Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah bagian dari rangkaian panjang peristiwa Isra' Mi'raj yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Inti hadits ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang gambaran fisik Nabi Musa dan Nabi Isa 'alaihimas salam, serta penyebutan Malaikat Malik sebagai penjaga Neraka dan Dajjal. Ini menunjukkan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa yang benar dan nyata, dan Nabi ﷺ benar-benar melihat para nabi serta makhluk-makhluk besar Allah pada malam itu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks Arab hadits yang disebutkan dalam pertanyaan adalah bagian dari hadits panjang. Dalam Shahih Muslim, hadits ini diriwayatkan dari jalur Qatadah, dari Abu Al-'Aliyah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dengan redaksi yang lebih panjang.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ
"Hatinya (Nabi Muhammad) tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya."
(QS. An-Najm [53]: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa apa yang dilihat oleh Nabi ﷺ pada malam Isra' Mi'raj adalah benar dan beliau tidak berdusta tentangnya.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi Musa dan Nabi Isa 'alaihimas salam, serta gambaran fisik mereka yang dilihat oleh Nabi ﷺ. Beliau juga menjelaskan bahwa penyebutan Malaikat Malik dan Dajjal dalam konteks Isra' adalah bagian dari tanda-tanda besar yang diperlihatkan Allah kepada Nabi-Nya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Gambaran Fisik Nabi Musa 'alaihis salam
Nabi ﷺ menggambarkan Nabi Musa sebagai seorang yang tinggi (Adam) seperti orang-orang dari suku Syanu'ah. Suku Syanu'ah adalah kabilah Arab yang terkenal dengan postur tubuh yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa memiliki tubuh yang tinggi dan tegap. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan bahwa Nabi Musa adalah seorang yang memiliki fisik yang kuat, sesuai dengan tugasnya sebagai pemimpin Bani Israil.
2. Gambaran Fisik Nabi Isa 'alaihis salam
Nabi ﷺ menggambarkan Nabi Isa sebagai seorang yang berambut keriting (ja'dun) dan bertubuh sedang (marbu'un) - tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Ini menunjukkan bahwa Nabi Isa memiliki penampilan yang sedang dan tidak berlebihan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan kesederhanaan dan keindahan fisik Nabi Isa.
3. Penyebutan Malaikat Malik, Penjaga Neraka
Nabi ﷺ juga menyebutkan Malaikat Malik yang merupakan penjaga Neraka. Ini menunjukkan bahwa pada malam Isra', Nabi ﷺ diperlihatkan kepada Neraka dan penjaganya. Ini menjadi peringatan bagi umat tentang dahsyatnya Neraka dan pentingnya menjauhi perbuatan yang mengantarkan kepadanya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa penyebutan Malaikat Malik ini adalah untuk menunjukkan kekuasaan Allah dan peringatan bagi hamba-Nya.
4. Penyebutan Dajjal
Nabi ﷺ juga menyebutkan Dajjal dalam konteks Isra'. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah salah satu tanda besar yang akan muncul di akhir zaman. Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan Dajjal di sini adalah untuk memperingatkan umat tentang fitnahnya yang sangat besar.
Perbedaan Pemahaman:
Para ulama sepakat bahwa hadits ini adalah berita yang benar tentang apa yang dilihat Nabi ﷺ pada malam Isra'. Tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka tentang keabsahan dan makna dasar hadits ini. Perbedaan hanya terjadi pada detail-detail kecil yang tidak mempengaruhi inti ajaran.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menceritakan peristiwa Isra' kepada kaum Quraisy, mereka mendustakannya. Namun Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu langsung membenarkannya. Beliau berkata: "Jika Muhammad ﷺ yang mengatakannya, maka itu benar." Karena kejujuran dan pembenarannya ini, Abu Bakar dijuluki Ash-Shiddiq (yang membenarkan).
Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya membenarkan berita dari Nabi ﷺ tanpa keraguan, karena beliau adalah orang yang paling jujur dan tidak pernah berbohong. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. An-Najm [53]: 11 bahwa hati Nabi tidak mendustakan apa yang dilihatnya.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini kebenaran Isra' Mi'raj sebagai peristiwa yang nyata dan benar, bukan mimpi atau khayalan.
- Mengimani bahwa Nabi ﷺ benar-benar melihat para nabi pada malam Isra', termasuk Nabi Musa dan Nabi Isa 'alaihimas salam.
- Menjadikan peringatan tentang Neraka sebagai motivasi untuk meningkatkan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
- Mewaspadai fitnah Dajjal dengan mempelajari tanda-tandanya dan memperkuat iman.
- Meneladani sikap Abu Bakar ash-Shiddiq dalam membenarkan berita Nabi ﷺ tanpa keraguan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.