Penjelasan Hadits Muslim No. 1882 tentang Keutamaan perjalanan pagi dan sore untuk jihad

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan keutamaan besar berjuang di jalan Allah (jihad), khususnya perjalanan pagi (ghadwah) atau sore (rauhah) untuk menegakkan agama Allah. Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa satu perjalanan saja di jalan Allah lebih bernilai daripada seluruh dunia beserta isinya. Ini menunjukkan tingginya kedudukan jihad dan besarnya pahala bagi orang yang mengorbankan waktu dan tenaganya untuk agama Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, kitab al-Imarah, bab keutamaan ghadwah dan rauhah di jalan Allah.

Teks hadits yang disebutkan:

لَوْلَا أَنَّ رِجَالًا مِنْ أُمَّتِي... وَلَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Terjemahan: "Kalau bukan karena ada beberapa orang dari umatku... Dan sungguh satu perjalanan sore di jalan Allah atau satu perjalanan pagi lebih baik daripada dunia dan segala isinya."

Ayat yang berkaitan dengan keutamaan jihad dan perniagaan yang tidak merugi:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

QS. At-Taubah [9]: 111

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan (memberi) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan amal jihad di jalan Allah. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "ghadwah" adalah perjalanan di awal siang (pagi), sedangkan "rauhah" adalah perjalanan di akhir siang (sore). Keduanya disebutkan untuk menunjukkan bahwa waktu-waktu tersebut adalah waktu yang biasa digunakan untuk beraktivitas, sehingga jihad yang dilakukan pada waktu itu memiliki nilai yang sangat tinggi.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa makna "lebih baik dari dunia dan isinya" adalah bahwa pahala satu perjalanan jihad melebihi seluruh kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Ini karena jihad adalah amal yang paling utama setelah iman, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa puncak perkara adalah Islam, tiangnya shalat, dan puncaknya adalah jihad.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah membeli diri dan harta orang mukmin dengan surga, artinya mereka yang berjihad telah melakukan transaksi yang sangat menguntungkan. Dunia dan isinya tidak sebanding dengan pahala jihad, karena dunia akan binasa sedangkan pahala jihad kekal.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa jihad memiliki syarat dan aturan, tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Karena itu Rasulullah ﷺ menyebutkan "kalau bukan karena beberapa orang dari umatku" yang menunjukkan adanya kesulitan dan pengorbanan dalam jihad, sehingga tidak semua orang mampu melakukannya.

Para ulama seperti Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa jihad terbagi menjadi beberapa tingkatan, dan yang paling utama adalah jihad dengan jiwa dan harta di medan perang, namun juga termasuk jihad melawan hawa nafsu dan syaitan. Namun hadits ini secara khusus menyebutkan jihad di medan perang (qital) karena keutamaannya yang sangat besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang amal yang paling utama. Beliau menjawab, "Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya." Ketika ditanya lagi, beliau menyebutkan jihad di jalan Allah. Ini menunjukkan bahwa jihad memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

Dalam sebuah kisah, seorang pemuda datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad." Nabi bertanya, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab, "Ya." Nabi bersabda, "Kalau begitu, berjihadlah untuk berbakti kepada keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa jihad memiliki aturan dan tidak boleh dilakukan tanpa izin orang tua, kecuali dalam keadaan darurat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jihad di jalan Allah memiliki keutamaan yang sangat besar, melebihi seluruh dunia dan isinya.
  2. Satu perjalanan pagi atau sore untuk jihad lebih baik dari dunia dan seisinya, menunjukkan bahwa waktu dan tenaga yang dikorbankan untuk agama Allah akan dibalas dengan pahala yang sangat besar.
  3. Jihad harus dilakukan dengan ilmu dan aturan yang benar, tidak boleh sembarangan, dan harus mendapat izin dari pihak yang berwenang.
  4. Bagi yang belum mampu berjihad dengan jiwa dan harta, hendaklah berjihad melawan hawa nafsu dan syaitan, serta mendukung jihad dengan doa dan harta.
  5. Hendaklah kita selalu memohon kepada Allah agar diberi kemampuan untuk beramal sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?