Shahih Muslim · Kitab Iman · No. 152

Bab Kewajiban Beriman kepada Risalah Nabi Muhammad ﷺ kepada Seluruh Manusia dan Naskh Agama dengan Agamanya

Shahih

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏"‏ مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"‏ ‏.‏

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang nabi pun di antara para nabi kecuali telah diberikan tanda-tanda yang serupa yang diimani oleh manusia. Dan sesungguhnya yang aku terima adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku. Aku berharap bahwa aku akan menjadi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat."