Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan bahwa setelah negeri-negeri seperti Syam, Yaman, dan Irak ditaklukkan, akan ada orang-orang yang meninggalkan Madinah bersama keluarga mereka karena tergiur oleh negeri-negeri baru itu. Nabi ﷺ menegaskan bahwa tinggal di Madinah itu lebih baik bagi mereka, seandainya mereka mengetahui. Ini menunjukkan keutamaan Madinah dan anjuran untuk tetap tinggal di dalamnya dengan sabar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Haji, Bab Anjuran untuk Madinah Saat Pembukaan Kota-Kota (no. 1388), dari jalur Sufyan bin Abi Zuhair.
Teks hadits yang disebutkan:
يُفْتَحُ الشَّامُ فَيَخْرُجُ مِنَ الْمَدِينَةِ قَوْمٌ بِأَهْلِيهِمْ يَبُسُّونَ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Terjemahan: "Syam akan ditaklukkan, lalu suatu kaum keluar dari Madinah bersama keluarga mereka sambil mempercepat kendaraan mereka, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui."
Hadits ini juga memiliki penguat makna dari hadits lain yang shahih, di antaranya sabda Nabi ﷺ tentang Madinah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, bahwa Madinah akan tetap menjadi negeri yang baik dan menolak kejelekan, serta bahwa iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits ini menunjukkan keutamaan tinggal di Madinah dan kesabaran atas kesulitannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama, tentang keutamaan Madinah. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa ketika Syam, Yaman, dan Irak ditaklukkan, akan ada orang yang pergi dari Madinah karena tertarik pada negeri-negeri baru tersebut. Namun Nabi ﷺ menegaskan bahwa Madinah lebih baik bagi mereka. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah dorongan untuk tetap tinggal di Madinah dan bersabar atas kesempitan serta kesulitan yang ada di sana, karena pahala tinggal di Madinah sangat besar.
Kedua, kata "يَبُسُّونَ" (yabussuun) menurut penjelasan para ulama seperti yang dinukil Imam an-Nawawi, maknanya adalah mempercepat kendaraan atau berjalan dengan cepat, menggambarkan semangat mereka meninggalkan Madinah karena tergiur oleh negeri-negeri yang baru ditaklukkan.
Ketiga, hadits ini juga merupakan salah satu tanda kenabian, karena Nabi ﷺ memberitakan peristiwa yang akan terjadi setelah beliau wafat, yaitu penaklukan Syam, Yaman, dan Irak, serta fenomena orang-orang yang meninggalkan Madinah. Semua itu terjadi sebagaimana yang beliau kabarkan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa berita-berita seperti ini adalah bukti kebenaran kenabian.
Keempat, para ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hadits ini tidak melarang seseorang keluar dari Madinah secara mutlak, karena para sahabat sendiri banyak yang keluar untuk berjihad dan menyebarkan ilmu. Larangan atau celaan di sini ditujukan kepada mereka yang meninggalkan Madinah karena tidak sabar dan tergiur oleh kemewahan negeri lain, padahal tinggal di Madinah dengan sabar lebih baik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Sufyan bin Abi Zuhair, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah seorang sahabat Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia pernah menyampaikan hadits ini kepada orang-orang di Madinah agar mereka tetap bersabar dan tidak tergesa-gesa meninggalkan kota Nabi ﷺ. Para salaf seperti Sa'id bin al-Musayyib dan al-Zuhri, yang merupakan ulama Madinah, dikenal sangat teguh tinggal di Madinah dan mengajarkan ilmu di sana, meskipun banyak negeri lain yang lebih luas dan lebih makmur pada masa itu. Mereka memahami bahwa keberkahan Madinah dan doa Nabi ﷺ untuk kota itu adalah sesuatu yang tidak dimiliki negeri lain.
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya seorang Muslim memahami keutamaan Madinah dan berusaha, jika memungkinkan, untuk tinggal di sana atau setidaknya mencintainya.
- Jangan tergesa-gesa meninggalkan tempat yang memiliki keutamaan hanya karena tergiur oleh kemewahan duniawi.
- Sabar di tempat yang kurang nyaman namun memiliki keutamaan agama lebih baik daripada pindah ke tempat yang lebih makmur namun kehilangan keutamaan.
- Hadits ini mengajarkan kita untuk mempercayai berita-berita Nabi ﷺ tentang masa depan sebagai bukti kenabian dan menambah keimanan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.