Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 1095 tentang Bab Keutamaan Sahur dan Anjuran untuk Menundanya serta Segera Berbuka

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini merupakan perintah dari Nabi ﷺ agar umatnya makan sahur. Perintah ini mengandung dua hal penting: pertama, anjuran kuat untuk melaksanakan sahur; kedua, janji bahwa dalam aktivitas sahur itu ada keberkahan, baik dari segi agama maupun dunia. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak meninggalkan sahur meskipun hanya seteguk air, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang besar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Shahih Muslim

Teks Arab hadits:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسٍ، ح . وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ ابْنِ عُلَيَّةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ، رضى الله عنه ح . وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسٍ، - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً ‏"‏ ‏.‏

Makna hadits:

"Rasulullah ﷺ bersabda: 'Makanlah sahur, karena dalam sahur terdapat berkah.'" (HR. Muslim, no. 1095)

Pendapat ulama terkait:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa perintah "تَسَحَّرُوا" (makan sahur) menunjukkan sunnah muakkad (sangat dianjurkan), bukan wajib. Beliau juga menukil ijma’ ulama bahwa sahur bukanlah syarat sah puasa.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) menyebutkan bahwa berkah sahur mencakup kekuatan fisik untuk beribadah, semangat menjalankan sunnah, dan perlindungan dari sifat malas.
  • Imam an-Nawawi juga meriwayatkan dari sahabat bahwa Nabi ﷺ menganjurkan sahur meskipun hanya seteguk air (HR. Muslim, dari Abu Sa’id al-Khudri).

Ayat Al-Qur’an terkait:

QS. Al-Baqarah [2]: 187:

"...وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ..."

“...Makan dan minumlah hingga jelas bagi kamu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar...”

Ayat ini menjadi dasar waktu sahur hingga terbit fajar, dan hadits sahur menegaskan amalan sunnah yang dianjurkan pada waktu tersebut.

Penjelasan Rinci

Makna "berkah" dalam sahur

Para ulama dari kalangan salaf – seperti Qatadah dan Abdul Aziz bin Shuhaib (perawi hadits ini) – memahami bahwa berkah sahur mencakup:

  1. Kekuatan jasmani: tubuh lebih bertenaga untuk berpuasa dan beribadah.
  2. Ketaatan sunnah: meneladani Nabi ﷺ dan membedakan diri dari ahli kitab.
  3. Dzikir dan doa: waktu sahur adalah waktu mustajab.
  4. Pahala: mengikuti perintah Rasulullah ﷺ.

Anjuran mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka

Dalam hadits lain (HR. Bukhari dan Muslim), Nabi ﷺ bersabda: “Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” Ini menunjukkan bahwa berkah sahur juga terkait dengan waktunya yang diakhirkan menjelang fajar.

Pendapat ulama daftar

  • Imam Ahmad bin Hanbal (dalam Masail riwayat anaknya) menganjurkan sahur meskipun hanya seteguk air.
  • Imam asy-Syafi'i dalam al-Umm menyebutkan bahwa sahur adalah amalan yang sangat dianjurkan, dan meninggalkannya karena malas adalah makruh.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (dalam Zaad al-Ma’ad) menekankan bahwa sahur termasuk petunjuk Nabi dalam ibadah puasa, dan keberkahannya dirasakan secara lahir dan batin.

Hikmah sahur sebagai pembeda

Nabi ﷺ bersabda: “Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim). Ini memperkuat bahwa sahur adalah syiar Islam dalam berpuasa.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sahur itu penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.”

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan sahur, bahkan hingga mendapat doa dari malaikat.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah (dalam Majmu’ al-Fatawa) menjelaskan bahwa shalawat malaikat kepada orang yang sahur berarti mereka memohonkan ampunan dan rahmat baginya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan tinggalkan sahur meskipun hanya dengan seteguk air atau sebiji kurma.
  2. Usahakan sahur di akhir waktu (menjelang fajar) untuk meraih berkah maksimal.
  3. Niatkan sahur untuk ibadah dan meneladani sunnah Nabi ﷺ, bukan sekadar kebiasaan.
  4. Perbanyak doa dan dzikir saat sahur, karena waktu tersebut mustajab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.