Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang keutamaan berperang di laut (ghazwah bahriyah). Rasulullah ﷺ melihat dalam mimpinya sekelompok umatnya berjihad di lautan, dan mereka digambarkan seperti raja-raja di atas singgasana. Ummu Haram binti Milhan radhiyallahu 'anha meminta didoakan agar termasuk golongan tersebut, dan beliau mendoakannya. Namun ketika beliau terbangun kedua kalinya dan melihat hal yang sama, beliau bersabda bahwa Ummu Haram termasuk golongan yang pertama. Hadits ini menunjukkan keutamaan besar jihad di laut dan kejujuran wahyu Nabi ﷺ, karena Ummu Haram benar-benar ikut serta dalam ekspedisi laut di masa Mu'awiyah dan wafat dalam perjalanan tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Imarah (Kepemimpinan), Bab "Fadhlul Ghazwi fil-Bahr" (Keutamaan Berperang di Laut), no. 1912, dari jalur Yahya bin Yahya, dari Malik (Imam Malik bin Anas), dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang tidak berjihad (duduk) dengan pahala yang besar."
(QS. An-Nisa' [4]: 95)
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan jihad di laut dan mukjizat Nabi ﷺ karena apa yang beliau kabarkan terbukti terjadi. Beliau juga menyebutkan bahwa Ummu Haram wafat sebagai syahidah karena terjatuh dari hewan tunggangannya, dan ini adalah salah satu bentuk karamah dan kejujuran kabar Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Jihad di Laut
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim (12/201) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar berperang di laut. Beliau menukil bahwa sebagian ulama menyebutkan bahwa berperang di laut lebih utama daripada berperang di darat dalam kondisi tertentu, karena bahayanya lebih besar dan kesabarannya lebih berat. Namun yang benar menurut beliau, keutamaannya kembali kepada niat dan kondisi masing-masing.
2. Mukjizat Nabi ﷺ dan Kebenaran Kabar Beliau
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/38) ketika membahas hadits ini dari riwayat Bukhari, menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu. Maka apa yang dilihat Nabi ﷺ dalam tidurnya adalah kabar yang benar dari Allah. Dan benar terjadi, Ummu Haram ikut dalam ekspedisi laut pertama dalam Islam di masa kekhalifahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, yang dipimpin oleh Mu'awiyah dan 'Ubadah bin Shamit (suami Ummu Haram).
3. Adab Ummu Haram dalam Meminta Doa
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa sikap Ummu Haram yang meminta didoakan oleh Nabi ﷺ adalah bentuk adab yang baik. Beliau tidak meminta langsung kepada Allah tanpa perantara doa Nabi, karena doa Nabi ﷺ lebih mustajab. Ini menunjukkan bahwa meminta doa kepada orang shalih yang hidup adalah boleh, selama tidak mengandung unsur syirik atau keyakinan bahwa orang tersebut bisa memberikan manfaat secara langsung di luar kehendak Allah.
4. Hikmah Jawaban Nabi ﷺ: "Engkau Termasuk Golongan Pertama"
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Bahjatul Qulubil Abrar menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ ini mengandung hikmah: bahwa Allah telah menentukan siapa yang akan menjadi bagian dari pasukan pertama tersebut. Ummu Haram tidak termasuk karena Allah telah menetapkan dia sebagai bagian dari pasukan yang pertama, dan itu lebih utama. Ini juga menunjukkan bahwa tidak semua orang yang berkeinginan baik akan mendapatkan semua yang diinginkannya, tetapi Allah memberikan sesuai kehendak dan hikmah-Nya.
5. Kisah Ummu Haram dan Ekspedisi Laut Pertama
Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah (7/268) menceritakan bahwa ekspedisi laut pertama dalam Islam terjadi pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan, sekitar tahun 28 H. Ummu Haram ikut serta bersama suaminya 'Ubadah bin Shamit. Ketika kapal sampai ke Siprus dan mereka turun, Ummu Haram terjatuh dari hewan tunggangannya dan meninggal dunia. Beliau dimakamkan di sana, dan makamnya dikenal hingga hari ini.
6. Pelajaran tentang Kematian Syahid
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa kematian Ummu Haram karena terjatuh dari hewan tunggangannya dalam perjalanan jihad adalah termasuk syahid. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin yang keluar untuk berjihad di jalan Allah, apapun yang menimpanya selama dalam perjalanan tersebut, ia mendapat pahala syahid jika ia ikhlas.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu 'anhu mempersiapkan ekspedisi laut pertama ke Siprus, beliau mengajak serta para sahabat senior, termasuk 'Ubadah bin Shamit dan istrinya Ummu Haram. Ummu Haram ingat akan doa dan kabar Nabi ﷺ yang dulu disampaikan di rumahnya. Beliau pun bersemangat untuk ikut serta, karena yakin bahwa kabar Nabi ﷺ pasti benar.
Ketika kapal berlayar membelah lautan, Ummu Haram melihat pemandangan yang persis seperti yang digambarkan Nabi ﷺ: para sahabat berjihad di atas kapal, dan mereka tampak seperti raja-raja di atas singgasana. Beliau pun bersyukur dan merasa bangga bisa menjadi bagian dari pasukan yang diberitakan Nabi ﷺ.
Namun ketika kapal tiba di Siprus dan mereka turun, Ummu Haram terjatuh dari hewan tunggangannya dan meninggal dunia. Beliau wafat sebagai syahidah di tanah asing, jauh dari kampung halamannya. Makamnya di Siprus masih dikenal hingga hari ini, dan banyak orang yang berziarah ke sana.
Hikmah dari kisah ini: kejujuran kabar Nabi ﷺ, kesungguhan seorang wanita shalihah dalam meraih kebaikan, dan bahwa kematian di jalan Allah adalah kemuliaan yang tidak ternilai.
Kesimpulan Praktis
- Jihad di laut memiliki keutamaan besar dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.
- Mimpi para nabi adalah wahyu, dan kabar yang disampaikan Nabi ﷺ pasti benar dan terbukti terjadi.
- Boleh meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup, selama tidak meyakini mereka bisa memberikan manfaat di luar kehendak Allah.
- Keinginan untuk berbuat baik adalah awal dari kebaikan, dan Allah akan memberikan sesuai dengan keikhlasan dan ketetapan-Nya.
- Kematian dalam perjalanan jihad adalah syahid, meskipun bukan karena terbunuh di medan perang.
- Wanita juga memiliki peran dalam jihad dan kebaikan, sebagaimana Ummu Haram yang ikut serta dalam ekspedisi laut.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.