Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan berangkat pagi (ghadwah) di jalan Allah, baik untuk jihad fisik maupun amal ketaatan lainnya. Satu kali perjalanan di pagi hari dalam rangka menegakkan agama Allah lebih bernilai dan lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia beserta isinya. Ini adalah motivasi besar bagi seorang muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu, terutama di pagi hari, untuk beramal saleh dan berjuang di jalan-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz bin Abi Hazim, dari ayahnya, dari Sahl bin Sa'd as-Sa'idi, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
> وَالْغَدْوَةَ يَغْدُوهَا الْعَبْدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
"Perjalanan yang dilakukan oleh seorang hamba di pagi hari (untuk jihad) di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. Muslim, no. 1881)
Penjelasan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (12/10) menjelaskan bahwa kata الْغَدْوَةَ (al-ghadwah) berarti perjalanan di awal pagi, yaitu antara shalat Subuh hingga terbit matahari. Yang dimaksud "di jalan Allah" mencakup semua amal ketaatan, terutama jihad fi sabilillah. Beliau menegaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang disediakan Allah bagi orang yang bersungguh-sungguh di jalan-Nya, meskipun hanya sebentar.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (6/6) ketika membahas hadits serupa dari Shahih al-Bukhari mengatakan bahwa makna "lebih baik dari dunia dan seisinya" adalah bahwa pahala dari amalan tersebut melebihi seluruh kenikmatan dunia yang fana, baik harta, tahta, maupun kesenangan lainnya.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (3/278) menjelaskan bahwa hadits ini mendorong umat Islam untuk memanfaatkan waktu pagi, karena pagi hari adalah waktu yang penuh berkah. Beliau juga menekankan bahwa "jalan Allah" tidak terbatas pada perang fisik saja, tetapi mencakup menuntut ilmu, berdakwah, dan semua bentuk ketaatan yang diniatkan untuk meninggikan kalimat Allah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Sahl bin Sa'd as-Sa'idi radhiyallahu 'anhu. Kata الْغَدْوَةَ (al-ghadwah) secara bahasa berarti perjalanan di awal pagi. Dalam konteks hadits, ini merujuk pada aktivitas seorang hamba yang keluar di pagi hari untuk berjuang di jalan Allah. Para ulama sepakat bahwa keutamaan ini tidak terbatas pada satu jenis amalan saja.
Imam al-Qurthubi (w. 671 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "dunia dan seisinya" mencakup seluruh kenikmatan duniawi yang bersifat sementara. Ketika Allah menjadikan satu amalan pagi di jalan-Nya lebih baik dari semua itu, maka ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan jihad dan amal saleh di sisi Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjah Qulub al-Abrar (hal. 87) menambahkan bahwa hadits ini juga mengandung motivasi untuk tidak malas dan bermalas-malasan. Seorang mukmin hendaknya bersemangat di pagi hari untuk beramal, karena pagi adalah waktu yang diberkahi. Beliau mengutip hadits lain: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." (HR. Abu Dawud, no. 2606, dari sahabat Shakhr al-Ghamidi).
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif (hal. 112) menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku umum bagi siapa saja yang keluar di pagi hari untuk ketaatan, baik itu untuk berjihad fisik, menuntut ilmu, berdakwah, atau membantu sesama muslim. Yang penting adalah niat yang ikhlas karena Allah.
Dengan demikian, hadits ini mengajarkan bahwa nilai sebuah amalan tidak diukur dari lama atau banyaknya secara fisik, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan. Satu langkah pagi di jalan Allah bisa mengalahkan seluruh kenikmatan dunia yang fana.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Seandainya manusia mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya' dan shalat Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak." (HR. al-Bukhari, no. 615; Muslim, no. 437)
Kisah ini menunjukkan betapa berharganya waktu pagi dan malam bagi seorang mukmin. Para sahabat radhiyallahu 'anhum sangat bersemangat memanfaatkan waktu pagi untuk beribadah dan berjihad. Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dalam kitab az-Zuhd meriwayatkan bahwa Mujahid bin Jabr (w. 104 H) berkata: "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bersemangat di waktu pagi untuk beramal saleh selain para sahabat Rasulullah ﷺ."
Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) juga pernah berkata: "Wahai anak Adam, sesungguhnya pagi harimu adalah tamu yang akan pergi. Maka muliakanlah tamumu dengan amal saleh." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam al-Ikhwan).
Kesimpulan Praktis
- Manfaatkan waktu pagi untuk beramal saleh, baik itu shalat, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, atau bekerja yang halal dengan niat ibadah.
- Niatkan setiap aktivitas di jalan Allah, agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
- Jangan meremehkan amalan kecil yang dilakukan di pagi hari, karena bisa jadi lebih berharga dari dunia dan seisinya.
- Jauhkan diri dari rasa malas, terutama di waktu pagi yang penuh berkah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.