Penjelasan Hadits Muslim No. 1013 tentang Harta terpendam muncul saat tak berguna lagi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa pada akhir zaman nanti bumi akan mengeluarkan simpanan logam mulia (emas dan perak) dalam jumlah besar, tetapi saat itu manusia justru tidak lagi membutuhkannya. Orang yang dulu membunuh, memutus kekerabatan, dan mencuri demi harta akan menyesal dan menyadari bahwa harta itu tidak berguna. Pelajarannya: bersegeralah bersedekah dan beramal saleh selagi masih ada yang mau menerimanya, karena akan datang masa ketika sedekah tidak lagi bermanfaat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Zakat, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits (potongan inti):

تَقِيءُ الأَرْضُ أَفْلَاذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الأُسْطُوَانِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Terjemahan: "Bumi akan memuntahkan potongan-potongan hatinya (yakni simpanan terbaiknya) seperti tiang-tiang dari emas dan perak."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan penyesalan orang kafir dan pendosa di akhirat:

QS. Az-Zumar [39]: 47

وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَبَدَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

Terjemahan: "Dan sekiranya orang-orang yang zalim itu memiliki segala yang ada di bumi ini, dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang pedih pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan."

Kaitan dengan ulama: Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan betapa orang zalim di akhirat rela menebus dirinya dengan seluruh isi bumi, namun tidak diterima. Ini sejalan dengan hadits di atas: harta yang dulu diperebutkan menjadi tidak berguna.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

  1. "Bumi memuntahkan afaladz kabidiha" — Afaladz adalah bentuk jamak dari fildzah, yaitu potongan murni/terbaik. Kibid artinya hati. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah kiasan: bumi mengeluarkan simpanan terbaik yang ada di dalamnya, yaitu emas dan perak, seperti tiang-tiang besar (ustuwan).
  2. Tiga kelompok yang menyesal:
  • Pembunuh — mengaku membunuh demi mendapatkan harta itu.
  • Pemutus kekerabatan — mengaku memutus hubungan keluarga demi harta.
  • Pencuri — mengaku tangannya dipotong (dihukum) demi harta itu.
  1. "Mereka meninggalkannya dan tidak mengambil apa pun" — Ini menunjukkan bahwa pada saat itu harta sudah tidak bernilai, karena kiamat sudah dekat atau sudah terjadi, dan tidak ada lagi manfaat dari harta.

Pemahaman ulama:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini merupakan peringatan keras agar manusia tidak silau harta. Beliau menyebutkan bahwa maknanya: harta yang dulu menjadi sebab seseorang berani berbuat dosa besar (membunuh, memutus kekerabatan, mencuri), pada akhirnya akan ditinggalkan begitu saja tanpa manfaat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa) menegaskan bahwa ini termasuk tanda-tanda kiamat: bumi mengeluarkan perbendaharaan yang tersembunyi, tetapi tidak ada lagi orang yang mau menerimanya sebagai sedekah atau zakat, karena semua sudah menyadari bahwa amal tidak lagi diterima.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa hadits ini mendorong kita untuk bersegera beramal sebelum pintu amal tertutup. Beliau berkata bahwa orang beriman harus memanfaatkan waktu ketika sedekah masih diterima, karena penyesalan di akhirat tidak berguna.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa harta pada hakikatnya adalah ujian. Ketika harta masih bermanfaat, ia bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah; tetapi ketika sudah tidak berguna, ia menjadi sumber penyesalan.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama memahami "bumi memuntahkan" sebagai peristiwa sebelum kiamat (sebagai tanda kiamat), sebagian memahaminya sebagai gambaran di akhirat. Yang paling kuat — sebagaimana dikuatkan Ibnu Katsir dan an-Nawawi — adalah bahwa ini terjadi menjelang kiamat, ketika harta melimpah tetapi tidak ada yang mau menerimanya, sebagai bentuk teguran bagi manusia yang selama ini silau harta.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sering mengingatkan penduduk Madinah tentang hari akhir. Suatu ketika beliau berkata: "Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita." Beliau juga dikenal sebagai sahabat yang sangat zuhud terhadap harta, meskipun beliau miskin. Beliau pernah berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ dan keluarganya mengikat perut mereka dengan batu karena lapar, padahal beliau adalah manusia paling mulia." (Disebutkan dalam riwayat yang dikenal dari Al-Bukhari dan Muslim secara makna).

Hikmahnya: orang yang memahami hakikat harta akan bersegera bersedekah, bukan menumpuknya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegeralah bersedekah selagi masih ada yang mau menerima — baik fakir miskin maupun orang yang membutuhkan.
  2. Jangan jadikan harta sebagai tujuan yang membuat kita berani berbuat dosa besar (membunuh, memutus kekerabatan, mencuri).
  3. Ingatlah bahwa harta akan ditinggalkan — baik saat kita mati, maupun saat kiamat tiba.
  4. Manfaatkan waktu muda dan sehat untuk beramal, karena penyesalan di akhirat tidak berguna.
  5. Jaga hubungan kekerabatan — memutusnya adalah dosa besar yang disebutkan sejajar dengan pembunuhan dan pencurian dalam konteks penyesalan ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?