Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 118 tentang Segera beramal sebelum fitnah dan godaan dunia

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ agar kita bersegera melakukan amal saleh sebelum datangnya fitnah besar yang membolak-balikkan hati manusia. Fitnah tersebut digambarkan seperti potongan malam yang gelap gulita, membuat seseorang bisa berubah iman dalam sekejap hanya karena godaan dunia yang kecil. Ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda kebaikan dan selalu menjaga keteguhan iman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim

Rasulullah ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

"Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah yang seperti potongan malam yang gelap. Di pagi hari seorang lelaki bisa menjadi mukmin dan di sore hari menjadi kafir, atau di sore hari menjadi mukmin dan di pagi hari menjadi kafir, dan menjual agamanya dengan barang dunia." (HR. Muslim, Kitab al-Iman, Bab al-Hadits al-Madzkur, no. 118)

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (2/127) menjelaskan bahwa makna "بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ" adalah bersegeralah melakukan amal saleh sebelum datangnya fitnah yang menghalangi manusia dari beramal.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (13/13) menafsirkan bahwa fitnah yang dimaksud adalah fitnah dajjal dan fitnah akhir zaman yang membuat manusia mudah tergelincir imannya.
  • Al-Qurthubi (dalam tafsirnya) mengaitkan hadits ini dengan firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari kalangan salaf:

1. Makna "بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ" (Bersegeralah beramal)

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (1/345) menjelaskan bahwa perintah bersegera ini menunjukkan bahwa amal saleh memiliki waktu yang terbatas. Jika seseorang menunda-nunda, bisa jadi ia tidak akan sempat melakukannya karena datangnya fitnah atau kematian. Beliau mengutip perkataan Al-Hasan al-Bashri: "Wahai anak Adam, sesungguhnya umurmu adalah modalmu. Setiap hari yang berlalu tanpa amal saleh adalah kerugian."

2. Fitnah seperti potongan malam yang gelap

Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari (13/14) menjelaskan bahwa perumpamaan "potongan malam yang gelap" menunjukkan betapa dahsyatnya fitnah tersebut sehingga seseorang tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, seperti berjalan di malam yang gelap tanpa cahaya. Imam an-Nawawi menambahkan bahwa fitnah ini akan membuat manusia bingung dan mudah terjerumus.

3. Perubahan iman dalam sekejap

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (1/345) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa lemahnya iman sebagian manusia di akhir zaman. Mereka bisa berubah dari mukmin menjadi kafir hanya karena godaan dunia yang sedikit. Ini bukan berarti iman mereka benar-benar hilang secara hakiki, tetapi bisa jadi mereka melakukan kekufuran karena tergiur harta atau jabatan.

4. Menjual agama dengan dunia

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam al-Fawa'id (hlm. 87) mengatakan bahwa ini adalah puncak kehinaan seorang hamba, yaitu ketika ia rela meninggalkan agamanya demi mendapatkan sesuatu yang fana dari dunia. Beliau mengutip perkataan Fudail bin 'Iyadh: "Seorang mukmin yang menjual agamanya demi dunia adalah seperti orang yang menjual mutiara dengan harga sampah."

Story Telling

Kisah dari Masa Sahabat:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam az-Zuhd (hlm. 145) bahwa Abu Darda' radhiyallahu 'anhu suatu hari melihat seseorang yang sangat sibuk dengan urusan dunianya. Maka Abu Darda' berkata: "Wahai saudaraku, bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah. Demi Allah, jika fitnah itu datang, ia akan membolak-balikkan hati manusia seperti tukang roti membalik adonan."

Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat sangat khawatir dengan fitnah akhir zaman dan selalu mengingatkan satu sama lain untuk tidak lengah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegeralah melakukan amal saleh seperti shalat, sedekah, puasa, dan dzikir, jangan ditunda-tunda.
  2. Jaga hati dan iman dengan banyak berdoa memohon keteguhan, karena fitnah bisa datang kapan saja.
  3. Jangan tergiur dengan dunia yang fana, karena menjual agama demi dunia adalah kerugian besar.
  4. Perbanyak ilmu agama agar bisa membedakan mana yang benar dan salah di tengah fitnah.
  5. Berteman dengan orang saleh yang bisa mengingatkan ketika kita mulai lengah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.