Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan dua hal penting: pertama, jika seseorang tanpa sengaja bersumpah dengan nama berhala (seperti Lat dan 'Uzza) karena kebiasaan jahiliah, maka ia harus segera mengucapkan kalimat tauhid, "Lā ilāha illallāh" sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan penolakan terhadap kesyirikan. Kedua, jika seseorang mengajak temannya untuk berjudi dengan ucapan "Ayo, saya berjudi denganmu," maka ia harus bersedekah sebagai penebus dosa dan bentuk penyesalan atas ucapan yang buruk tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman tentang larangan berjudi dan perintah menjauhinya:
QS. Al-Ma'idah [5]: 90
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Sumpah, Bab "Siapa yang Bersumpah dengan Lat dan al-'Uzza, Hendaklah Ia Mengatakan Tidak Ada Tuhan Selain Allah" (no. 1647), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan bersumpah dengan selain nama Allah, dan jika seseorang terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama berhala karena kebiasaan lama, maka ia harus segera menggantinya dengan kalimat tauhid sebagai bentuk istighfar dan pengagungan kepada Allah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
Pertama: Larangan bersumpah dengan selain nama Allah
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya I'lamul Muwaqqi'in menjelaskan bahwa bersumpah dengan selain nama Allah termasuk perbuatan yang dilarang, bahkan bisa menjadi syirik kecil jika dilakukan dengan pengagungan. Namun, jika seseorang mengucapkannya karena kebiasaan tanpa berniat mengagungkan berhala tersebut, maka ia tidak dihukumi kafir, tetapi ia wajib segera bertaubat dan mengucapkan kalimat tauhid.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa perintah mengucapkan "Lā ilāha illallāh" setelah bersumpah dengan nama berhala adalah sebagai penebus dan pembersih lisan dari ucapan yang buruk. Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga kemurnian tauhid dan kebersihan lisan seorang muslim.
Kedua: Larangan berjudi dan hukum mengucapkan ajakan berjudi
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa perintah bersedekah bagi orang yang mengucapkan "Ayo, saya berjudi denganmu" adalah sebagai bentuk kaffarah (penebus) atas ucapan buruk tersebut, meskipun ia tidak benar-benar berjudi. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat ketat dalam menjaga lisan dari hal-hal yang mengarah kepada perbuatan haram.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa judi (maysir) termasuk dosa besar yang disebutkan dalam Al-Qur'an bersama dengan khamr. Oleh karena itu, sekadar mengucapkan ajakan berjudi saja sudah dilarang, dan pelakunya dianjurkan bersedekah sebagai bentuk taubat dan pembersihan diri.
Ketiga: Hikmah di balik perintah ini
Imam As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah ﷻ sangat mencintai hamba-Nya yang menjaga lisan dan perbuatannya dari hal-hal yang buruk. Ketika seseorang terlanjur mengucapkan perkataan yang tidak baik, maka ia harus segera menggantinya dengan perkataan yang baik dan amal shalih, seperti bersedekah dan berdzikir kepada Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa pada masa jahiliah, orang-orang Arab terbiasa bersumpah dengan nama berhala mereka seperti Lat, 'Uzza, dan Manat. Ketika Islam datang, Rasulullah ﷺ melarang kebiasaan ini dan mengajarkan agar umatnya hanya bersumpah dengan nama Allah atau diam.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah berbuat syirik." (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa Islam datang untuk membersihkan segala bentuk kesyirikan dan kebiasaan buruk, sekaligus menggantinya dengan tauhid dan amal shalih. Para sahabat yang baru masuk Islam terkadang masih terbawa kebiasaan lama mereka, namun Rasulullah ﷺ dengan lembut mengajarkan mereka untuk segera mengganti ucapan buruk dengan ucapan yang baik.
Kesimpulan Praktis
- Jangan bersumpah dengan selain nama Allah. Jika terlanjur karena kebiasaan, segera ucapkan "Lā ilāha illallāh" dan bertaubat kepada Allah.
- Jauhi segala bentuk perjudian, termasuk sekadar mengucapkan ajakan berjudi. Jika terlanjur mengucapkannya, maka bersedekahlah sebagai penebus.
- Jaga lisan dari perkataan buruk, karena lisan yang baik akan membawa kebaikan, dan lisan yang buruk akan membawa keburukan.
- Segera ganti kebiasaan buruk dengan amal shalih, seperti berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak istighfar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.