Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 189 tentang Kedudukan terendah penghuni surga

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang kedudukan terendah penghuni surga, yang digambarkan dengan kenikmatan yang luar biasa besarnya. Hadits ini mengajarkan kita tentang luasnya rahmat Allah dan betapa besarnya anugerah surga, bahkan untuk tingkatan yang paling rendah sekalipun.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Iman, Bab "Adna Ahli al-Jannah Manzilatan" (Kedudukan Terendah Ahli Surga), no. 189. Berikut adalah matan hadits lengkapnya:

<p>عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً؟ قَالَ: هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، فَيُقَالُ لَهُ: ادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمْ؟ فَيُقَالُ لَهُ: أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا؟ فَيَقُولُ: رَضِيتُ رَبِّ. فَيَقُولُ: لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ. فَيَقُولُ فِي الْخَامِسَةِ: رَضِيتُ رَبِّ. فَيَقُولُ: هَذَا لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ، وَلَكَ مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ وَلَذَّتْ عَيْنُكَ"</p>

Terjemahan: Dari al-Mughirah bin Syu'bah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Musa bertanya kepada Tuhannya, 'Apa kedudukan terendah penghuni surga?' Allah berfirman: 'Seorang laki-laki yang datang setelah penghuni surga dimasukkan ke dalamnya, lalu dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke surga.' Ia berkata: 'Wahai Tuhanku, bagaimana (aku masuk) sedangkan manusia telah menempati tempat-tempat mereka dan mengambil bagian-bagian mereka?' Dikatakan kepadanya: 'Apakah kamu rela jika kamu memiliki seperti kerajaan seorang raja dari raja-raja dunia?' Ia menjawab: 'Aku rela, wahai Tuhanku.' Allah berfirman: 'Bagimu itu, dan yang semisalnya, dan yang semisalnya, dan yang semisalnya, dan yang semisalnya.' Pada kali kelima ia berkata: 'Aku rela, wahai Tuhanku.' Allah berfirman: 'Ini bagimu dan sepuluh kali lipatnya, dan bagimu apa yang diinginkan jiwamu dan yang menyenangkan matamu.'"

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung yang menggambarkan luasnya rahmat dan karunia Allah kepada hamba-Nya. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar anugerah Allah, bahkan untuk tingkatan yang paling rendah sekalipun.

Beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Pertanyaan Nabi Musa 'alaihissalam: Ini menunjukkan bahwa para nabi pun memiliki rasa ingin tahu tentang kemuliaan surga. Ini adalah bentuk adab dan kecintaan mereka kepada Allah dan janji-janji-Nya.
  2. Kedudukan Terendah: Orang yang disebut dalam hadits ini adalah orang yang paling akhir masuk surga, namun Allah tetap memberinya kenikmatan yang luar biasa. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan surga dan selalu berharap kepada rahmat Allah.
  3. Perumpamaan Kerajaan Dunia: Allah memberikan perumpamaan dengan kerajaan seorang raja di dunia. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan dunia, meskipun besar, tidak ada apa-apanya dibandingkan kenikmatan surga. Bahkan, untuk tingkatan terendah sekalipun, Allah memberikan sepuluh kali lipat dari kerajaan dunia dan ditambah dengan apa yang diinginkan jiwa dan menyenangkan mata.
  4. Makna "Apa yang diinginkan jiwamu dan yang menyenangkan matamu": Ini adalah ungkapan yang sangat luas, mencakup segala kenikmatan yang tidak terbayangkan oleh manusia. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya At-Takhwif min an-Nar menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa kenikmatan surga tidak terbatas dan terus bertambah.
  5. Pelajaran tentang Ridha: Orang yang paling rendah kedudukannya di surga pun merasa ridha dan puas dengan apa yang diberikan Allah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu ridha dengan ketentuan Allah dan tidak berlebihan dalam berangan-angan.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa mengambil hikmah tentang betapa pemurahnya Allah. Bayangkan, seseorang yang datang paling akhir dan merasa tidak punya apa-apa, namun Allah memberinya kerajaan yang berlipat-lipat. Ini adalah gambaran tentang rahmat Allah yang melampaui batas akal manusia.

Kisah ini juga mengingatkan kita pada kisah seorang sahabat yang miskin dan sederhana, namun sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Ketika ia masuk surga, ia akan mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan oleh orang-orang kaya di dunia. Ini adalah bukti bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dengan harta, tetapi dengan ketakwaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah berdoa memohon surga dan berlindung dari neraka. Hadits ini menunjukkan betapa agungnya surga, sehingga kita harus selalu memohon kepada Allah untuk memasukkannya.
  2. Jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apapun. Karena bisa jadi amal itulah yang menjadi sebab kita masuk surga.
  3. Yakinlah bahwa rahmat Allah sangat luas. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, meskipun dosa kita banyak.
  4. Jadilah hamba yang selalu ridha dengan pemberian Allah. Karena ridha adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.