Penjelasan Hadits Muslim No. 1856 tentang Baiat untuk tidak lari saat perang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa Bai'at Ridwan yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriah di Hudaibiyah. Jumlah sahabat saat itu adalah 1.400 orang, dan mereka berbai'at kepada Rasulullah ﷺ untuk tidak melarikan diri dari medan perang. Bai'at ini menunjukkan ketaatan, kesabaran, dan keteguhan hati para sahabat dalam menghadapi ujian, serta menjadi bukti keutamaan mereka yang disebut langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang Bai'at Ridwan:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

"Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat."

(QS. Al-Fath [48]: 18)

2. Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Imarah (Kepemimpinan), Bab Anjuran untuk Membai'at Imam Perang Saat Akan Berperang, no. 1856, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.

3. Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Bai'at Ridwan terjadi karena kabar bohong bahwa Utsman bin Affan telah dibunuh oleh kaum Quraisy. Maka Rasulullah ﷺ mengajak para sahabat untuk berbai'at membalas kematian Utsman, dan mereka semua menyambutnya dengan penuh semangat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat tentang jumlah sahabat, ada yang mengatakan 1.400 dan ada yang 1.500, namun yang masyhur dalam Shahih Muslim adalah 1.400.
  • Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keridhaan Allah atas para sahabat yang berbai'at, dan ini merupakan keutamaan besar yang tidak dimiliki oleh generasi setelah mereka.

Penjelasan Rinci

Latar Belakang Peristiwa Bai'at Ridwan:

Peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah ﷺ dan para sahabat berangkat ke Makkah untuk melakukan umrah, namun dihalangi oleh kaum Quraisy. Kemudian terjadi perundingan, dan tersiar kabar bahwa Utsman bin Affan yang diutus sebagai utusan telah dibunuh oleh Quraisy. Mendengar kabar ini, Rasulullah ﷺ bersumpah untuk tidak meninggalkan tempat itu sampai beliau menyelesaikan urusan dengan kaum Quraisy, lalu memanggil para sahabat untuk berbai'at.

Makna Bai'at dalam Hadits:

Jabir radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa bai'at mereka adalah untuk tidak melarikan diri dari medan perang, bukan bai'at untuk mati. Ini menunjukkan bahwa bai'at tersebut adalah komitmen untuk tetap teguh dan tidak lari, meskipun keadaan sulit. Namun tidak sampai pada tingkat bersumpah untuk mencari mati.

Hikmah dari Penjelasan Jabir:

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa penegasan Jabir ini penting untuk menunjukkan bahwa bai'at tersebut bukanlah perintah untuk bunuh diri atau mencari kematian, melainkan komitmen untuk bersabar dan tidak mundur dari medan perang. Ini mengajarkan bahwa dalam Islam, kita diperintahkan untuk berjuang dan bersabar, namun tidak boleh gegabah dalam mencari kematian.

Pelajaran tentang Kepemimpinan:

Hadits ini juga menunjukkan bahwa dalam situasi genting, seorang pemimpin (imam) perlu mengambil bai'at dari pasukannya untuk memperkuat tekad dan kesatuan. Ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ dalam mempersiapkan pasukan.

Keutamaan Para Sahabat:

Peristiwa ini menunjukkan keutamaan para sahabat yang disebut langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an. Syaikh as-Sa'di menjelaskan bahwa keridhaan Allah atas mereka adalah bukti keimanan dan keikhlasan mereka, dan ini menjadi dalil bahwa para sahabat adalah sebaik-baik generasi umat ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika kabar terbunuhnya Utsman bin Affan sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: "Kita tidak akan pergi sampai kita menyelesaikan urusan ini." Lalu beliau memanggil para sahabat untuk berbai'at.

Diceritakan bahwa Salim maula Abi Hudzaifah — yang dikenal sangat pemberani — ketika tiba gilirannya, ia berkata dengan penuh semangat. Dan ketika Umar bin Khattab melihat semangat para sahabat, ia berkata kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, ini adalah bai'at ridwan, di bawah pohon, untuk tidak lari dari medan perang."

Yang menarik, dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ ketika membai'at para sahabat, beliau menggunakan tangannya sendiri untuk mewakili Utsman yang sedang menjadi utusan di Makkah, seraya bersabda: "Ini adalah tangan Utsman." Maka bai'at pun dilakukan, dan Utsman mendapatkan keutamaan bai'at tersebut meskipun tidak hadir secara fisik.

Peristiwa ini menunjukkan betapa tingginya semangat pengorbanan para sahabat demi agama Allah, dan bagaimana Allah membalas kesabaran mereka dengan kemenangan yang dekat — yaitu Perjanjian Hudaibiyah yang menjadi pembuka kemenangan besar bagi umat Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Meneladani keteguhan para sahabat dalam memegang janji dan komitmen kepada pemimpin selama dalam ketaatan kepada Allah.
  2. Memahami bahwa jihad dan perjuangan membutuhkan kesabaran dan kesiapan, namun tidak boleh gegabah mencari kematian.
  3. Menghormati dan mencintai para sahabat karena mereka adalah generasi terbaik yang telah diridhai Allah.
  4. Menjaga persatuan dan kesatuan dalam menghadapi ujian, sebagaimana para sahabat bersatu di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ.
  5. Yakin bahwa pertolongan Allah akan datang setelah kesabaran, sebagaimana kemenangan datang setelah Bai'at Ridwan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?