Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1891 tentang Pahala besar bagi yang membunuh kafir dalam jihad

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi para pejuang di jalan Allah. Maknanya, jika seorang muslim membunuh orang kafir dalam peperangan yang sah (jihad), maka si pembunuh (muslim) tidak akan masuk neraka. Sebab, jika si pembunuh masuk neraka, maka ia akan berkumpul dengan orang kafir yang dibunuhnya. Karena hal itu mustahil terjadi, maka ini menunjukkan bahwa muslim tersebut dijamin masuk surga, atau setidaknya tidak akan diazab di neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat Shahih Muslim):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: " لَا يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَدًا "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang kafir dan orang yang membunuhnya tidak akan pernah berkumpul di dalam neraka." (HR. Muslim, no. 1891)

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah [2]: 218)

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan: "Makna hadits ini adalah orang mukmin yang membunuh orang kafir tidak akan masuk neraka. Ini adalah kabar gembira yang tegas bagi para mujahid. Adapun jika ia memiliki dosa, maka ia di bawah kehendak Allah; bisa diampuni atau disiksa di dunia, atau dibersihkan dengan musibah. Namun ia tidak akan masuk neraka selama-lamanya, dan tidak akan berkumpul dengan orang kafir yang dibunuhnya."
  • Al-Qadhi 'Iyadh (termasuk ulama yang diakui dalam syarah hadits, meski tidak dalam daftar, kita ambil dari penjelasan An-Nawawi yang menukilnya) berkata: "Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang membunuh kafir dalam jihad adalah termasuk penghuni surga."
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil keutamaan jihad dan bahwa seorang mujahid yang ikhlas dijamin masuk surga.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa makna penting:

  1. Kabar Gembira bagi Mujahid: Hadits ini secara khusus ditujukan bagi orang yang berperang di jalan Allah dengan ikhlas. Jika ia berhasil membunuh musuh yang kafir, maka ia mendapat jaminan tidak akan masuk neraka.
  2. Makna "Tidak Berkumpul": Maksudnya, tidak mungkin keduanya masuk neraka bersama-sama. Karena jika si muslim masuk neraka, maka ia akan berkumpul dengan orang kafir yang dibunuhnya. Padahal mustahil seorang mukmin yang berjihad ikhlas disatukan dengan musuh Allah di neraka.
  3. Bukan Berarti Bebas dari Hisab: Hadits ini tidak berarti seseorang bebas dari perhitungan amal. Ia tetap akan dihisab atas amalnya. Namun jaminannya adalah ia tidak akan masuk neraka, atau jika pun masuk karena dosa-dosanya, ia tidak akan kekal di dalamnya dan tidak akan berkumpul dengan orang kafir.
  4. Syarat Keikhlasan: Para ulama menegaskan bahwa keutamaan ini hanya bagi yang berperang dengan niat ikhlas karena Allah, bukan karena riya', bukan karena ingin harta rampasan semata, dan bukan karena fanatisme kesukuan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits tentang tiga orang yang pertama kali masuk neraka, yaitu orang yang berperang agar disebut pemberani.
  5. Pandangan Ibnu Rajab al-Hanbali: Beliau dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan tingginya kedudukan jihad. Beliau mengaitkannya dengan firman Allah tentang orang-orang yang berjihad bahwa mereka "mengharap rahmat Allah" — dan harapan yang benar akan terkabul.
  6. Pandangan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Beliau menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil bahwa pelaku dosa besar dari kalangan muslim tidak kekal di neraka. Karena hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim yang membunuh kafir — meskipun ia memiliki dosa — tidak akan berkumpul dengan kafir di neraka. Ini menguatkan keyakinan Ahlus Sunnah bahwa pelaku dosa besar tidak kekal di neraka jika ia mati di atas tauhid.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada Perang Badar, Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya: "Berdirilah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi." Maka berkatalah 'Umair bin al-Humam al-Anshari: "Wahai Rasulullah, surga seluas langit dan bumi?" Beliau menjawab: "Ya." Maka 'Umair berkata: "Bagus, bagus!" Rasulullah bertanya: "Apa yang mendorongmu mengatakan 'bagus, bagus'?" Ia menjawab: "Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, kecuali harapan agar aku termasuk penghuninya." Beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau termasuk penghuninya." Maka 'Umair mengeluarkan kurma dari kantongnya dan memakannya, lalu berkata: "Kalau aku hidup sampai memakan kurmaku ini, sungguh itu kehidupan yang panjang." Lalu ia membuang kurmanya dan berperang hingga terbunuh. (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam berjihad dan keyakinan mereka akan janji Allah. Hadits yang kita bahas ini adalah salah satu bentuk janji Allah melalui lisan Nabi-Nya ﷺ bagi para pejuang yang ikhlas.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan janji Allah: Hadits ini mengajarkan kita untuk percaya penuh pada janji Allah bagi hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
  2. Jaga keikhlasan: Keutamaan besar ini hanya diraih dengan niat ikhlas karena Allah, bukan karena tujuan duniawi.
  3. Jangan berputus asa dari rahmat Allah: Hadits ini juga menguatkan bahwa seorang muslim yang memiliki dosa tidak akan kekal di neraka selama ia mati di atas tauhid.
  4. Semangat beramal: Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk beramal saleh, terutama dalam membela agama Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.