Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan dua keutamaan besar dalam Islam: puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram (terutama pada hari 'Asyura dan Tasu'a), dan shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (qiyamul lail). Kedua amalan ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap muslim.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman tentang keutamaan malam untuk shalat:
QS. Al-Muzzammil [73]: 2-4
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Bangunlah pada malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)."
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Puasa, Bab Keutamaan Puasa Muharram, nomor 1163, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dari kalangan yang disebutkan dalam sistem. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "bulan Allah, yaitu Muharram" adalah keutamaan berpuasa di bulan tersebut secara umum, dan yang paling utama adalah puasa pada hari 'Asyura (tanggal 10) dan Tasu'a (tanggal 9). Beliau juga menegaskan bahwa shalat malam adalah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan dua pelajaran besar:
1. Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Rasulullah ﷺ menyebut bulan Muharram sebagai "شَهْرُ اللَّهِ" (Bulan Allah). Penambahan nama Allah pada bulan ini menunjukkan kemuliaan dan keagungannya. Para ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Ini mencakup seluruh hari di bulan tersebut, namun yang paling ditekankan adalah:
- Puasa 'Asyura (10 Muharram): Puasa ini sangat dianjurkan karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu (HR. Muslim).
- Puasa Tasu'a (9 Muharram): Dianjurkan untuk berpuasa sehari sebelumnya untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari 'Asyura.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa keutamaan ini bersifat umum, namun jika seseorang hanya mampu berpuasa beberapa hari, maka yang paling utama adalah tanggal 9 dan 10 Muharram.
2. Keutamaan Shalat Malam
Rasulullah ﷺ menyebut shalat malam sebagai shalat yang paling utama setelah shalat fardhu. Ini mencakup shalat tahajud, witir, dan shalat sunnah lainnya yang dikerjakan di malam hari. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menganjurkan shalat malam dan menganggapnya sebagai amalan yang sangat dicintai Allah. Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa shalat malam adalah amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama di sepertiga malam terakhir.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ begitu bersemangat berpuasa pada suatu hari melebihi semangat beliau pada hari 'Asyura dan pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap puasa 'Asyura. Beliau bahkan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari tersebut. Ketika beliau tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura, beliau bertanya, "Hari apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak puasa sunnah di bulan Muharram, terutama pada tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura).
- Jaga shalat malam meskipun hanya dua rakaat, karena ia adalah shalat sunnah yang paling utama.
- Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih pahala besar di bulan yang mulia ini.
- Mulailah dengan niat yang ikhlas dan konsisten dalam beramal, meskipun sedikit.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.