Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa waswas (bisikan) berupa pertanyaan “siapa yang menciptakan Allah?” adalah gangguan setan yang akan menimpa sebagian umat Islam. Sikap yang benar bukan ditenuruti atau diperdebatkan, tetapi ditolak dengan iman, berlindung kepada Allah, dan menghentikan bisikan itu. Ini bukan tanda iman hilang, tetapi justru tanda adanya iman yang sedang diuji.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Iman, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ. Redaksi lengkapnya sebagaimana disebutkan:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّ أُمَّتَكَ لَا يَزَالُونَ يَقُولُونَ مَا كَذَا مَا كَذَا حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ خَلَقَ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ
“Allah Yang Maha Agung dan Mulia berfirman: ‘Sesungguhnya umatmu akan terus-menerus mengatakan ini dan itu, hingga mereka berkata: “Ini Allah menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?”’”
Hadits ini berkaitan erat dengan hadits lain dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهُ
“Manusia akan terus saling bertanya, sampai dikatakan: ‘Ini Allah menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?’”
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ mengajarkan agar orang yang mengalami hal itu mengatakan:
آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ
“Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.”
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa waswas ini adalah gangguan setan yang datang kepada orang beriman untuk merusak keyakinannya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa pertanyaan seperti ini termasuk bisikan setan, dan obatnya adalah iman, zikir, serta berpaling dari bisikan itu. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam kitab-kitabnya menjelaskan bahwa syubhat dan waswas diobati dengan ilmu yang benar dan iman yang kuat, bukan dengan mengikuti jalan pikiran yang menyesatkan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan beberapa hal penting:
Pertama, waswas dalam iman adalah perkara yang sudah diberitakan Nabi ﷺ. Artinya, orang yang mengalaminya tidak perlu merasa imannya rusak atau merasa menjadi orang munafik. Justru para sahabat pernah mengadukan hal ini kepada Nabi ﷺ, dan beliau menjawab bahwa itu adalah tanda iman yang murni, sebagaimana dalam riwayat lain: “Itu adalah iman yang murni.” Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa setan tidak akan mengganggu hati yang kosong dari iman; ia hanya mengganggu hati yang berisi iman.
Kedua, pertanyaan “siapa yang menciptakan Allah?” adalah pertanyaan yang batil secara akal dan syariat. Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia tidak diciptakan. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa Allah adalah Al-Awwal (Yang Pertama) tanpa permulaan dan Al-Akhir (Yang Akhir) tanpa kesudahan. Maka pertanyaan itu tidak boleh dijawab dengan logika yang justru memperpanjang waswas, tetapi ditolak dengan iman dan berlindung kepada Allah.
Ketiga, para ulama dalam daftar yang disebutkan memiliki kesepakatan dalam prinsip: waswas diobati dengan iman, zikir, dan berpaling. Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi’i, dan Imam Malik bin Anas semuanya mengajarkan agar seseorang tidak sibuk meladeni bisikan setan. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa waswas itu seperti anjing yang menggonggong; jika engkau diamkan, ia pergi, tetapi jika engkau tanggapi, ia semakin berani.
Keempat, hadits ini juga mengajarkan adab dalam menghadapi keraguan: jangan membicarakannya, jangan menyebarkannya, dan jangan memperdebatkannya. Nabi ﷺ mengajarkan untuk mengucapkan “Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya” lalu menghentikan pikiran itu. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa waswas tidak membahayakan selama tidak diucapkan atau diamalkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, “Wahai Rasulullah, kami mendapati dalam hati kami sesuatu yang kami tidak sanggup mengucapkannya.” Nabi ﷺ bertanya, “Apakah kalian benar-benar mendapatinya?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Itu adalah iman yang murni.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, seorang sahabat mengadu bahwa setan telah mengganggunya dalam shalat dan bacaan. Nabi ﷺ mengajarkan agar ia meludah ke kiri dan berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Hikmahnya: setan memang menggoda, tetapi Allah telah memberi kita senjata iman dan zikir.
Kesimpulan Praktis
- Ketika muncul waswas “siapa yang menciptakan Allah?”, jangan panik dan jangan merasa iman hilang. Itu gangguan setan.
- Ucapkan: آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ (“Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya”), lalu berpalinglah dari bisikan itu.
- Perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan bergaul dengan orang saleh.
- Jangan membahas waswas itu dengan orang lain secara berlebihan, karena itu justru memperkuatnya.
- Jika waswas terus mengganggu, mintalah bantuan ulama terpercaya yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.