Penjelasan Hadits Muslim No. 158 tentang Iman tak bermanfaat saat matahari terbit dari barat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang tiga tanda besar hari kiamat yang apabila telah muncul, maka pintu taubat dan penerimaan iman bagi orang yang belum beriman akan tertutup. Ketiga tanda tersebut adalah terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal, dan keluarnya binatang melata (Dabbah) dari bumi. Ini adalah peringatan keras agar kita segera beriman dan beramal saleh sebelum semuanya terlambat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab "Bayani Waqti Alladzi La Yuqbalu fihi Al-Iman" (Penjelasan Waktu yang Tidak Diterima Iman), no. 158, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, 'Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu.'" (QS. Al-An'am [6]: 158)

Ayat ini adalah penegasan langsung dari Allah tentang makna hadits tersebut. Para ulama, termasuk Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menjelaskan bahwa "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf telah menjelaskan makna hadits ini secara mendalam. Berikut poin-poin pentingnya:

  1. Makna "Tiga Hal": Yang dimaksud adalah tiga tanda besar kiamat yang disebutkan dalam sabda Nabi ﷺ. Kemunculan salah satunya saja sudah cukup untuk menutup pintu taubat, namun Nabi ﷺ menyebutkan tiga hal ini untuk menunjukkan betapa besar dan pentingnya peristiwa tersebut.
  2. Terbitnya Matahari dari Barat: Ini adalah tanda pertama yang disebutkan. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil kesepakatan ulama bahwa yang dimaksud dengan "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam QS. Al-An'am adalah terbitnya matahari dari barat. Peristiwa ini akan terjadi sekali saja, kemudian matahari kembali terbit dari timur. Setelah peristiwa ini, pintu taubat ditutup dan iman orang kafir tidak lagi diterima.
  3. Munculnya Dajjal: Dajjal adalah fitnah terbesar di akhir zaman. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa disebutkannya Dajjal dalam konteks ini menunjukkan dahsyatnya fitnahnya. Namun, perlu dipahami bahwa iman orang yang belum beriman saat Dajjal muncul tidak akan diterima karena ini adalah bagian dari tanda-tanda besar yang telah diberitakan.
  4. Keluarnya Dabbah (Binatang Melata): Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Dabbah ini akan keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia. Ia akan menandai orang-orang mukmin dan kafir. Ini adalah tanda yang sangat mengerikan dan menjadi bukti kekuasaan Allah.
  5. Hikmah Penutupan Taubat: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa hikmahnya adalah karena setelah tanda-tanda besar ini muncul, maka keimanan seseorang tidak lagi didasarkan pada keyakinan hati terhadap yang ghaib, melainkan karena telah menyaksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri. Iman seperti ini tidak lagi bernilai di sisi Allah, karena ujian keimanan di dunia adalah beriman kepada yang ghaib.
  6. Pendapat Ulama Tentang Urutan: Para ulama berbeda pendapat tentang urutan keluarnya tanda-tanda ini. Sebagian berpendapat matahari terbit dari barat lebih dahulu, sebagian lagi berpendapat Dajjal lebih dahulu. Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa pendapat yang lebih kuat menurut sebagian ulama adalah Dajjal muncul lebih dahulu, kemudian Dabbah, lalu matahari terbit dari barat. Namun, yang terpenting adalah kita meyakininya secara global dan mempersiapkan diri.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, seorang ulama besar dari kalangan tabi'in, sering kali menangis ketika membicarakan tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Beliau sangat takut jika ajal menjemputnya dalam keadaan belum siap. Suatu ketika, beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan pernah bisa mengelabui Allah. Maka bersiap-siaplah untuk hari di mana amalan-amalan kalian akan diperlihatkan. Sungguh, seorang mukmin itu di dunia seperti orang yang berada di penjara, ia tidak akan merasa aman hingga berjumpa dengan Rabbnya."

Kisah ini menunjukkan bagaimana generasi terbaik umat ini sangat serius dalam mempersiapkan diri menghadapi hari akhir. Mereka tidak menunda-nunda taubat dan amal saleh, karena mereka paham betul bahwa pintu taubat bisa tertutup kapan saja, baik dengan datangnya kematian maupun dengan munculnya tanda-tanda besar kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera Beriman dan Beramal Saleh: Jangan menunda-nunda untuk beriman kepada Allah dan melakukan amal kebaikan. Hari ini adalah kesempatan kita, belum tentu esok.
  2. Tidak Menunda Taubat: Jika memiliki dosa, segeralah bertaubat dengan taubat nasuha (taubat yang tulus) sebelum datangnya kematian atau tanda-tanda besar kiamat.
  3. Meyakini Tanda-Tanda Kiamat: Ini adalah bagian dari rukun iman, yaitu beriman kepada hari akhir dan segala peristiwanya, termasuk tanda-tanda besarnya.
  4. Menjauhi Fitnah Dajjal: Jauhkan diri dari hal-hal yang menyerupai fitnah Dajjal, seperti syubhat (kerancuan pemikiran) dan syahwat (hawa nafsu) yang menyesatkan.
  5. Memperbanyak Doa: Mohonlah kepada Allah agar diberi keteguhan iman hingga akhir hayat dan dilindungi dari fitnah Dajjal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?