Penjelasan Hadits Muslim No. 1059 tentang Pemberian harta untuk melunakkan hati kaum Quraisy

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kejadian di Perang Hunain ketika sebagian pemuda Ansar merasa kecewa karena Rasulullah ﷺ memberi harta rampasan (fa'i) lebih banyak kepada sebagian orang Quraisy yang baru masuk Islam, sementara mereka yang berjihad tidak mendapat bagian serupa. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa pemberian itu adalah untuk melunakkan hati (ta'lif qulub) mereka agar imannya kuat, dan beliau menegaskan bahwa yang kembali bersama Rasulullah ﷺ jauh lebih berharga daripada harta. Nabi ﷺ juga mengabarkan akan adanya atsarah (keutamaan/prioritas yang dirasakan tidak adil) setelah beliau, dan memerintahkan untuk bersabar.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan — QS. At-Taubah [9]: 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Terjemahan: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

Hadits terkait — Shahih Muslim no. 1059

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه, dari jalur az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri), sebagaimana disebutkan dalam matan di atas.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya memberikan bagian khusus kepada mualaf untuk melunakkan hati mereka, dan bahwa kebijakan Nabi ﷺ dalam pembagian harta adalah berdasarkan maslahat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa sikap Nabi ﷺ menunjukkan kelembutan beliau kepada Ansar dan penjelasan yang menenangkan hati mereka.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa al-mu'allafah qulubuhum mencakup orang yang baru masuk Islam atau yang dikhawatirkan kejahatannya, agar hatinya dikuatkan.

Penjelasan Rinci

Latar belakang peristiwa:

Perang Hunain terjadi setelah pembebasan Mekah (Fathu Makkah). Kaum Hawazin dan Tsaqif berkumpul untuk memerangi kaum muslimin. Setelah kemenangan, Allah memberikan harta rampasan yang besar kepada Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ kemudian membagikan harta tersebut, dan kepada beberapa tokoh Quraisy yang baru masuk Islam, beliau memberikan bagian yang besar (seratus unta) untuk melunakkan hati mereka.

Sikap sebagian Ansar:

Sebagian pemuda Ansar merasa kecewa dan berkata dengan nada protes. Namun para ulama (fuqaha) Ansar tidak mengucapkan hal itu, menunjukkan bahwa orang yang berilmu lebih mampu menahan diri dan memahami hikmah di balik kebijakan pemimpin.

Penjelasan Nabi ﷺ:

Nabi ﷺ menjelaskan dua hal penting:

  1. Alasan pemberian: "Aku memberi kepada orang-orang yang baru meninggalkan kekufuran, agar aku dapat menarik hati mereka." Ini adalah penerapan prinsip ta'lif qulub yang disebutkan dalam QS. At-Taubah [9]: 60.
  2. Nilai yang lebih tinggi: "Tidakkah kalian ridha bahwa orang-orang pergi dengan harta, sedangkan kalian kembali bersama Rasulullah? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang." Ini menunjukkan bahwa keberadaan Rasulullah ﷺ bersama mereka adalah karunia terbesar.

Atsarah dan perintah sabar:

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa akan ada atsarah (keutamaan yang dirasakan tidak adil) setelah beliau. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah nubuat yang terbukti, di mana setelah Nabi ﷺ wafat, terjadi perbedaan dalam pembagian harta dan jabatan. Nabi ﷺ memerintahkan untuk bersabar sampai berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya, dan beliau akan berada di Haudh (telaga) Kautsar.

Pemahaman ulama:

  • Ibn Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menjelaskan bahwa kebijakan Nabi ﷺ dalam memberikan harta kepada mualaf adalah bentuk ijtihad beliau dalam rangka memperkuat Islam, dan tidak boleh dijadikan alasan untuk mencela beliau.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memberikan harta kepada orang yang hatinya perlu dilunakkan, dan ini adalah bagian dari siyasah syar'iyyah (politik syariat) yang bertujuan menjaga kemaslahatan umat.
  • Ibnu Hajar menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ansar dan kesabaran mereka, serta keutamaan ilmu, karena para ulama Ansar tidak terburu-buru mengucapkan protes.

Story Telling

Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan bahwa setelah perang Hunain, ketika harta rampasan dari Hawazin dibagikan, Rasulullah ﷺ memberikan seratus unta kepada beberapa tokoh Quraisy seperti Abu Sufyan bin Harb, Suhail bin Amr, dan lainnya yang baru masuk Islam. Melihat hal itu, sebagian pemuda Ansar berkata: "Semoga Allah mengampuni Rasulullah, dia memberi Quraisy dan meninggalkan kami, padahal pedang kami masih meneteskan darah mereka."

Ketika berita itu sampai kepada Nabi ﷺ, beliau tidak marah. Beliau justru mengumpulkan mereka di sebuah tenda dari kulit. Beliau bertanya: "Apa berita yang sampai kepadaku dari kalian?" Para ulama Ansar menjawab dengan adab: "Wahai Rasulullah, orang-orang bijak di antara kami tidak berkata apa-apa, tetapi ada pemuda-pemuda kami yang berkata demikian."

Nabi ﷺ lalu menjelaskan dengan lembut: "Sesungguhnya aku memberi kepada orang-orang yang baru saja meninggalkan kekufuran, agar aku dapat menarik hati mereka. Tidakkah kalian ridha bahwa orang-orang pergi dengan harta, sedangkan kalian kembali bersama Rasulullah? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang."

Mendengar penjelasan itu, mereka berkata: "Ya, kami ridha, wahai Rasulullah." Nabi ﷺ kemudian menambahkan: "Kalian akan melihat atsarah setelahku, maka bersabarlah sampai kalian berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya, dan aku akan berada di Haudh." Mereka menjawab: "Kami akan bersabar."

Hikmah: Kisah ini mengajarkan pentingnya memahami kebijakan pemimpin dengan ilmu, menahan diri dari prasangka buruk, dan bersabar ketika melihat ketidakadilan yang tampak, karena bisa jadi ada hikmah yang tidak kita ketahui. (Sumber: Shahih Muslim, Syarh an-Nawawi, Fathul Bari)

Kesimpulan Praktis

  1. Pahami kebijakan dengan ilmu: Jangan terburu-buru menilai kebijakan pemimpin atau ulama sebelum memahami dalil dan hikmahnya.
  2. Ta'lif qulub adalah prinsip syariat: Memberikan perhatian khusus kepada orang yang baru masuk Islam atau yang imannya masih lemah adalah bagian dari syariat.
  3. Nilai iman lebih tinggi dari harta: Keberadaan Rasulullah ﷺ dan petunjuk beliau lebih berharga daripada seluruh harta dunia.
  4. Bersabar menghadapi atsarah: Ketika melihat ketidakadilan atau keutamaan yang tidak seimbang, bersabarlah dan ingatlah janji Allah.
  5. Adab para ulama: Para ulama Ansar menunjukkan adab dengan tidak langsung mengucapkan protes, tetapi menyampaikan dengan cara yang baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?