Penjelasan Hadits Muslim No. 1804 tentang Doa ampunan bagi Muhajirin dan Ansar saat perang Khandaq

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa dan pujian Nabi ﷺ kepada para sahabat yang bersusah payah menggali Khandaq (parit) demi membela agama Allah. Beliau mengajarkan bahwa kehidupan yang hakiki dan kekal adalah kehidupan akhirat, bukan kehidupan dunia yang fana. Doa ini juga menunjukkan keutamaan besar kaum Muhajirin dan Anshar serta semangat pengorbanan mereka di jalan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jihad wa As-Siyar (Jihad dan Perjalanan), Bab Ghazwat Al-Ahzab Allati Hiya Al-Khandaq (Perang Ahzab yang dikenal dengan Perang Khandaq), nomor 1804. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَنَحْنُ نَحْفِرُ الْخَنْدَقَ وَنَنْقُلُ التُّرَابَ عَلَى أَكْتَافِنَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ، فَاغْفِرْ لِلْمُهَاجِرِينَ وَالأَنْصَارِ".

Terjemahan: Dari Sahl bin Sa'd, ia berkata: "Rasulullah ﷺ datang kepada kami ketika kami sedang menggali parit (Khandaq) dan mengangkut tanah di atas bahu kami. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ya Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat. Maka ampunilah kaum Muhajirin dan Anshar.'"

Dalil Al-Qur'an yang Relevan:

Firman Allah Ta'ala tentang hakikat kehidupan dunia dan akhirat:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-'Ankabut [29]: 64)

Penjelasan Rinci

Hadits ini terjadi pada peristiwa besar, yaitu Perang Khandaq (Ahzab) pada tahun ke-5 Hijriyah. Saat itu, kaum musyrikin Quraisy dan sekutu-sekutunya berkumpul untuk menyerang Madinah. Atas usul Salman Al-Farisi, Rasulullah ﷺ dan para sahabat menggali parit di sebelah utara Madinah sebagai benteng pertahanan.

Pertama: Makna Doa Nabi ﷺ

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ucapan Nabi ﷺ, "Laa 'aisya illa 'aisyul akhirah" (Tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat), bukan berarti menafikan kehidupan dunia secara mutlak. Maknanya adalah kehidupan yang sempurna, kekal, dan abadi hanyalah kehidupan akhirat. Adapun kehidupan dunia hanyalah sementara dan akan sirna. Ini adalah pengajaran dari Nabi ﷺ kepada para sahabatnya agar mereka tidak mengeluh dengan kelelahan dan kepayahan menggali parit, karena semua itu akan diganti dengan kenikmatan yang kekal di akhirat kelak.

Kedua: Keutamaan Muhajirin dan Anshar

Doa Nabi ﷺ, "Faghfir lil Muhajirina wal Anshar" (Maka ampunilah kaum Muhajirin dan Anshar), menunjukkan keutamaan besar kedua golongan ini. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini adalah pujian dan penghormatan bagi mereka yang telah berkorban jiwa dan harta di jalan Allah. Kaum Muhajirin meninggalkan kampung halaman dan harta benda mereka di Makkah demi mempertahankan iman, sedangkan kaum Anshar menerima dan menolong mereka di Madinah.

Ketiga: Semangat Pengorbanan Para Sahabat

Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa mereka menggali parit sambil mengangkut tanah di atas bahu mereka sendiri. Ini menunjukkan kerja keras dan keikhlasan para sahabat. Mereka tidak hanya berpangku tangan menunggu pertolongan, tetapi berusaha semaksimal mungkin. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menekankan bahwa seorang mukmin harus menggabungkan antara tawakal kepada Allah dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Keempat: Pelajaran tentang Kepemimpinan Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ tidak hanya menyuruh para sahabatnya, tetapi beliau ikut serta dalam penggalian parit tersebut. Ini adalah teladan kepemimpinan yang baik—seorang pemimpin harus berada di tengah-tengah umatnya, merasakan kesulitan mereka, dan memberikan semangat. Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Nabi ﷺ ikut mengangkut tanah dan bahkan beliau mengikatkan batu di perutnya karena menahan lapar, menunjukkan bahwa beliau benar-benar berpartisipasi dalam kesulitan tersebut.

Story Telling

Dalam riwayat lain yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ketika para sahabat menggali Khandaq, mereka bersenandung:

نَحْنُ الَّذِينَ بَايَعُوا مُحَمَّدًا ... عَلَى الْجِهَادِ مَا بَقِينَا أَبَدًا

"Kami adalah orang-orang yang telah berbaiat kepada Muhammad... untuk terus berjihad selama kami masih hidup."

Maka Nabi ﷺ menjawab dengan doa yang serupa, mendoakan kebaikan bagi mereka. Ini menunjukkan bahwa suasana kerja saat itu penuh dengan semangat dan kegembiraan, bukan keluhan. Mereka rela berkorban karena yakin akan janji Allah. Hikmahnya: ketika kita bekerja keras untuk kebaikan agama dan dunia yang halal, niatkanlah untuk akhirat, maka Allah akan memberikan keberkahan dan pahala yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Hakikat kehidupan adalah akhirat; dunia hanyalah persinggahan sementara. Maka jangan terlalu larut dalam kesenangan dunia hingga melupakan kewajiban kepada Allah.
  2. Bekerja keras dan ikhlas dalam kebaikan adalah sunnah para sahabat. Mereka tidak mengeluh saat berkorban di jalan Allah.
  3. Doa adalah senjata mukmin. Nabi ﷺ mendoakan para sahabatnya; kita pun hendaknya mendoakan kebaikan bagi sesama muslim, terutama mereka yang berjuang untuk agama Allah.
  4. Meneladani kepemimpinan Nabi ﷺ—seorang pemimpin harus turun langsung dan merasakan kesulitan yang dihadapi anggotanya.
  5. Menghargai jasa para sahabat—kita mencintai mereka dan memohonkan ampunan untuk mereka, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?