Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 14 tentang Amal yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa amalan yang mendekatkan seseorang ke surga dan menjauhkannya dari neraka adalah tauhid (ibadah murni kepada Allah), shalat, zakat, dan silaturahmi. Ini adalah inti ajaran Islam yang mudah namun sangat agung. Jika seseorang berpegang teguh pada amalan ini, maka surga adalah jaminan baginya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Iman, Bab Bayan al-Iman alladzi Yudkhilu al-Jannah, no. 14, dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa amalan yang disebutkan oleh Nabi ﷺ adalah pokok-pokok Islam yang agung. Beliau berkata, "Hadits ini berisi dalil bahwa barangsiapa yang melaksanakan tauhid, shalat, zakat, dan silaturahmi, maka ia akan masuk surga." (Syarh an-Nawawi 'ala Muslim, 2/87)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari juga menegaskan bahwa hadits ini mengajarkan bahwa amalan-amalan ini adalah kunci surga dan benteng dari neraka. (Fath al-Bari, 3/289)

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat mulia yang rumahnya menjadi tempat singgah Nabi ﷺ ketika pertama kali tiba di Madinah. Dalam riwayat ini, seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dengan pertanyaan yang sangat mendasar: "Tunjukkan kepadaku suatu amal yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka."

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa tujuan utama seorang mukmin adalah mencari jalan menuju surga dan selamat dari neraka. Maka Nabi ﷺ memberikan jawaban yang ringkas namun mencakup inti agama:

  1. "Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun" – Ini adalah tauhid, inti dari seluruh ajaran Islam. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa tauhid adalah fondasi yang tanpanya amal tidak akan diterima. Beliau berkata, "Tauhid adalah kunci dakwah para rasul, dan dengannya surga menjadi wajib." (Madarij as-Salikin, 1/34)
  2. "Mendirikan shalat" – Shalat adalah tiang agama. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang orang yang meninggalkan shalat, beliau menjawab bahwa ia telah melakukan dosa besar. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat.
  3. "Menunaikan zakat" – Zakat adalah kewajiban harta yang membersihkan jiwa dan harta. Imam asy-Syafi'i rahimahullah dalam al-Umm menegaskan bahwa zakat adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi yang mampu.
  4. "Berbuat baik kepada kerabat (silaturahmi)" – Ini adalah amalan sosial yang sangat ditekankan. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari no. 6138, Muslim no. 47)

Yang menarik, setelah laki-laki itu pergi, Nabi ﷺ bersabda, "Jika ia berpegang pada apa yang diperintahkan, ia akan masuk surga." Ini menunjukkan bahwa amalan-amalan ini sudah cukup sebagai jalan menuju surga, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan bahwa amalan yang paling utama adalah yang mencakup hak Allah (tauhid, shalat, zakat) dan hak sesama (silaturahmi). Beliau berkata, "Agama ini dibangun di atas dua hal: hak Allah dan hak hamba. Maka barangsiapa yang menunaikan keduanya, ia telah berada di jalan yang lurus." (Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, 1/245)

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, beliau singgah di rumah Abu Ayyub selama beberapa hari sebelum masjid dibangun. Pada suatu hari, Abu Ayyub melihat ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi ﷺ dengan pertanyaan seperti dalam hadits ini. Setelah mendengar jawaban Nabi ﷺ, Abu Ayyub berkata, "Aku sangat senang karena pertanyaan itu dan jawabannya. Sejak itu aku berusaha untuk selalu menjaga tauhid, shalat, zakat, dan silaturahmi." (HR. Muslim, no. 14)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk mengetahui amalan yang bisa mendekatkan mereka kepada Allah. Mereka tidak bertanya tentang hal-hal yang sulit, tetapi tentang inti agama yang mudah namun agung.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga tauhid – Ikhlas dalam beribadah hanya kepada Allah, jauhi syirik besar dan kecil.
  2. Dirikan shalat – Shalat tepat waktu, khusyuk, dan sesuai sunnah.
  3. Tunaikan zakat – Keluarkan zakat harta jika sudah mencapai nishab dan haul.
  4. Sambung silaturahmi – Berbuat baik kepada kerabat, jangan putus hubungan karena alasan duniawi.
  5. Istiqamah – Berpegang teguh pada amalan ini, niscaya surga menjadi jaminan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.