Bab Keutamaan Jihad dan Pertahanan
Shahih
حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَجُلاً، أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ أَىُّ النَّاسِ أَفْضَلُ فَقَالَ " رَجُلٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِمَالِهِ وَنَفْسِهِ " قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ " مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَعْبُدُ اللَّهَ رَبَّهُ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ " .
Telah diriwayatkan dari Abu Sa'id Khudri bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi (semoga keselamatan tercurah atasnya) dan berkata: Siapakah sebaik-baik manusia? Beliau menjawab: Seorang laki-laki yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Laki-laki itu kemudian bertanya: Siapa yang terbaik setelahnya? Beliau berkata: Yang terbaik setelahnya adalah seorang mukmin yang tinggal di celah gunung, menyembah Tuhannya dan menjauhkan manusia dari kejahatannya.