Penjelasan Hadits Muslim No. 13 tentang Amalan mendekatkan surga: ibadah, shalat, zakat, silaturahmi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah jawaban inti dari pertanyaan terbesar seorang hamba: amal apa yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka. Rasulullah ﷺ menjawabnya dengan ringkas namun sangat dalam, yaitu: ikhlas beribadah kepada Allah semata (tauhid), menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi. Ini adalah fondasi agama yang mencakup hak Allah dan hak sesama makhluk.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Bayani Iman Alladzi Yudkhilu al-Jannah" (Penjelasan Iman yang Memasukkan ke Surga), no. 13, dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab (sebagaimana yang Anda sertakan):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ طَلْحَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ، أَنَّ أَعْرَابِيًّا، عَرَضَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ فِي سَفَرٍ. فَأَخَذَ بِخِطَامِ نَاقَتِهِ أَوْ بِزِمَامِهَا ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ - أَوْ يَا مُحَمَّدُ - أَخْبِرْنِي بِمَا يُقَرِّبُنِي مِنَ الْجَنَّةِ وَمَا يُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ. قَالَ فَكَفَّ النَّبِيُّ ﷺ ثُمَّ نَظَرَ فِي أَصْحَابِهِ ثُمَّ قَالَ " لَقَدْ وُفِّقَ - أَوْ لَقَدْ هُدِيَ - قَالَ كَيْفَ قُلْتَ ". قَالَ فَأَعَادَ. فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ " تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ دَعِ النَّاقَةَ "

Terjemahan: Dari Abu Ayyub, bahwa seorang Badui mendatangi Rasulullah ﷺ saat beliau dalam perjalanan. Ia memegang tali unta beliau dan berkata: "Wahai Rasulullah - atau wahai Muhammad - beritahu saya tentang apa yang mendekatkan saya kepada surga dan menjauhkan saya dari api neraka." Rasulullah ﷺ berhenti sejenak dan melihat kepada para sahabatnya, kemudian berkata: "Ia telah mendapatkan kesempatan yang baik (atau ia telah mendapatkan petunjuk)." Beliau berkata kepada Badui itu: "Ulangi apa yang telah kamu katakan." Badui itu mengulanginya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Amal yang dapat mendekatkanmu kepada surga dan menjauhkanmu dari neraka adalah, kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan shalat, membayar zakat, dan berbuat baik kepada kerabat." Setelah mengucapkan ini, Rasulullah ﷺ meminta Badui itu untuk melepaskan tali untanya.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 177 (tentang kebajikan yang mencakup iman, shalat, zakat, dan silaturahmi):

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

"Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya; melaksanakan shalat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; dan sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada saat peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Penjelasan Rinci

Hadits ini sangat agung karena merangkum pokok-pokok amal yang menyelamatkan seorang hamba. Mari kita telaah satu per satu:

1. "تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا" (Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun)

Ini adalah inti dari tauhid. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa ibadah yang diterima hanyalah yang murni karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Ini adalah landasan pertama; tanpa tauhid, amal lain tidak akan diterima. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menegaskan bahwa tauhid adalah kunci surga, dan syirik adalah penghalang terbesar menuju surga.

2. "وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ" (dan mendirikan shalat)

Shalat adalah tiang agama dan pembeda antara seorang muslim dan kafir. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa shalat yang benar akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat adalah komunikasi langsung seorang hamba dengan Rabb-nya, dan ia adalah amal pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

3. "وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ" (dan menunaikan zakat)

Zakat adalah pembersih harta dan jiwa. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim-nya menjelaskan bahwa zakat adalah hak orang lain yang Allah titipkan dalam harta kita. Dengan menunaikannya, kita membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik dan menyucikan jiwa dari sifat kikir.

4. "وَتَصِلَ الرَّحِمَ" (dan menyambung tali silaturahmi)

Ini adalah amal yang berkaitan dengan hubungan antar sesama. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari no. 6138). Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa silaturahmi adalah sebab bertambahnya umur dan rezeki, serta merupakan amal yang paling cepat mendatangkan pahala di dunia.

Mengapa Rasulullah ﷺ memuji Badui itu dengan "لَقَدْ وُفِّقَ" (ia telah diberi taufik)?

Karena pertanyaan Badui ini sangat cerdas dan ringkas. Ia tidak bertanya tentang hal-hal yang rumit, tetapi langsung bertanya tentang inti tujuan hidup seorang muslim. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pertanyaan yang ringkas namun mencakup kebaikan dunia dan akhirat adalah tanda taufik dari Allah.

Hikmah dari sikap Rasulullah ﷺ yang meminta Badui itu mengulang pertanyaannya:

Ini menunjukkan bahwa seorang guru atau pendakwah hendaknya memastikan pemahaman muridnya, dan juga untuk menegaskan pentingnya pertanyaan tersebut di hadapan para sahabat agar mereka turut mendengar dan mengambil pelajaran.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub Al-Ansari radhiyallahu 'anhu sendiri, perawi hadits ini. Beliau adalah sahabat yang rumahnya ditempati oleh Rasulullah ﷺ ketika pertama kali tiba di Madinah. Beliau sangat memuliakan Rasulullah ﷺ.

Dalam riwayat lain yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, ketika Abu Ayyub wafat, beliau berwasiat kepada anaknya agar jenazahnya dibawa ke dekat pasukan muslimin yang sedang berperang, dan jika memungkinkan, dikuburkan di tempat yang paling dekat dengan musuh. Beliau berkata: "Jika kalian mendengar suara pasukan muslimin, maka kuburkanlah aku di tempat itu, agar aku mendengar suara derap kuda pasukan muslimin." Ini adalah kerinduan seorang sahabat kepada jihad dan kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Hikmah dari kisah ini: Sahabat Abu Ayyub tidak hanya mendengar hadits ini, tetapi ia juga mengamalkannya dengan sepenuh jiwa. Ia menyembah Allah dengan ikhlas, menjaga shalatnya, menunaikan zakat, dan sangat menjaga silaturahmi serta kecintaan kepada sesama muslim hingga akhir hayatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Mulailah dengan tauhid: Perbaiki niat dan pastikan semua ibadah hanya karena Allah semata.
  2. Jaga shalat lima waktu: Shalat adalah tiang agama dan kunci diterimanya amal lain.
  3. Tunaikan zakat: Jika telah mencapai nishab, tunaikanlah dengan ikhlas karena ini membersihkan harta.
  4. Sambung silaturahmi: Jangan putus hubungan dengan kerabat, meskipun mereka memutuskan hubungan dengan kita. Ini adalah amal yang dicintai Allah.
  5. Amalkan secara konsisten: Amal yang sedikit namun istiqamah lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak namun tidak berkelanjutan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?