Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan tanda-tanda akhir zaman: (1) sedekah emas tidak lagi ada yang mau menerima karena manusia sudah sangat berkecukupan atau hati mereka sudah rusak, dan (2) jumlah laki-laki sangat sedikit dibanding perempuan sehingga satu laki-laki diikuti banyak perempuan. Ini isyarat agar kita bersegera bersedekah selagi masih ada yang membutuhkan, dan tidak menunda kebaikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Zakat, dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits (sebagaimana disebutkan):
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ ثُمَّ لَا يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ
Terjemah: "Akan datang suatu masa bagi manusia ketika seseorang berkeliling dengan sedekah dari emas, lalu ia tidak menemukan seorang pun yang menerimanya."
Ayat yang berkaitan dengan tanda-tanda hari kiamat dan perubahan keadaan manusia:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
QS. Al-Hajj [22]: 1
Terjemah: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar."
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda kiamat: harta melimpah, sedikitnya kebutuhan, dan rusaknya keadaan manusia. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas riwayat serupa dan menyebutkan bahwa ini bagian dari tanda-tanda besar menjelang kiamat.
Penjelasan Rinci
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua berita ghaib yang pasti terjadi:
Pertama, akan datang zaman ketika seseorang berkeliling membawa sedekah emas, tetapi tidak ada yang mau menerimanya. Ini bisa terjadi karena dua sebab:
- Manusia sudah sangat kaya dan berkecukupan, sehingga tidak membutuhkan sedekah.
- Atau hati manusia sudah rusak, tidak peduli kepada orang lain, sehingga menolak kebaikan.
Kedua, sedikitnya laki-laki dan banyaknya perempuan, sehingga empat puluh perempuan mengikuti satu laki-laki. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ini termasuk tanda kiamat yang disebutkan dalam banyak riwayat: berkurangnya laki-laki karena peperangan, wabah, atau sebab lain, sementara perempuan tetap banyak.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa hadits seperti ini seharusnya membuat kita bersegera beramal saleh sebelum pintu amal tertutup. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam karya-karyanya menekankan bahwa sedekah adalah bukti keimanan dan tanda hati yang hidup; ketika sedekah tidak lagi diterima, itu pertanda kehidupan sosial dan iman sudah rusak.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini bukan berarti kita boleh menunda sedekah, justru sebaliknya: kita diperintahkan bersedekah sekarang selagi masih ada yang membutuhkan. Menunda sedekah sampai zaman ketika tidak ada penerima berarti kita kehilangan kesempatan besar.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga menegaskan bahwa hadits ini adalah motivasi untuk bersegera dalam kebaikan, karena bisa jadi suatu saat harta tidak lagi bermanfaat atau tidak ada lagi yang membutuhkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang dikenal zuhud dan banyak bersedekah. Beliau pernah berkata bahwa Rasulullah ﷺ mengutusnya ke Yaman, dan di sana beliau mengajarkan kepada manusia tentang sedekah dan zakat. Ketika beliau mendengar hadits ini dari Nabi ﷺ, beliau memahami bahwa sedekah adalah amal yang harus dilakukan sekarang, bukan ditunda. (Disebutkan secara umum dalam riwayat-riwayat tentang keutamaan Abu Musa al-Asy'ari dalam kitab-kitab hadits dan sirah.)
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para salaf memahami hadits-hadits tanda kiamat sebagai pendorong untuk memperbanyak amal, bukan untuk bersantai menunggu kiamat.
Kesimpulan Praktis
- Bersegeralah bersedekah selagi masih ada yang membutuhkan; jangan menunda kebaikan.
- Harta tidak akan berguna jika tidak digunakan untuk kebaikan sebelum pintu amal tertutup.
- Perbanyak amal saleh karena tanda-tanda kiamat sudah semakin dekat.
- Jangan menunggu kaya untuk bersedekah; mulailah dari yang kecil dan konsisten.
- Jaga hati agar tidak menjadi keras dan menolak kebaikan, karena itu tanda kerusakan zaman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.