Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1258 tentang Sunnah masuk Mekkah dari arah atas dan keluar dari bawah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan tuntunan Nabi ﷺ dalam urusan yang tampak sepele namun penuh hikmah, yaitu memasuki kota dari jalan yang berbeda dengan jalan keluar. Beliau ﷺ masuk ke Mekkah dari arah atas (Kada') dan keluar dari arah bawah (Kuda). Ini adalah sunnah yang diajarkan agar seorang muslim cerdas dalam mengatur urusan, tidak mudah diprediksi musuh, dan memudahkan perjalanan. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini juga mengandung hikmah syariat, yaitu agar ibadah dan aktivitas kita dilakukan dengan cara yang terbaik dan penuh keberkahan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda tuliskan):

<p>حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، - قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، - عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمَّا جَاءَ إِلَى مَكَّةَ دَخَلَهَا مِنْ أَعْلاَهَا وَخَرَجَ مِنْ أَسْفَلِهَا .</p>

Terjemahan: "Aisyah radhiyallahu 'anha melaporkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ datang ke Mekkah, beliau memasuki dari sisi atas dan keluar dari sisi bawah."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1577) dari jalur Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Lafadznya serupa.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan fuqaha dan muhadditsin yang tercantum dalam daftar rujukan kami menjelaskan hadits ini, di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Kitab Al-Hajj, Bab "Disunnahkannya Memasuki Mekkah dari Thaniyyah Al-Ulya...") menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya masuk Mekkah dari arah atas (Kada') dan keluar dari arah bawah (Kuda). Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang sunnahnya hal ini, dan ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi'i dan jumhur ulama.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Al-Hajj, Bab "Memasuki Mekkah dari arah atas") menjelaskan hikmahnya, yaitu agar perjalanan lebih mudah dan untuk menunjukkan kecerdasan strategi, sebagaimana akan kami jelaskan.
  • Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab yang menunjukkan pemahaman beliau tentang keutamaan masuk dari arah yang berbeda, sebagaimana disebutkan dalam judul bab.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits:

Rasulullah ﷺ ketika tiba di Mekkah dalam keadaan muhrim (untuk haji atau umrah), beliau masuk dari arah atas kota Mekkah, yaitu dari arah Thaniyyah Al-Ulya (jalan tinggi di bukit Kada'). Dan ketika keluar, beliau melewati Thaniyyah As-Sufla (jalan rendah di bukit Kuda'). Ini adalah sunnah yang jelas dan dipraktikkan oleh para sahabat setelah beliau.

2. Hikmah dan Faedah:

Para ulama menyebutkan beberapa hikmah dari perbuatan Nabi ﷺ ini:

  • Kecerdasan strategi: Memasuki kota dari satu arah dan keluar dari arah lain membuat musuh tidak mudah memprediksi pergerakan. Ini adalah pelajaran berharga dalam mengatur urusan, termasuk dalam peperangan dan keamanan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menukil dari ulama bahwa ini adalah bentuk tadbir (pengaturan) yang baik.
  • Memudahkan perjalanan: Terkadang jalan masuk dan keluar yang berbeda lebih praktis dan tidak memutar, sehingga perjalanan menjadi lebih ringan.
  • Menghidupkan tempat-tempat yang berbeda dengan ibadah: Dengan melewati jalan yang berbeda, maka lebih banyak tempat yang disaksikan oleh amal kebaikan, dan ini adalah bentuk syiar.

3. Penerapan dalam Kehidupan:

Sunnah ini tidak hanya terbatas pada masuk Mekkah. Para ulama menyebutkan bahwa secara umum, disunnahkan bagi seorang muslim untuk masuk ke suatu kota atau tempat dari jalan yang berbeda dengan jalan keluarnya, selama tidak memberatkan. Ini adalah bagian dari adab dan kecerdasan yang diajarkan Islam. Namun, jika ada kebutuhan atau maslahat lain, maka tidak mengapa.

4. Catatan Penting:

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan detail dalam ibadah, dan ini adalah bukti kesempurnaan syariat. Kita sebagai umatnya hendaknya meneladani beliau dalam segala hal, baik yang besar maupun yang kecil.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ melakukan Fathu Makkah (pembebasan Mekkah) pada tahun 8 H, beliau masuk dari arah atas (Kada') dan keluar dari arah bawah (Kuda'). Ini bukan hanya sekadar kebetulan, tetapi merupakan perencanaan yang matang. Beliau ﷺ membagi pasukan menjadi beberapa arah untuk mengepung kota dari berbagai sisi, sehingga kaum Quraisy tidak mampu melawan. Ini menunjukkan bahwa kecerdasan strategi adalah bagian dari sunnah, dan Islam sangat memperhatikan tadbir (manajemen) yang baik dalam segala urusan.

Kesimpulan Praktis

  1. Meneladani Nabi ﷺ dalam urusan masuk dan keluar kota, yaitu dari arah yang berbeda, selama tidak memberatkan.
  2. Belajar dari hikmahnya: Islam mengajarkan kecerdasan, perencanaan, dan tidak ceroboh dalam urusan.
  3. Menghidupkan sunnah dalam hal-hal kecil adalah tanda kecintaan kepada Nabi ﷺ dan kesempurnaan iman.
  4. Jangan meremehkan sunnah, karena setiap perbuatan Nabi ﷺ memiliki hikmah yang agung.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.