Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang munculnya kelompok Khawarij di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang tampak sangat rajin beribadah dan membaca Al-Qur'an, namun pemahaman mereka dangkal dan sesat, sehingga mereka keluar dari agama Islam seperti anak panah yang melesat keluar dari sasaran. Nabi ﷺ memerintahkan untuk memerangi mereka dan memberikan kabar gembira berupa pahala besar bagi yang membunuh mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Hujurat [49]: 9
وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah..."
Ayat ini menjadi landasan untuk memerangi kelompok yang memberontak dan keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah, sebagaimana yang dilakukan oleh Khawarij.
Hadits:
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 1066) dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ini merupakan salah satu hadits paling shahih yang menjelaskan ciri-ciri dan hukum memerangi Khawarij.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil yang jelas tentang keburukan Khawarij dan perintah untuk memerangi mereka. Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa Khawarij adalah kelompok sesat yang wajib diperangi jika mereka memberontak terhadap pemimpin muslim.
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa ciri-ciri Khawarij yang disebut dalam hadits ini (muda usia, dangkal pemikiran, bacaan Al-Qur'an tidak sampai ke hati) masih terus muncul dalam berbagai bentuk hingga sekarang.
- Imam al-Bukhari juga meriwayatkan hadits serupa dalam kitabnya, menunjukkan perhatian besar para ulama terhadap bahaya kelompok ini.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa poin penting yang perlu dipahami:
1. Kehati-hatian Sayyidina Ali dalam Meriwayatkan Hadits
Sebelum menyampaikan hadits ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menegaskan bahwa beliau sangat berhati-hati dalam meriwayatkan sabda Nabi ﷺ. Beliau lebih memilih jatuh dari langit daripada berdusta atas nama Rasulullah. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan hadits di sisi para sahabat.
2. Ciri-ciri Khawarij
Nabi ﷺ menyebutkan empat ciri utama:
- "Muda usia" (أحداث الأسنان) - Mereka biasanya adalah orang-orang yang baru belajar agama, belum matang ilmunya, namun sudah berani berbicara dan menghakimi orang lain.
- "Dangkal pemikiran" (سفهاء الأحلام) - Akal mereka belum sempurna, mudah terpengaruh dengan pemahaman yang keliru.
- "Mengucapkan perkataan yang terbaik di antara makhluk" - Mereka pandai berbicara dengan dalil-dalil agama, sehingga orang awam mengira mereka adalah ulama besar.
- "Membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan" - Bacaan mereka bagus, hafalan mereka kuat, namun pemahaman mereka tidak sampai ke hati. Mereka hanya membaca secara lahiriah tanpa merenungkan maknanya.
3. Bahaya Khawarij
Nabi ﷺ menggambarkan mereka seperti anak panah yang melesat keluar dari sasaran. Ini menunjukkan:
- Mereka keluar dari agama dengan cepat dan sulit dikembalikan.
- Mereka sangat fanatik dengan pendapat mereka.
- Mereka mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
4. Perintah Memerangi Khawarij
Nabi ﷺ dengan tegas memerintahkan untuk membunuh mereka ketika bertemu. Ini bukan berarti membunuh setiap orang yang berbeda pendapat, tetapi khusus bagi mereka yang telah memberontak dan mengangkat senjata melawan pemerintah muslim yang sah. Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa perintah ini berlaku ketika mereka sudah melakukan pemberontakan bersenjata.
5. Pahala Besar
Nabi ﷺ menjanjikan pahala besar bagi yang membunuh mereka. Ini menunjukkan betapa berbahayanya kelompok ini bagi umat Islam.
Story Telling
Kisah Sayyidina Ali dengan Khawarij
Setelah Perang Shiffin, sekelompok orang dari pasukan Ali memisahkan diri dan membentuk kelompok yang dikenal sebagai Khawarij. Mereka awalnya adalah orang-orang yang rajin beribadah, bahkan dahi mereka hitam karena banyak bersujud. Namun, pemahaman mereka tentang agama sangat dangkal.
Mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah, serta semua orang yang tidak sepaham dengan mereka. Ketika Ali mengutus sahabatnya, Abdullah bin Abbas, untuk berdialog dengan mereka, sebagian dari mereka kembali ke jalan yang benar. Namun, sebagian lainnya tetap keras kepala dan akhirnya memberontak.
Ali radhiyallahu 'anhu kemudian memerangi mereka di Nahrawan. Sebelum perang, beliau bersabda, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Akan muncul dari umatku suatu kaum yang membaca Al-Qur'an, tetapi bacaan mereka tidak melewati tenggorokan mereka...'" (HR. Muslim).
Dalam pertempuran itu, pasukan Ali berhasil mengalahkan Khawarij. Namun, dari kelompok inilah kemudian muncul benih-benih pemikiran ekstrem yang terus berulang dalam sejarah Islam.
Hikmah:
Kisah ini mengajarkan kita bahwa kesalehan lahiriah (rajin ibadah, hafal Al-Qur'an) tidak menjamin kebenaran pemahaman. Yang paling penting adalah mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah dalam memahami Al-Qur'an dan Sunnah.
Kesimpulan Praktis
- Waspada terhadap pemahaman agama yang dangkal meskipun orangnya tampak rajin beribadah.
- Jangan mudah mengkafirkan orang yang berbeda pendapat, karena ini adalah ciri utama Khawarij.
- Pelajari agama dari ulama yang benar dan ikuti pemahaman para sahabat.
- Hindari sikap ekstrem dan fanatik buta dalam beragama.
- Dukung pemerintah muslim yang sah dan jangan memberontak tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.