Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa singkat sebelum suami istri berhubungan, yaitu membaca “Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaitân wa jannibisy syaitâna mâ razaqtana” (Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami). Dengan doa ini, seorang muslim memohon perlindungan Allah agar hubungan mereka dijauhkan dari gangguan setan dan jika Allah takdirkan lahir anak dari hubungan itu, maka anak tersebut akan selamat dari bahaya setan sepanjang hidupnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih‐nya, Kitab an‐Nikâh, Bab Mâ Yustahabbu ‘Indal Jimâ’, no. 1434 (lihat Shahih Muslim dengan syarah an‐Nawawi, juz 4, hlm. 161 – 162):
<p dir="rtl">حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ – وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى – قَالَا: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا».</p>
Terjemahan:
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian hendak mendatangi istrinya, hendaklah ia mengucapkan: Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaitân wa jannibisy syaitâna mâ razaqtana. Sesungguhnya jika Allah mentakdirkan lahirnya seorang anak dari hubungan itu, maka setan tidak akan dapat membahayakannya selamanya.”
Ayat Terkait (tidak wajib, tetapi memperkuat):
QS. Al‐A‘râf [7]: 200 – perintah berlindung kepada Allah dari godaan setan:
<p dir="rtl">وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah; sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Doa dalam hadits di atas adalah bentuk nyata dari perintah ayat ini, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir (lihat Tafsir al‐Qur’ân al‐‘Azhîm, 3/461) dan Imam as‐Sa‘di dalam Taisîr al‐Karîm ar‐Rahmân.
Ulama yang Menjelaskan:
Hadits ini dijelaskan oleh Imam an‐Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim (juz 4, hlm. 161), Ibnu Hajar al‐Asqalani dalam Fath al‐Bâri (juz 9, hlm. 208 – 209), dan Ibnu Rajab al‐Hanbali dalam Jâmi‘ al‐‘Ulûm wa al‐Hikam (syarah hadits ke‐16). Mereka semua sepakat bahwa doa ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan bahwa faedahnya adalah perlindungan dari setan bagi anak yang dilahirkan.
Penjelasan Rinci
Makna Umum
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya agar sebelum melakukan hubungan suami istri, mengucapkan doa yang ringkas tetapi penuh makna. Doa ini mengandung tiga permohonan:
- Bismillah – memulai dengan nama Allah, sebagai pengakuan bahwa segala aktivitas hanya dengan izin‐Nya dan untuk mencari keberkahan.
- Allahumma jannibna asy-syaitân – “Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan” artinya dari godaan dan gangguan setan saat berhubungan, sehingga hubungan itu bersih dari rayuan syahwat yang melampaui batas.
- Wa jannibisy syaitâna mâ razaqtana – “dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami” yaitu jika dari hubungan itu lahir anak, maka anak tersebut dilindungi dari pengaruh setan sepanjang hayatnya.
Penjelasan Ulama dari Daftar
- Imam an‐Nawawi (dalam Syarh Muslim) mengatakan: “Doa ini adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Yang dimaksud ‘setan tidak akan membahayakannya selamanya’ bukan berarti anak itu tidak akan pernah terkena bisikan atau godaan setan, tetapi setan tidak akan menguasainya secara mutlak sehingga menyebabkan kerusakan agama dan akhlak yang parah. Ini adalah janji Allah melalui lisan Rasul‐Nya.”
- Ibnu Hajar al‐Asqalani (Fath al‐Bâri) menambahkan bahwa keutamaan ini adalah karunia besar. Beliau mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hanbal: “Siapa yang membaca doa ini, maka anaknya terjaga dari gangguan setan yang besar, meskipun tetap mungkin terkena waswas ringan.”
- Ibnu Rajab al‐Hanbali (Jâmi‘ al‐‘Ulûm wa al‐Hikam) menjelaskan bahwa doa ini termasuk bentuk al‐isti‘âdzah (memohon perlindungan) yang diperintahkan dalam Al‐Qur’an. Beliau menukil dari Imam al‐Hasan al‐Bashri: “Barangsiapa lupa membaca doa ini saat menggauli istrinya, lalu lahir anak, maka setan akan ikut serta dalam penciptaannya.” Maksudnya, setan mendapatkan celah untuk menggoda anak tersebut. Namun, jika doa dibaca, setan tidak memiliki celah tersebut.
Mengapa “tidak akan membahayakan selamanya”?
Imam Ibnu Qayyim al‐Jawziyyah dalam Ighâtsat al‐Lahfân (1/112) menjelaskan bahwa bahaya setan terhadap manusia ada dua: (1) penguasaan yang menyebabkan kekafiran atau bid‘ah yang menyesatkan, dan (2) gangguan ringan seperti waswas dan godaan maksiat. Makna hadits adalah perlindungan dari penguasaan setan yang besar dan permanen, bukan bahwa anak tidak akan pernah melihat setan atau tidak akan diganggu sama sekali. Ini adalah janji yang bersifat khusus bagi anak yang lahir dari hubungan yang diawali doa tersebut.
Kaitan dengan Akhlak dan Adab
Doa ini mengajarkan adab yang sangat indah: seorang muslim tidak hanya menjaga dirinya dari setan, tetapi juga memohon perlindungan bagi keturunannya. Ini menunjukkan perhatian Islam terhadap kesucian generasi. Imam Sufyan ats‐Tsauri berkata, “Barangsiapa menginginkan anaknya shalih, hendaknya ia memulai dengan doa ini.” (Diriwayatkan oleh al‐Bayhaqi dalam Sunan al‐Kubrâ).
Story Telling
Diriwayatkan dari Sa‘îd bin al‐Musayyib (salah seorang tabi‘in besar) bahwa ia pernah ditanya tentang seorang laki‐laki yang tidak membaca doa saat mendatangi istrinya, lalu lahir seorang anak yang nakal dan suka bermaksiat. Sa‘îd bin al‐Musayyib menjawab: “Itulah yang dikhawatirkan Rasulullah ﷺ; setan ikut serta dalam pembentukan anak itu karena sang ayah lupa membaca doa.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam al‐Mushannaf dengan sanad hasan).
Kisah ini mengingatkan kita betapa besar keberkahan doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Meskipun doa itu singkat, dampaknya amat luas, hingga mencakup generasi mendatang. Sebaliknya, kelalaian terhadap sunnah ini bisa menjadi celah bagi setan untuk mengganggu.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca doa sebelum berhubungan suami istri:
“Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaitân wa jannibisy syaitâna mâ razaqtana.”
(Artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.)
- Yakinlah dengan janji Allah bahwa anak yang lahir dari hubungan yang diawali doa ini akan dijaga dari gangguan setan yang membahayakan agamanya.
- Ajarkan doa ini kepada pasangan dan keluarga agar menjadi kebiasaan yang lestari.
- Jangan menganggap remeh amalan ringan ini, karena ia adalah wasilah perlindungan yang sangat besar dari Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al‐Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.