Penjelasan Hadits Muslim No. 1466 tentang Anjuran menikahi wanita karena agamanya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika seseorang memilih calon istri, ada empat hal yang biasanya menjadi pertimbangan manusia: harta, kedudukan, kecantikan, dan agama. Namun Nabi ﷺ mengarahkan agar prioritas utama adalah agama. Bukan berarti tiga hal lain dilarang dipertimbangkan, tetapi agama harus menjadi penentu utama, karena agama akan menjaga keharmonisan rumah tangga di dunia dan akhirat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab ar-Radha' (Menyusui), Bab Istihbab Nikah Dzati ad-Din (Anjuran Menikahi Wanita yang Beragama), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Terjemahan: "Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, (jika tidak) maka tanganmu akan berdebu (yakni engkau akan merugi)."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

QS. An-Nisa' [4]: 19

Terjemahan: "Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut (baik)."

Juga:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

QS. Al-Hujurat [49]: 13

Terjemahan: "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk hadits yang sangat masyhur dan menjadi rujukan utama dalam bab pernikahan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah: pada umumnya manusia menikahi wanita karena salah satu dari empat alasan tersebut, dan alasan yang paling utama serta patut dijadikan tujuan adalah agama. Beliau menegaskan bahwa kata "fazhfar" (maka raihlah/pilihlah) menunjukkan perintah untuk mengutamakan wanita yang baik agamanya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan empat sifat ini bukanlah larangan menikahi wanita karena harta, kedudukan, atau kecantikan. Akan tetapi, Nabi ﷺ mengarahkan agar agama menjadi pertimbangan yang paling dominan. Sebab, harta bisa habis, kecantikan bisa memudar, dan kedudukan bisa hilang. Sedangkan agama akan tetap menjadi penjaga keutuhan rumah tangga.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menyebutkan bahwa memilih pasangan yang baik agamanya adalah sebab utama keberkahan rumah tangga. Wanita yang salehah akan membantu suami dalam ketaatan, menjaga amanah, mendidik anak-anak dengan baik, dan menjadi penopang ketika suami menghadapi kesulitan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa kata "taribat yadak" (semoga tanganmu berdebu) dalam bahasa Arab adalah ungkapan yang bermakna dorongan kuat, bukan doa keburukan. Maknanya: jika engkau tidak memilih yang beragama, maka engkau akan menyesal dan merugi.

Para ulama dalam daftar yang disebutkan sepakat bahwa kriteria agama adalah yang paling utama, tanpa mengabaikan bahwa tiga kriteria lain boleh dipertimbangkan selama tidak mengalahkan agama. Imam Ahmad bin Hanbal menekankan pentingnya memilih pasangan yang memiliki agama dan akhlak, karena hal itu berpengaruh besar pada keturunan dan keutuhan keluarga.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang lelaki datang kepada Al-Hasan al-Bashri dan mengeluhkan istrinya. Al-Hasan bertanya: "Apakah engkau menikahinya karena agamanya?" Lelaki itu terdiam. Al-Hasan lalu berkata: "Sesungguhnya rumah tangga yang dibangun di atas agama akan kokoh, sedangkan yang dibangun hanya di atas harta dan kecantikan akan mudah goyah." Kisah ini disebutkan dalam riwayat-riwayat hikmah salaf, dan menjadi pelajaran bahwa fondasi rumah tangga adalah agama.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadikan agama sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan hidup.
  2. Harta, kedudukan, dan kecantikan boleh dipertimbangkan, tetapi jangan menjadi tujuan utama.
  3. Wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
  4. Rumah tangga yang dibangun di atas agama akan lebih kokoh menghadapi ujian.
  5. Berdoalah kepada Allah agar diberi pasangan yang saleh/salehah dan menjadi penyejuk hati.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?