Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang fitnah was-was (bisikan setan) yang akan menimpa manusia, yaitu pertanyaan tentang hakikat Allah: "Siapa yang menciptakan Allah?" Ini adalah bisikan yang memang akan terjadi dan telah terjadi di zaman Nabi ﷺ. Cara mengatasinya adalah dengan berlindung kepada Allah dan memutus was-was tersebut, sebagaimana petunjuk Nabi ﷺ dalam hadits-hadits lain. Pertanyaan seperti ini bukanlah tanda kurang iman, tetapi justru bukti iman yang sedang diuji, dan jawabannya bukan dengan berdebat, melainkan dengan ta'awwudz (berlindung kepada Allah) dan menghentikan pikiran itu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lain yang juga dalam Shahih Muslim, disebutkan dengan redaksi yang lebih lengkap:
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ وَلْيَنْتَهِ»</p>
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Setan datang kepada salah seorang dari kalian lalu berkata: 'Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?' hingga ia berkata: 'Siapa yang menciptakan Tuhanmu?' Maka apabila ia telah sampai pada tingkatan itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan menghentikannya." (HR. Muslim no. 134)
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
QS. Fussilat [41]: 36
<p>وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</p>
Artinya: "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Kaitan dengan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung kabar ghaib dari Nabi ﷺ tentang apa yang akan terjadi, dan ini adalah salah satu mukjizat beliau. Beliau juga menjelaskan bahwa was-was seperti ini adalah bisikan setan yang murni, dan obatnya adalah berlindung kepada Allah serta menghentikan pikiran tersebut.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Kabar Ghaib Nabi ﷺ
Imam an-Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kenabian. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa akan ada orang-orang yang bertanya tentang hakikat Allah, dan ini benar terjadi. Bahkan di zaman Abu Hurairah, sudah ada dua atau tiga orang yang bertanya kepadanya tentang hal ini, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang Anda bawa.
2. Was-was adalah Ujian Iman
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa munculnya was-was tentang Allah justru menunjukkan adanya iman di hati. Setan tidak akan mengganggu rumah yang kosong, tetapi ia mengganggu rumah yang berisi harta. Demikian pula, setan tidak akan melemparkan bisikan ini kepada orang yang hatinya kosong dari iman, tetapi ia mengganggu orang beriman untuk merusak keyakinannya.
3. Cara Mengobati Was-was
Dalam hadits lain, Nabi ﷺ mengajarkan obatnya, yaitu:
- Berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk (ta'awwudz)
- Menghentikan pikiran tersebut dan tidak melanjutkan perenungannya
- Membaca "آمَنْتُ بِاللهِ" (Aku beriman kepada Allah) - dalam riwayat lain
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ketika was-was datang, seseorang tidak boleh berdebat dengannya, karena setan akan terus membuka pintu perdebatan. Yang benar adalah memutusnya segera dan sibuk dengan dzikir atau aktivitas lain.
4. Jawaban yang Benar untuk Pertanyaan "Siapa yang Menciptakan Allah?"
Para ulama menjelaskan bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan yang batil, karena Allah adalah Al-Khaliq (Maha Pencipta) dan tidak diciptakan. Sifat Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Allah berfirman:
<p>لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ</p>
Artinya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Asy-Syura [42]: 11)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menetapkan bahwa Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya dalam segala hal, termasuk dalam hal penciptaan. Allah itu qadim (tidak berawal) dan azali (ada tanpa permulaan), sedangkan semua makhluk adalah baharu (baru ada setelah tidak ada).
5. Sikap Abu Hurairah
Dalam riwayat ini, Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ketika ditanya tentang hal ini, ia tidak menjawab dengan berdebat, tetapi ia menegaskan kebenaran sabda Nabi ﷺ dan menunjukkan bahwa ini adalah hal yang telah dikabarkan sebelumnya. Ini mengajarkan kita bahwa ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan seperti ini, kita tidak perlu panik atau bingung, karena ini adalah ujian yang sudah diketahui oleh Nabi ﷺ dan para sahabat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat pernah mengalami was-was seperti ini. Mereka datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami menemukan bisikan dalam dirinya tentang kebesaran Allah, yang ia merasa berat untuk mengucapkannya." Maka Nabi ﷺ bersabda:
<p>ذَاكَ صَرِيحُ الْإِيمَانِ</p>
Artinya: "Itu adalah tanda iman yang murni." (HR. Muslim no. 132)
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan maknanya: "Yaitu bisikan tersebut adalah ujian yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena setan hanya membisikkan hal seperti ini kepada orang yang beriman. Adapun orang kafir, ia tidak akan merasa berat dengan hal ini, karena hatinya sudah kosong dari iman."
Kisah ini menunjukkan bahwa perasaan was-was yang mengganggu seorang mukmin justru menjadi bukti bahwa ia memiliki iman di hatinya. Semakin kuat iman seseorang, semakin keras pula serangan setan kepadanya.
Kesimpulan Praktis
- Jangan panik ketika muncul was-was tentang Allah, karena ini adalah ujian yang telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ dan dialami oleh para sahabat.
- Segera berlindung kepada Allah dengan membaca ta'awwudz: "أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ"
- Hentikan pikiran tersebut dan jangan berdebat dengannya, karena berdebat hanya akan memperpanjang was-was.
- Yakinlah bahwa Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya, Dia Maha Pencipta dan tidak diciptakan oleh siapa pun.
- Perbanyak dzikir dan ibadah, karena hati yang sibuk dengan ketaatan akan lebih sulit dimasuki bisikan setan.
- Jangan ragu untuk bertanya kepada ulama yang terpercaya jika was-was terus berlanjut, karena mereka memiliki ilmu untuk menjelaskan perkara ini dengan baik.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.