Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 117 tentang Bab Tentang Angin yang Akan Datang Menjelang Kiamat yang Mengambil Orang yang Dalam Hatinya Ada Sesuatu dari Iman

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memberitakan tentang salah satu tanda besar kiamat, yaitu Allah akan mengirimkan angin lembut dari Yaman yang akan mencabut nyawa setiap orang yang masih memiliki iman sekecil apapun di hatinya. Setelah itu, hanya akan tersisa orang-orang yang tidak memiliki iman sama sekali, dan kepada mereka inilah kiamat akan terjadi. Ini menunjukkan betapa besarnya nikmat iman dan betapa Allah menyelamatkan hamba-Nya yang beriman dari huru-hara akhir zaman.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Anbiya' [21]: 103

لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Keguncangan yang besar (kiamat) tidak membuat mereka (orang-orang beriman) bersedih hati, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), 'Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.'"

Hadits:

Hadits riwayat Muslim no. 117 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sebagaimana teks di atas.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (2/136) menjelaskan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda besar kiamat. Beliau menukil penjelasan para ulama bahwa angin ini akan datang setelah turunnya Isa bin Maryam 'alaihis salam dan setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Angin ini akan mencabut nyawa setiap mukmin, sehingga tidak tersisa seorang pun yang beriman di muka bumi. Setelah itu, orang-orang kafir yang tersisa akan mengalami kiamat dalam keadaan paling buruk.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang salah satu fase akhir kehidupan dunia. Mari kita bedakan maknanya:

  1. Sumber Angin: Angin ini berasal dari Yaman. Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak fitnah muncul dari arah timur (sebagaimana hadits lain), namun keselamatan dan rahmat juga bisa datang dari arah selatan (Yaman). Ini adalah isyarat tentang keutamaan penduduk Yaman dan keimanan mereka.
  2. Sifat Angin: Angin ini digambarkan "lebih lembut dari sutra". Ini menunjukkan bahwa kematian bagi orang beriman akan terasa sangat mudah dan ringan. Mereka tidak akan merasakan sakit atau penderitaan saat dicabut nyawanya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman, menyelamatkan mereka dari kekacauan dan keburukan akhir zaman.
  3. Kriteria Orang yang Diambil: Angin ini hanya akan mengambil orang yang di dalam hatinya masih ada iman, meskipun hanya sebesar biji (menurut riwayat Abu Alqamah) atau sebesar partikel debu (menurut riwayat Abdul Aziz). Perbedaan redaksi ini menunjukkan bahwa ukuran iman yang minimal sekalipun akan menjadi sebab keselamatan dari fitnah akhir zaman. Ini adalah kabar gembira bagi seluruh umat Islam, bahwa selama masih ada secercah iman di hati, mereka akan diselamatkan oleh Allah.
  4. Hikmah di Balik Peristiwa Ini: Setelah semua orang beriman diwafatkan, bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang benar-benar jahat dan tidak memiliki kebaikan sama sekali. Merekalah yang akan menyaksikan datangnya kiamat dengan segala dahsyatnya. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak akan menimpakan azab besar kepada orang-orang yang beriman. Mereka diselamatkan terlebih dahulu.

Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (QS. An-Naml [27]: 87) menjelaskan bahwa tiupan sangkakala yang pertama akan mematikan semua makhluk, namun sebelum itu, Allah akan mewafatkan semua orang beriman melalui angin ini agar mereka tidak mengalami ketakutan dan kengerian hari kiamat.

Story Telling

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah akan mengirimkan angin dari Yaman..." (HR. Muslim). Kisah ini tidak menceritakan suatu peristiwa masa lalu, melainkan sebuah kabar masa depan yang pasti terjadi. Hikmah yang bisa kita petik adalah betapa pentingnya menjaga dan mempertahankan iman di dalam hati. Iman sekecil apapun adalah penyelamat. Oleh karena itu, para salafus shalih sangat perhatian terhadap hati mereka. Mereka selalu berdoa agar Allah mematikan mereka dalam keadaan husnul khatimah dan mempertahankan iman hingga akhir hayat. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata, "Iman itu bukanlah angan-angan dan bukan pula sekedar hiasan, tetapi ia adalah sesuatu yang menetap di dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan."

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga Iman: Hadits ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga dan meningkatkan iman di dalam hati. Jangan pernah meremehkan dosa kecil karena bisa menghilangkan iman sedikit demi sedikit.
  2. Perbanyak Doa: Perbanyaklah doa agar Allah mematikan kita dalam keadaan beriman dan diselamatkan dari fitnah akhir zaman. Di antaranya doa yang diajarkan Nabi: "Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
  3. Bersyukur: Bersyukurlah atas nikmat iman yang Allah berikan. Iman adalah karunia terbesar yang menjadi sebab keselamatan di dunia dan akhirat.
  4. Tidak Putus Asa: Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama masih ada iman sekecil apapun, ada harapan untuk mendapatkan keselamatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.