Penjelasan Hadits Muslim No. 1736 tentang Larangan berkhianat dan balasannya di Hari Kiamat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa setiap orang yang melakukan pengkhianatan—terutama dalam amanah, janji, dan muamalah—akan diberi tanda berupa bendera pada Hari Kiamat sebagai pengumuman terbuka atas pengkhianatannya. Tujuannya adalah agar seluruh manusia mengenal siapa yang berkhianat dan apa bentuk pengkhianatannya. Ini menunjukkan betapa besarnya dosa khianat dan betapa Islam sangat menjaga amanah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, Bab Tahrim al-Ghadr, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ

Terjemahan: "Setiap orang yang berkhianat akan memiliki bendera pada Hari Kiamat; dikatakan: Inilah pengkhianatan si fulan."

Hadits senada juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dengan lafaz:

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Ini adalah pengkhianatan si fulan."

Ayat yang berkaitan dengan larangan khianat:

QS. Al-Anfal [8]: 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mencakup semua bentuk pengkhianatan, baik terhadap Allah, Rasul, kaum muslimin, maupun janji dan amanah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa bendera ini adalah tanda kehinaan dan pengumuman dosa di hadapan seluruh makhluk. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa khianat adalah lawan dari amanah, dan amanah adalah pokok keimanan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan ancaman keras terhadap perbuatan khianat. Kata "ghadir" (غَادِر) berarti orang yang berkhianat, terutama dalam janji, amanah, atau kesepakatan. Pada Hari Kiamat, setiap pengkhianat akan diberi bendera (لِوَاء) yang menjadi tanda pengenal dosanya, lalu dikatakan: "Inilah pengkhianatan si fulan." Ini adalah bentuk kehinaan terbuka di hadapan seluruh manusia.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa bendera ini bukan sekadar simbol, tetapi pengumuman agar semua orang tahu siapa yang berkhianat dan apa bentuk pengkhianatannya. Semakin besar pengkhianatan, semakin besar pula bendera dan pengumumannya. Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini berlaku umum, baik pengkhianatan dalam urusan harta, janji, rahasia, maupun amanah kepemimpinan.

Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa amanah adalah salah satu pokok agama, dan khianat adalah sifat munafik. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menyebutkan bahwa khianat merusak keimanan seseorang, sedangkan amanah menyempurnakannya. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal juga menekankan pentingnya menepati janji dan menjaga amanah dalam muamalah.

Para ulama sepakat bahwa hadits ini mencakup semua bentuk pengkhianatan, tidak hanya dalam perang. Namun, dalam konteks bab "Jihad dan Perang", hadits ini menekankan larangan berkhianat dalam peperangan, seperti melanggar perjanjian damai, mencuri harta rampasan, atau tidak menepati kesepakatan dengan musuh. Al-Awza'i dan Al-Layts bin Sa'd menegaskan bahwa pengkhianatan dalam perang adalah dosa besar yang merusak citra Islam.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang sangat menjaga amanah. Beliau pernah dititipi rahasia oleh Nabi ﷺ dan tidak pernah membocorkannya. Dalam sebuah riwayat, Nabi ﷺ pernah memuji beliau karena kejujurannya. Hikmahnya: orang yang menjaga amanah akan dimuliakan, sedangkan orang yang berkhianat akan dihinakan di dunia dan akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhilah segala bentuk pengkhianatan, baik dalam janji, amanah, rahasia, maupun muamalah.
  2. Tunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, karena amanah adalah tanda keimanan.
  3. Jika pernah berkhianat, segera bertaubat dan minta maaf kepada yang dizalimi.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan masyarakat pentingnya kejujuran dan menepati janji.
  5. Ingatlah bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di Hari Kiamat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?