Berdoa memohon keselamatan dari neraka – Perbanyak doa: "Allahumma ajirna minan naar" (Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.