Penjelasan Hadits Muslim No. 1284 tentang Talbiyah dan takbir saat perjalanan menuju Arafah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan kondisi perjalanan Rasulullah ﷺ dan para sahabat dari Mina menuju Arafah pada hari Arafah. Di antara mereka ada yang bertalbiyah (mengucapkan labbaykallāhumma labbayk...) dan ada pula yang bertakbir (mengucapkan Allāhu akbar). Ini menunjukkan bahwa keduanya adalah dzikir yang disyariatkan di hari Arafah, dan masing-masing memiliki dasar. Yang penting adalah hati yang hadir dan lisan yang basah dengan dzikir kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Haji, Bab Talbiyah dan Takbir dalam Perjalanan dari Mina ke Arafah pada Hari Arafah, nomor 1284, dari sahabat mulia Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan anjuran berdzikir di hari-hari tersebut adalah firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Baqarah [2]: 198

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

"Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. Dan berdzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu."

Ayat ini memerintahkan dzikir secara umum setelah wukuf di Arafah, dan hadits di atas menunjukkan praktik nyata dzikir tersebut dalam bentuk talbiyah dan takbir.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa dzikir di hari Arafah dan hari-hari tasyriq sangat dianjurkan. Hadits ini menunjukkan bahwa talbiyah dan takbir sama-sama dilakukan oleh para sahabat di hadapan Nabi ﷺ, dan beliau tidak mengingkari salah satunya. Ini adalah bentuk persetujuan Nabi ﷺ terhadap keduanya.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menggabungkan atau memilih antara talbiyah dan takbir pada hari Arafah. Beliau menukil bahwa para ulama berbeda pendapat mana yang lebih utama, namun yang jelas keduanya adalah dzikir yang disyariatkan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah al-Arba'in dan kitab-kitab hajinya menjelaskan bahwa talbiyah disyariatkan bagi jamaah haji hingga waktu melempar jumrah aqabah pada hari Nahr (tanggal 10 Dzulhijjah). Adapun takbir mutlak disyariatkan sejak masuknya bulan Dzulhijjah hingga hari-hari tasyriq. Di hari Arafah, seorang jamaah haji dianjurkan untuk memperbanyak talbiyah dan dzikir, karena ia berada dalam keadaan ihram.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa talbiyah adalah syiar haji yang agung. Beliau menganjurkan jamaah haji untuk memperbanyak talbiyah, terutama saat bergerak dari satu tempat ke tempat lain, termasuk dari Mina ke Arafah. Adapun takbir, beliau menyebutkan bahwa sebagian sahabat mengeraskan takbir di hari Arafah, dan ini menunjukkan luasnya syariat.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil menyebutkan bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil bahwa talbiyah tidak diwajibkan secara terus-menerus tanpa henti, karena para sahabat di hadapan Nabi ﷺ ada yang bertalbiyah dan ada yang bertakbir, dan Nabi ﷺ tidak memerintahkan yang bertakbir untuk bertalbiyah.

Syaikh Shalih al-Fauzan dalam al-Mulakhkhas al-Fiqhi menjelaskan bahwa talbiyah hukumnya sunnah bagi jamaah haji, dan disyariatkan untuk diucapkan ketika berpindah tempat atau naik kendaraan. Adapun takbir di hari Arafah, beliau menyebutkan bahwa hal itu dilakukan oleh sebagian sahabat dan merupakan dzikir yang baik.

Perbedaan praktik di antara para sahabat ini menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan kelapangan. Yang penting adalah lisan seorang muslim tidak kering dari dzikir kepada Allah di hari yang agung ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah seorang yang sangat bersemangat dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Beliau dikenal sebagai sahabat yang paling teliti dalam meniru jejak Rasulullah ﷺ, hingga dalam perjalanan haji pun beliau memperhatikan detail-detail kecil.

Suatu ketika, beliau ditanya tentang talbiyah. Beliau menjawab, "Aku melihat Rasulullah ﷺ apabila beliau mengendarai kendaraannya dan hendak berangkat, beliau bertalbiyah." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa talbiyah adalah dzikir yang mengiringi perjalanan haji, dan Abdullah bin Umar menjaga sunnah ini dengan sangat teliti.

Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya kita memperhatikan amalan-amalan yang dicontohkan Nabi ﷺ dalam setiap keadaan, termasuk dalam ibadah haji. Karena haji adalah ibadah yang agung, dan setiap detailnya memiliki makna serta pahala.

Kesimpulan Praktis

  1. Talbiyah dan takbir adalah dzikir yang disyariatkan di hari Arafah dan hari-hari haji lainnya. Seorang jamaah haji boleh memilih salah satunya atau menggabungkan keduanya.
  2. Talbiyah lebih utama bagi jamaah haji yang masih dalam keadaan ihram, karena ia adalah syiar haji yang agung.
  3. Takbir disyariatkan secara umum di hari-hari tersebut, terutama bagi yang tidak sedang ihram.
  4. Yang terpenting adalah menjaga lisan tetap berdzikir kepada Allah di hari yang agung ini, karena dzikir adalah inti dari ibadah haji.
  5. Jangan mencela saudara kita yang berbeda pilihan dzikirnya, karena semua memiliki dasar dari sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?